IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
152
Kaki Suryadharma tetap bersila, Lalu tangan kanannya diangkat, dan nenek iblis itu merasa ikatan mengendur. Ia mampu menggerakan badan, kemudian berjalan tersaruk-saruk sambil memaki-maki.
“Sekali ini aku mengaku kalah. Tapi Suryadharma jangan engkau berlega hati. Aku akan kembali sewaktu-waktu.” Suara parau nenek mengerikan itu terdengar jelas meski tubuhnya tak lagi kelihatan.
Pertempuran demang Kertapati dan Resi Kamayan menghadapi Lohgawe diteruskan lagi sesudah “reses” dengan hadirnya kembali nenek iblis yang hanya membuat gaduh. Lohgawe kini tidak bimbang lagi memukul atau pun menendang, bahkan berani menerima hantaman.
“Wuuttt!” Kaki kiri Kertapati menendang keras sekali dan kalau mengenai lutut Lohgawe tentu celaka sebab jika lutut patah ia pasti kalah. Namun dengan kegesitan mengagumkan, anak muda itu melompat ke arah Resi Kamayan sembari memukul kepalanya. Sang resi meski sempat menghindar namun ia memilih menangkis. Terjadi benturan dahsyat.
“Desss!” Resi Kamayan terpental ke belakang dengan muka pucat. Tenaganya kalah jauh
Pertempuran tiga orang sakti itu bukan lagi saling menjajaki. Setiap serangan yang dituju titik-titik fatal. Ketiganya sama-sama trengginas: tendang menendang; pukul memukul; namun masing-masing mampu menghindar dengan cekatan atau kadang sengaja saling mengadu tenaga. Tidak hanya Resi Kamayan, tapi demang Kertapati juga merasakan perubahan. Kekuatan anak muda itu berlipat ganda. Tanpa bersepakat, mereka menengok ke sudut gua, Eyang Suryadharma benar-benar “tidur” dalam tafakur. Jadi, dari mana Lohgawe beroleh tenaga tambahan, mereka hanya bisa bertanya-tanya dalam batin.
“Dukkk!” Sisi tangan kanan Lohgawe bertemu dengan lengan kiri Kertapati dan demang itu terhuyung-huyung sampai dua tombak.
Bocah keparat!” maki Kertapati.
“Plakkk!” Lengan kiri Lohgawe beradu dengan tangan kanan Resi Kamayan dan resi itu sempoyongan lima jangkah.
“Anak setan!” Demang Kertapati memaki. Tubuhnya basah oleh keringat. Resi Kamayan mukanya juga berpeluh. Matanya memandang Lohgawe dengan kagum. Sejauh ini belum pernah ditemui lawan setangguh pemuda yang seumuran anaknya itu (tapi sang resi pantang menikah).
“Anak muda, engkau hebat,” puji Resi Kamayan dengan napas memburu.
“Pertarungan ini berhenti atau dilanjutkan?” tanya Lohgawe.
“Berhenti kalau engkau sudah mati!” bentak demang Kertapati sembari melolos pusaka keris Naga Siluman luk tiga belas dhapur singa barong. Filosofi angka 13 menurut tradisi Jawa memiliki arti petaka. Pembuatan keris luk 13 dimaksudkan agar mempunyai tuah energi ampuh, sekaligus tolak bala dan menimbulkan aura perbawa bagi pemegangnya.
Lohgawe berdiri kokoh. Tangan kanannya mengusap keringat yang berdliweran di dahi.
“Kertapati. Kalau saja dengan kebesaran jiwa engkau menyerah, maka kita hentikan saja perkelahian sia-sia ini. Engkau hanya perlu mempertanggungjawabkan kelakuanmu di hadapan sang prabu.”
“Apa?!” Mata demang Kertapati seperti mengeluarkan bara. Ia disuruh menyerah?
“Bedebah Lohgawe! Engkau akan mati di ujung keris pusaka ini.” Tanpa memberi tanda apapun Kertapati langsung menusukkan kerisnya mengarah ulu hati Lohgawe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.