Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Skin tag/clevelandclinic.org
Harianjogja.com, JAKARTA – Untuk merawat kulit dengan benar, sebaiknya Anda rutin memeriksa perubahan pada tubuh, mengajukan beberapa pertanyaan ke dokter kulit dan memulai rejimen perawatan jika diperlukan.
Salah satu masalah yang paling umum dijumpai adalah skin tag.
Melansir Reviewed, Jumat (12/11/2021), skin tag atau yang disebut dengan acrochordon adalah daging yang tumbuh di permukaan kulit, memiliki ukuran kecil dan menyerupai kutil. Mereka bisa saja memiliki warna yang sama dengan kulit di sekitarnya atau memiliki warna yang lebih gelap.
Diperkirakan 50 hingga 60 persen orang dewasa akan mengalami setidaknya satu kali skin tag, tetapi kondisi ini lebih umum terjadi pada mereka yang berusia 40 an atau lebih.
Dr. Alexander Zuriarrain, ahli bedah plastik bersertifikat ganda, mengatakan, beberapa orang memiliki kelainan genetik yang menyebabkan peningkatan kecenderungan untuk mengembangkan skin tag. Namun, individu-individu ini langka dan tidak mewakili sebagian besar populasi.
Skin tag tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi Anda mungkin merasa sedikit tidak nyaman saat pakaian, perhiasan atau bahkan kuku Anda tidak sengaja tersangkut di skin tag ini. Mereka dapat muncul di bagian tubuh manapun, namun wajah dan punggung adalah area yang paling sering mengalami kondisi ini.
Bisakah Anda menghilangkan skin tag di rumah? Anda mungkin tergoda untuk menghilangkan skin tag di rumah. Tetapi Zuriarrain tidak menyarankan hal ini dan meminta Anda untuk menyerahkannya ke dokter.
Salah satu alasannya adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhannya jinak, bukan ganas, dengan mengirimkannya ke patologi untuk diteliti. Selain itu, dokter memiliki peralatan yang tepat seperti anestesi lokal untuk menghilangkan rasa sakit, atau menggunakan pisau bedah untuk menghilangkan skin tag.
Setelah skin tag dipotong, sangat jarang untuk mereka dapat tumbuh kembali di tempat yang sama, meskipun Anda mungkin akan melihat mereka lebih banyak lagi di bagian tubuh lainnya di masa mendatang.
Bisakah skin tag ini dicegah?
Sayangnya, hanya sedikit yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terbentuknya skin tag. Kadang-kadang, skin tag dapat terjadi di area dengan gesekan kulit yang meningkat, seperti pada area ketiak. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyampaikan kekhawatiran Anda tentang kondisi ini kepada dokter kulit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.