Kolesterol Tinggi Bisa Picu Jantung dan Stroke, Ini Pesan Dokter RSA UGM

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 02 September 2026 20:17 WIB
Kolesterol Tinggi Bisa Picu Jantung dan Stroke, Ini Pesan Dokter RSA UGM

Ilustrasi serangan jantung (Freepik)

Harianjogja.com, SLEMAN— Kolesterol tinggi yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Dokter Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Gibran Ilham Setiawan, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan obat, tetapi membangun perubahan gaya hidup secara berkelanjutan untuk mengendalikan kadar kolesterol.

Gibran menjelaskan kolesterol sebenarnya tetap dibutuhkan tubuh untuk menjalankan sejumlah fungsi. Persoalan muncul ketika kadarnya berlebihan dan terjadi dalam waktu lama karena kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap terbentuknya plak pada pembuluh darah.

Plak yang terbentuk pada pembuluh darah kemudian dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.

"Sebenarnya kolesterol itu tetap dibutuhkan tubuh. Kaya bumbu gitu, asal jangan kebanyakan," terang Gibran dalam edukasi mengenai kolesterol dalam rilis yang dibagikan Selasa (1/9/2026).

Pola Makan

Menurut Gibran, anggapan bahwa kolesterol tinggi hanya disebabkan pola makan yang buruk atau kurang aktivitas fisik tidak sepenuhnya tepat. Kadar kolesterol seseorang juga dapat dipengaruhi faktor usia, riwayat keluarga, kondisi kesehatan, serta berbagai faktor risiko lainnya.

Karena itu, seseorang yang telah berupaya memperbaiki gaya hidup tetapi kadar kolesterolnya masih tinggi disarankan berkonsultasi untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya.

"Bila sudah berupaya memperbaiki gaya hidup namun masih memiliki kadar kolesterol tinggi perlu berkonsultasi untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya," ungkapnya.

Gibran menganjurkan masyarakat mulai membangun kebiasaan sehat secara konsisten. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memantau pola makan, aktivitas fisik, dan waktu tidur.

Selain itu, masyarakat dianjurkan membatasi konsumsi gorengan, lemak jenuh, serta minuman manis selama 30 hari sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan baru.

Perubahan gaya hidup tersebut, menurut Gibran, menjadi bagian penting dalam pengendalian risiko kesehatan. Penggunaan obat tetap perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien.

Gaya Hidup

Gibran menekankan penggunaan obat penurun kolesterol tidak dapat menggantikan perubahan pola hidup. Penentuan penggunaan obat perlu mempertimbangkan hasil pemeriksaan kesehatan serta kondisi setiap pasien.

"Obat itu bukan pengganti gaya hidup," tuturnya.

Dengan demikian, pengendalian kolesterol tidak hanya berfokus pada angka hasil pemeriksaan atau konsumsi obat. Kebiasaan sehari-hari tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan menekan risiko penyakit kardiovaskular.

Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Sementara itu, Kepala Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu (BPKT) UGM, Andreasta Meliala, mendorong sivitas UGM agar lebih aktif menjaga kadar kolesterol. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin yang diikuti perubahan gaya hidup.

Andreasta menjelaskan BPKT UGM mengoordinasikan berbagai layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika. Layanan tersebut mencakup Rumah Sakit Akademik UGM, Gadjah Mada Medical Center (GMC), Klinik Korpagama, hingga layanan promotif dan preventif seperti Posbindu.

Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Setelah mengetahui kondisi tersebut, peserta memiliki tanggung jawab untuk menerapkan kebiasaan yang mendukung kesehatan.

Kebiasaan tersebut mencakup pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta pengaturan beban kerja. Langkah itu didorong sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

"Kita mengajak peserta menerapkan gaya hidup sehat. Ya, pola makan, aktivitas fisik, pengelolaan stres, beban kerja," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online