11 Daerah di Riau Tetapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan
Sebanyak 11 daerah di Riau menetapkan status siaga darurat karhutla. Kuansing menjadi satu-satunya kabupaten yang belum menetapkan status tersebut.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Saat makan salak, biasanya orang akan membuang kulitnya. Ternyata, kulit salak mempunyai khasiat untuk kesehatan seperti bisa sembuhkan diabetes.
Namun tak banyak yang tahu bahwa kulit buah-buahan tropis tersebut sebenarnya punya manfaat kesehatan.
Penelitian Institus Teknologi Bandung membuktikan bahwa ekstrak kulit buah salak mengandung zat aktif simplisia. Selain itu, juga ada kandungan cinamic acid derivative dan pterostilbene.
Bukan hanya kulit luarnya, kulit ari pada daging salak juga mengandung tanin dan vitamin C yang cukup tinggi. Dikutip dari Suara.com, setidaknya ada tiga manfaat kulit salak bagi kesehatan. Berikut daftarnya!
1. Penyembuh Diabetes
Ekstrak kulit salak sudah terbukti bisa menjadi obat untuk diabetes melitus tipe 1. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak memproduksi insulin. Insulin itu sendiri adalah hormon yang membantu glukosa berubah menjadi energi di dalam sel tubuh.
Zat simplisia dan cinamic acid derivative yang ada pada kulit salak itu mampu membantu untuk meregenerasi sel epitel dan peremajaan pankreas. Selain itu, unsur aktif pterostilbene yang muncul setelah kulit salak diolah menjadi teh juga berperan langsung dalam menurunkan kadar gula untuk penderita diabetes.
Cara mudah untuk mengolah kulit salak ini agar bisa dijadikan obat diabetes adalah dengan merebus 100 gram kulit salak yang sudah dicuci bersih ke dalam 1 liter air. Rebus sampai air berkurang setengahnya, lalu minum secara rutin untuk hasil yang optimal.
Bisa juga dengan menjemur kulit salak sampai kering, lalu menghaluskannya bersamaan dengan kayu manis. Dijamin deh 100 persen alami dan tanpa efek samping.
2. Obat Sembelit
Saat makan salak, kamu pasti sering menemukan selaput tipis yang menempel pada daging buah. Selaput itu yang dinamakan kulit ari. Sayangnya, kebanyakan orang suka membuang kulit ari salak saat memakannya.
Padahal kulit ari salak banyak mengandung serat dan bermanfaat untuk mengatasi diare. Sebab, kulit ari salak kaya akan kandungan tanin yang bisa membantu untuk menyembuhkan sembelit.
Kandungan tanin itu berfungsi sebagai antimikroba di dalam sistem pencernaan, sehingga bisa membantu mempercepat proses pembuangan.
3. Mencegah Sariawan
Daging salak kaya akan kandungan vitamin C, apalagi ditambah kulit ari. Selain kaya serat, kulit ari salak juga mempunyai kandungan vitamin C cukup tinggi yang bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh dan bisa sebagai obat penawar juga pencegah sariawan. Makanya, makan salak bersama kulit arinya sangat disarankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sebanyak 11 daerah di Riau menetapkan status siaga darurat karhutla. Kuansing menjadi satu-satunya kabupaten yang belum menetapkan status tersebut.
Iran menegaskan gencatan senjata dengan AS mencakup Lebanon dan memperingatkan AS serta Israel atas setiap potensi pelanggaran.
Bantul peringati Hari Lahir Pancasila 2026, tekankan persatuan, toleransi, dan penguatan nilai kebangsaan di tengah tantangan global.
Arus kendaraan di Tol MBZ meningkat 45,6 persen saat libur Waisak 2026. Sebanyak 82.314 kendaraan melintas di kedua arah.
Polda Jateng membongkar sindikat penipuan daring berkedok investasi kripto di Sukoharjo. Sebanyak 39 tersangka diamankan, termasuk 11 WNA.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah menjaga Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia dalam perayaan Waisak 2026.