Raja Harald V Mangkat, Indonesia Sampaikan Belasungkawa
Indonesia menyampaikan belasungkawa atas mangkatnya Raja Harald V dari Norwegia pada 28 Agustus dalam usia 89 tahun.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Saat membersihkan tubuh di kamar mandi, ternyata ada hal-hal yang harus diperhatikan. Beberapa kebiasaan di kamar mandi atau toilet bisa merugikan kesehatan vagina dan kewanitaan secara keseluruhan.
"Mengevaluasi ulang rutinitas kamar mandi dan rutinitas perawatan Anda bisa menjadi penting, tidak hanya untuk kesehatan genital tetapi juga kesehatan dan kebugaran seksual secara keseluruhan," ujar Dr. Leah Millheiser, seorang OB / GYN di Standford Medicine kepada Bustle.
Melansir dari Bustle, berikut lima kebiasaan yang tak baik untuk kesehatan kewanitaan, antara lain:
1. Cebok dari Belakang ke Depan
Membersihkan dari arah belakang (pantat) ke depan (vagina) nyatanya dapat mendorong bakteri ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
"Hal utama yang saya lihat adalah infeksi saluran kemih yang terjadi setelah perempuan tidak mengikuti teknik toileting yang benar," ujar ahli urologi bersertifikat Dr. Michael Ingber.
"Perempuan harus mengusap dari depan ke belakang untuk menghindari penyebaran bakteri ke saluran kemih," imbuhnya.
2. Tidak Duduk dengan Benar di Toilet
Kursi toilet tidak selalu menjadi tempat yang paling nyaman untuk diduduki terutama jika berada di toilet umum. Namun kencing dengan posisi duduk tak sempurna atau bokong tak menempel nyatanya bisa berbahaya bagi Anda
"Ini dapat mencegah otot-otot dasar panggul dari relaksasi dan menyebabkan disfungsi dasar panggul (PFD)," ujar spesialis dasar panggul Rachel Gelman, DPT, PT.
"PFD bisa berupa inkontinensia urin, nyeri saat buang air kecil, ragu-ragu buang air kecil, nyeri panggul, dan nyeri saat berhubungan seks," imbuhnya.
3. Mencukur Bulu Kemaluan dengan Alat Lama
Jika Anda memiliki alat cukur yang sama selama setahun penuh, mungkin sudah saatnya untuk menggantinya.
"Jangan gunakan pisau cukur yang sudah lama," kata Dr. Ronald D. Blatt, ginekolog, Kepala Ahli Bedah dan Direktur Medis dari Pusat Bedah Vagina Manhattan kepada Bustle.
"Luka akibat pisau cukur lama memang tak berbahaya, namun dapat berubah menjadi Folliculitis atau peradangan pada folikel rambut," imbuhnya.
4. Membersihkan Vulva Secara Berlebihan
Menurut ahli kandungan, terlalu berlebihan menggunakan sabun pada vulva bisa tak baik bagi keseshatan.
"Banyak perempuan yang membersihkan vulva atau vagina mereka terlalu berlebihan sehingga dapat mengiritasi kulit dan mengacaukan flora serta pH vagina," kata Gelman.
5. Menggunakan Produk dengan Pewangi
Sabun, pembalut, tisu hingga pembersih vagina dengan pewangi bisa berdampak buruk pada kesehatan.
"Jangan gunakan tisu toilet beraroma atau pembalut beraroma," kata Dr. Rebecca Levy-Gantt, seorang OB / GYN yang berbasis di California, kepada Bustle.
"Bahan kimia yang ada dalam pembalut dan tampon beraroma sebenarnya cenderung menyebabkan reaksi kimia, alergi, atau perubahan pada pH vagina. Hal ini menyebabkan gatal dan bau," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Indonesia menyampaikan belasungkawa atas mangkatnya Raja Harald V dari Norwegia pada 28 Agustus dalam usia 89 tahun.
KLHK menyegel 21 perusahaan terkait karhutla di tujuh provinsi. Kalimantan Barat terbanyak dengan tujuh perusahaan yang disegel.
Tujuh kambing warga Tepus, Gunungkidul, mati dengan luka gigitan diduga akibat serangan kawanan hewan liar di tengah kemarau
Polda Metro Jaya menetapkan 47 tersangka terkait kerusuhan di kawasan DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026. Tiga orang baru diamankan.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
BNPT mencatat 620 anak usia 11-18 tahun terpapar paham kekerasan dan radikalisme melalui media sosial hingga 26 Agustus 2026.