Tok, DPR Resmi Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
aneka sambal nusantara./istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Makanan pedas menjadi salah satu menu favorit masyarakat Indonesia. Sebut saja seblak, ceker mercon, dan ayam geprek, dan lainnya. Ternyata, makanan pedas juga bermanfaat untuk kesehatan, lho!
Cita rasa yang pedas dinilai mampu menggugah selera siapa saja yang menyantapnya. Banyaknya menu makanan pedas pada kuliner Indonesia lantaran negeri ini kaya akan aneka rempah, salah satunya cabai dan merica.
Bahkan, masyarakat Indonesia sudah menjadikan cabai sebagai bahan utama sambal pada seusai kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia, yang berkisar antara abad ke-15 hingga 16 masehi.
Tak hanya jadi pelengkap, sambal atau makanan yang memiliki cita rasa pedas ternyata juga memiliki segudang manfaat untuk tubuh.
Rutin mengkonsumsi makanan pedas selama enam atau tujuh hari dalam seminggu dapat menurunkan tingkat kematian sebesar 14 persen. Hal itu berdasarkan sebuah studi besar tahun 2015 oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Harvard dan China.
Data di berbagai penelitian menunjukkan bahwa rempah-rempah pemedas tertentu seperti jinten, kayu manis, kunyit, paprika, dan cabai, dapat meningkatkan tingkat istirahat metabolisme Anda dan memperlambat nafsu makan Anda. Satu studi juga menemukan bahwa kunyit menekan pertumbuhan jaringan lemak pada tikus.
Curcumin yang merupakan senyawa dalam kunyit, diketahui dapat mengurangi peradangan dalam tubuh. Dalam pengobatan Ayurveda, sifat anti-inflamasi jahe dan bawang putih telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati berbagai kondisi, seperti radang sendi, gangguan autoimun, dan bahkan sakit kepala dan mual.
Capsaicin yang merupakan salah komponen aktif cabai, telah terbukti memperlambat dan menghancurkan sel kanker. Sebuah studi UCLA menemukan bahwa capsaicin menghambat pertumbuhan sel kanker prostat pada tikus sambil membiarkan sel-sel sehat tidak terluka.
Jinten dan kunyit telah terbukti memiliki sifat antioksidan dan antimikroba yang kuat. Ini berarti mereka dapat digunakan untuk melawan bakteri berbahaya di dalam tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Spanyol menghadapi Kroasia di UEFA Nations League 2026/27. La Roja mengincar kemenangan ke-11 beruntun sekaligus tiket perempat final.
Google Maps bisa digunakan tanpa internet dengan peta offline. Simak cara download, mengelola, memperbarui, dan batasannya.
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Prabowo meresmikan enam Kodam baru, termasuk Kodam XXVI/Mataram di DIY. Berikut daftar Kodam dan Pangdam yang ditunjuk.