Cek Desil BPS Lewat HP, Begini Cara dan Kaitannya dengan Pembelian Pertalite
Cara cek desil BPS lewat HP melalui DTSEN dan Cek Bansos Kemensos serta kaitannya dengan wacana pembatasan pembelian Pertalite.
Foto ilustrasi vaksinasi anak. /Ist.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemberian vaksin pada anak sangat penting untuk kekebalan tubuh mereka. Namun, berdasarkan penilaian cepat dari Kemenkes dan Unicef pada 2020 terhadap 5.300 fasilitas kesehatan di Indonesia, mencatat 84% responden menyatakan layanan imunisasi anak terganggu akibat Covid-19. Hal ini dikhawatirkan anak tidak mendapatkan vaksinasi dasar secara lengkap.
“Survei ini juga menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia pada April 2020 menurun 4,7% dibanding April tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan tingginya risiko anak-anak terpapar penyakit serius seperti infeksi rotavirus dan hepatitis A,” kata GSK Vaccine Medical Director Deliana Permatasari, Kamis (20/5/2021).
BACA JUGA : Pemda DIY Laksanakan Vaksinasi Massal Dosis Kedua
Infeksi rotavirus merupakan jenis virus yang menyebabkan peradangan di saluran pencernaan, diare dan muntah-muntah. Kasus diare rotavirus berat yang harus dirawat inap, seringkali terjadi pada anak usia 0-36 bulan. Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, terutama untuk menggantikan cairan yang keluar, rotavirus dapat menyebabkan kematian.
Menurutnya, vaksin rotavirus merupakan pencegahan paling utama dilakukan orangtua untuk umum penyebab diare pada bayi dan anak. Tingginya angka kematian akibat rotavirus mendorong Pemerintah untuk mempertimbangkan perluasan imunisasi dasar saat ini dengan menambah vaksin rotavirus untuk menekan angka kematian bayi dan anak.
Vaksin rotavirus monovalen diberikan dua kali, dengan pemberian dosis pertama pada usia enam pekan, dan dosis kedua diberikan dengan interval empat pekan, selambat-lambatnya sebelum anak usia 24 pekan. Vaksin ini diberikan secara oral, tidak disuntikkan.
“Selain rotavirus, penyakit endemis yang juga sering luput dari pencegahan adalah hepatitis A. Pentingnya pemberian vaksin hepatitis A sebagai pencegahan utama juga ditekankan oleh WHO yang merekomendasikan masuknya vaksin hepatitis A dalam program wajib imunisasi nasional bagi anak berusia 1 tahun ke atas. Adapun berdasarkan rekomendasi IDAI tahun 2020, vaksin hepatitis A diberikan dalam dua dosis pada periode usia 12 bulan – 18 tahun,” katanya.
BACA JUGA : Vaksinasi Lansia DIY Bisa Lewat Traveloka, Begini Caranya
Ia mengatakan edukasi mengenai pentingnya vaksin harus menjadi agenda yang dilakukan secara berkelanjutan, agar masyarakat memahami manfaat mendapatkan vaksin tepat waktu dan tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan mengenai vaksin. Karena vaksinasi merupakan cara yang aman dan hemat untuk mencegah penyakit. Saat ini tersedia vaksin untuk melindungi setidaknya 20 penyakit, seperti difteri, tetanus, pertusis, influenza, dan campak.
“Vaksin ini menyelamatkan hingga 3 juta nyawa setiap tahunnya. Kementerian Kesehatan dan IDAI telah mengeluarkan petunjuk teknis pelayanan imunisasi pada masa pandemi COVID-19 agar fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan tetap melayani imunisasi anak di tengah pandemi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara cek desil BPS lewat HP melalui DTSEN dan Cek Bansos Kemensos serta kaitannya dengan wacana pembatasan pembelian Pertalite.
34 santri korban dugaan keracunan di Ponpes Manba'ul Hikam masih dirawat di RSI Siti Hajar dan dijadwalkan pulang Kamis pagi.
Jadwal KRL Jogja-Solo 3 September 2026 tersedia dari Yogyakarta hingga Palur. Cek waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.