WhatsApp Uji Restricted Chat, 4 Fitur Ini Kini Dibatasi
WhatsApp mulai menguji Restricted Chat di Android dan iOS. Fitur ini membatasi ekspor chat, Meta AI, media, dan linked devices.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam kepuasan kehidupan asmara berdasarkan Ipsos Love Life Satisfaction Index 2026. Indonesia mencatat skor 85 dari 100, hanya terpaut satu poin dari Thailand yang berada di posisi pertama dengan skor 86.
Indeks tersebut merupakan bagian dari survei Ipsos terhadap 23.268 orang dewasa di bawah usia 75 tahun di 29 negara. Pengumpulan data dilakukan pada 24 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026 melalui platform daring Ipsos Global Advisor dan IndiaBus untuk responden di India.
Ipsos menyusun indeks berdasarkan tiga aspek, yakni perasaan dicintai, kepuasan terhadap kehidupan romantis atau seksual, serta kepuasan terhadap hubungan dengan pasangan atau suami/istri. Ketiga indikator tersebut kemudian dirata-ratakan menjadi skor indeks dengan skala 0 hingga 100.
Dengan skor 85, Indonesia berada jauh di atas rata-rata 29 negara yang mencapai 73. Posisi Indonesia juga membuat Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan dengan tingkat kepuasan kehidupan asmara yang tinggi dalam survei tersebut.
Kinerja Indonesia tidak hanya terlihat dari skor indeks keseluruhan. Pada indikator merasa dicintai, 45 persen responden Indonesia menyatakan sangat puas dan 41 persen cukup puas.
Artinya, secara gabungan 86 persen responden Indonesia menyatakan puas terhadap perasaan dicintai. Angka tersebut berada di atas rata-rata global sebesar 77 persen.
Untuk kehidupan romantis atau seksual, 38 persen responden Indonesia sangat puas dan 40 persen cukup puas. Jika digabung, tingkat kepuasannya mencapai 78 persen.
Angka tersebut meningkat dibandingkan survei sebelumnya. Dalam laporan Ipsos, kepuasan terhadap kehidupan romantis atau seksual di Indonesia naik 7 poin persentase dibandingkan 2025.
Sementara itu, pada indikator hubungan dengan pasangan, 53 persen responden Indonesia menyatakan sangat puas dan 39 persen cukup puas. Dengan demikian, 92 persen responden yang ditanyakan mengenai hubungan dengan pasangan menyatakan puas.
Indonesia hanya terpaut satu poin dari Thailand dalam indeks keseluruhan. Thailand memperoleh skor 86, sekaligus menjadi negara dengan skor tertinggi dari 29 negara yang disurvei.
Thailand mencatat tingkat kepuasan yang sangat tinggi dalam hubungan dengan pasangan. Ipsos mencatat 95 persen responden Thailand yang menikah atau memiliki pasangan menyatakan puas, terdiri dari 54 persen sangat puas dan 41 persen cukup puas.
Untuk kehidupan romantis atau seksual, 78 persen responden Thailand menyatakan puas. Sementara itu, 86 persen responden Thailand mengaku puas dengan perasaan dicintai.
Setelah Thailand dan Indonesia, posisi berikutnya ditempati Meksiko dan Spanyol yang sama-sama memperoleh skor 81. Kolombia berada di posisi kelima dengan skor 80, disusul Peru dengan 79.
Malaysia juga masuk 10 besar. Negara tetangga Indonesia tersebut berada di peringkat ketujuh dengan skor 78, sama seperti Belanda di posisi kedelapan. Chili dan Afrika Selatan melengkapi 10 besar dengan skor masing-masing 76.
Masuknya tiga negara Asia Tenggara, yakni Thailand, Indonesia, dan Malaysia, ke 10 besar menjadi salah satu gambaran menarik dalam survei Ipsos.
Di luar tiga negara tersebut, Singapura berada di posisi ke-17 dengan skor 72. Sementara negara Asia lainnya memiliki rentang skor yang lebih rendah.
India memperoleh skor 66 dan berada di posisi ke-27. Korea Selatan mencatat 60 di posisi ke-28, sedangkan Jepang berada di posisi terakhir dengan skor 51.
Ipsos mencatat negara-negara di Asia dan Amerika Latin secara umum menunjukkan tingkat kepuasan kehidupan asmara yang lebih tinggi dalam indeks 2026. Sebaliknya, Jepang dan Korea Selatan berada di antara negara dengan tingkat kepuasan terendah dalam survei.
Berikut peringkat lengkap berdasarkan skor Love Life Satisfaction Index 2026:
Thailand — 86
Indonesia — 85
Meksiko — 81
Spanyol — 81
Kolombia — 80
Peru — 79
Malaysia — 78
Belanda — 78
Chili — 76
Afrika Selatan — 76
Argentina — 75
Irlandia — 75
Australia — 74
Amerika Serikat — 73
Inggris Raya — 72
Polandia — 72
Singapura — 72
Belgia — 71
Brasil — 71
Prancis — 71
Jerman — 70
Turkiye — 70
Kanada — 69
Italia — 68
Swedia — 68
Hungaria — 66
India — 66
Korea Selatan — 60
Jepang — 51.
Meski Indonesia berada di posisi kedua, hasil survei tersebut perlu dibaca sesuai metodologinya. Sampel Indonesia berjumlah sekitar 500 orang berusia 21–74 tahun, sehingga skor 85 bukan berarti 85 persen seluruh penduduk Indonesia puas dengan kehidupan asmara.
Ipsos juga memberikan catatan bahwa sampel Indonesia, seperti beberapa negara lain dalam survei, cenderung lebih urban, memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, dan/atau memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi dibandingkan populasi umum.
Karena itu, hasil penelitian lebih tepat dibaca sebagai gambaran pandangan responden yang menjadi sampel survei, bukan sebagai pengukuran mutlak kondisi kehidupan asmara seluruh masyarakat Indonesia.
Secara global, Ipsos menemukan 77 persen responden merasa puas dengan perasaan dicintai dan 82 persen puas dengan hubungan bersama pasangan atau suami/istri. Namun, tingkat kepuasan terhadap kehidupan romantis atau seksual lebih rendah, yakni 60 persen.
Temuan tersebut membuat posisi Indonesia cukup menonjol dalam survei 2026. Dengan skor 85, Indonesia menjadi negara dengan tingkat kepuasan kehidupan asmara tertinggi kedua dari 29 negara yang diteliti Ipsos, sekaligus negara Asia Tenggara dengan posisi kedua setelah Thailand.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WhatsApp mulai menguji Restricted Chat di Android dan iOS. Fitur ini membatasi ekspor chat, Meta AI, media, dan linked devices.
Listyo Sigit resmi jadi KSP. Ia siap mengambil keputusan dalam situasi sulit hingga memanggil menteri untuk mempercepat program Presiden Prabowo.
Reviu RTRW Gunungkidul ditargetkan menjadi perda sebelum 7 Oktober 2026. Regulasi baru diharapkan mendorong pemerataan pembangunan.
OJK mencatat Rp811,1 miliar dana korban scam berhasil diblokir. Sebanyak Rp207,16 miliar telah dikembalikan kepada korban.
Pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari, Jogja, mencapai 91,407 persen dan ditargetkan rampung 6 Desember 2026.
Presiden Prabowo berkomitmen membangun ekosistem sepak bola hingga daerah dan menggandeng klub profesional bersama FIFA.