Bill Gates Ingin AI Kena Pajak untuk Danai Pelatihan Pekerja
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Memiliki anak di usia 40 tahunan bagi seorang pria adalah sebuah tantangan. Sebab menjadi ayah di usia 40 tahunan adalah hal yang tidak mudah.
Sebab di usia 40 tahun, seorang pria akan mengalami perubahan fisik, emosi, pendapatan dan cara berpikir.
Berikut tantangan pria usia 40 saat memiliki anak :
1. Durasi tidur
Duras tidur dari seorang pria yang telah punya anak akan berbeda dengan pria yang belum beranak. Sebab, seorang ayah tentu harus pintar membagi waktunya untuk beraktivitas, beristirahat, dan merawat anaknya. Dengan cara itu, ia memiliki energi yang cukup untuk mengikuti proses tumbuh kembang anak.
2. Sulit bergaul
Jika telah menikah dan memiliki anak pada saat pria tersebut berusia 40 tahunan maka pria akan merasa sulit bergaul.
3. Sulit menghadapi perubahan
Bagi mereka yang menjadi ayah di usia 40-an, sebagian besar lebih memilih cara hidup yang konstan alias nyaman.
4. Stamina berkurang
Stamina dari seorang ayah di usia 40-an jelas akan berbeda jika dibandingkan usia 30-an.
5. Tanggung jawab karier
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Peneliti Jepang mengembangkan program e-Bocchi untuk membantu anak menghadapi kesepian, meningkatkan kemampuan mencari bantuan, dan mencegah depresi.
Petisi penolakan proyek geothermal Gunung Ungaran menembus 7.000 dukungan. Pemprov Jateng memastikan perizinan dan amdal dikaji ketat.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.