7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
132
Di kamar mewah, Nyi Padmarani siuman sesudah diurut pundak dan lehernya.
“Lohgawe, anakku Lohgawe, duh gusti.” Sinden itu menjerit, kemudian pingsan lagi.
“Ibu-ibu sebaiknya menunggu di luar. Bilik ini menjadi sumpek. Kasihan Nyi Padmarani, beliau butuh udara segar. Monggo ibu-ibu, dan juga kalian jangan kumpul semua di sini,” kata Darsi kepada dayang-dayang dengan suara lembut.
Darsi?! Darsi?!
Di sini Cakra Manggilingan bekerja. Wolak-walik zaman. Dulu di bawah, sekarang bisa di atas. Begitu sebaliknya. Darsi, yang cintanya bertepuk sebelah kaki, dan tidak terlaksana impi atau halusinasi menjadi selir demang Dinar, sekarang kasembadhan. Berkat campur tangan sang paman, Triman, ia kini selir kesayangannya demang Kertapati. Sekaligus orang kepercayaannya. Dan ketika terjadi siklus sejarah, maka betapa pun baiknya manusia, petaka tidak terelakkan.
“Nyi Padmarani, bagaimana keadaanmu? Saya ambilkan air putih hangat.” Darsi cekatan menuang minuman ke dalam gelas. Lalu diangsurkan kepada istri Ki Panjangmas itu.
Nyi Padmarani menggeleng dengan muka sembab. Ia tidak ingin minum.
“Lohgawe. Di mana dia?” desah sinden cantik itu.
“Putramukah?”
Nyi Padmarani mengangguk.
“Lohgawe, anakku ….”
“Tenanglah Nyi. Jangan cemas. Suamiku pasti dapat menemukan putramu. Aku jamin.”
“Siapa suamimu itu? Prajurit kademangan?”
“Bukan Nyi. Beliau demang Kertapati.” Darsi menjawab bangga.
Yang dikatakan Darsi tidak sepenuhnya keliru. Demang Kertapati ditemani paman guru Resi Kamayan, yang menjabat penasihat spiritual di Kademangan Tembayat, memang memburu Lohgawe, putra semata wayang dari kakak seperguruannya itu. Tentu dengan maksud khusus, di mana hanya demang itu, paman guru dan Tuhan yang tahu. Lohgawe seperti raib ditelan bumi.
“Kita mencari ke mana lagi, paman?” Demang Kertapati lesehan di atas sebuah akar yang menyembul di pinggir hutan. Napasnya sedikit terengah karena sekitar empat jam berlari di jalan makadam. Stamina demang jongos nafsu itu tidak seprima dulu.
“Entahlah.”
“Harimau putih itu?”
Resi Kamayan berdiri di bawah pohon ketepeng sambil merenung.
“Tampaknya macan itu peliharaan seorang linuwih.”
“Paman mengenalnya?”
“Samar-samar pernah aku dengar seorang yang konon kesaktiannya menyamai dewa Tapi aku ragu apakah dia masih hidup.”
“Siapa?”
“Kaki Suryadharma. Menurut kabar-kabur, kadigdayannya bisa disejajarkan dengan Patih Narotama, Pasung Grigis dan Raja Airlangga.”
“Celaka jika bocah itu menjadi murid manusia sakti.”
Resi Kamayan tertawa pendek.
“Jika engkau berhasil mengawini waranggana istri Panjangmas yang membuatmu tergila-gila siang malam itu berarti bocah itu anakmu juga. Apa yang engkau cemaskan?”
“Kalau Gayatri menolak?”
“Itu tugasmu bersama Darsi membujuknya. Bukan urusanku.”
“Paman benar-benar hebat. Bidikan panahmu tepat dan kuat. Walau Martapura termasuk digdaya, namun sama sekali tidak berdaya menghadapi paman, seperti juga Dinar dan Latri.”
Resi Kamayan mendengus dengan wajah dingin. Ia imun segala puja-puji melompong.
“Penggayuhku belum selesai. Bukankah paman berkenan menjadi patih Mataram?”
“Kertapati! Kalau mau menjadi prabu, tak cukup bertindak. Kau harus menjadi prabu itu sendiri.”
“Sendhika paman! Jadi, bagaimana rencana selanjutnya, paman?”
“Rencana terbaik adalah tidak memiliki rencana. Situasi kadang tidak terkendali.”
“Sendhika paman!”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Geely Xingyuan menjadi mobil terlaris di China sepanjang Februari-Juli 2026, mengungguli Tesla Model Y dan BYD. Dominasi kendaraan listrik semakin kuat dengan p
Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Tenggara pada 2025 dengan 42,2 juta kunjungan. Indonesia berada di posisi kelima dengan 15,4
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u