Hasil AFF Women's Cup 2026 Indonesia Ditahan Imbang Kamboja 1-1
Hasil AFF Women's Cup 2026, Timnas Putri Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Kamboja pada laga terakhir Grup B di Malaysia.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Kebanyakan orang membersihkan kotoran di telinganya secara rutin menggunakan cotton bud. Kotoran telinga bisa sangat menggangu, terlebih jika sudah sangat menumpuk. Meski begitu, kotoran telinga seharusnya tidak dibersihkan sendiri, terlebih menggunakan cutton bud atau alat lainnya.
Berdasarkan Healthy Hearing, seharusnya tidak ada benda asing yang dimasukkan ke telinga.
Baca juga: Work from Home Ternyata Membawa Manfaat Baik untuk Kesehatan Miss-V
Bahkan, American Academy of Otolaryngology atau Head and Neck Surgery Foundation menganjurkan untuk membiarkan kotoran telinga. Inilah alasannya.
1. Bukan tanda kebersihan yang buruk
Kotoran telinga, yang memiliki istilah medis serumen, memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Sebagai pelembab alami, mencegah kulit di dalam telinga tidak terlalu kering.
- Menjebak kotoran dari luar dan debu sebelum bisa menjangkau jauh ke dalam kanal.
- Menyerap sel kulit mati dan kotoran.
- Mencegah bakteri dan organisme menular lainnya mencapai telinga bagian dalam.
2. Bisa membersihkan sendiri
Dilansir Harvard Health Publishing, telinga dapat membersihkan diri sehingga tidak perlu dilakukan perawatan rutin.
Baca juga: Ini Bedanya Demam dan Batuk karena Gejala Flu dengan Covid-19
Kotoran telinga diproduksi di dalam saluran dan secara alami berpindah dari dalam ke luar.
3. Membersihkan telinga bisa berbahaya
Memasukkan cotton bud atau apa pun ke dalam telinga dapat merusak saluran atau gendang telinga. Bahkan, bisa mendorongnya lebih jauh ke dalam yang membuat lebih sulit untuk dikeluarkan.
Hal itu bisa menyebabkan perasaan tertekan di telinga dan pendengaran berkurang.
Lebih buruk lagi, gumpalan kotoran yang terdorong ke bawah di dekat gendang telinga dapat menyebabkan infeksi, dan ini sangat menyakitkan.
Beberapa orang mungkin memproduksi kotoran lebih banyak daripada yang lain. Komposisinya tergantung pada etnis, usia, lingkungan, hingga makanan.
Meski beberapa orang memandangnya sebagai sesuatu yang menjijikan, sebenarnya kotoran telinga adalah tanda bahwa indra pendengaran kita normal dan sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Hasil AFF Women's Cup 2026, Timnas Putri Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Kamboja pada laga terakhir Grup B di Malaysia.
Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza mendorong pembiayaan berbunga rendah dan perlindungan produk lokal saat meninjau PLUT Kulonprogo.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau RSUD Fatimah Az-Zahra di Palembang untuk memastikan penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan digitalisasi DIY harus memudahkan masyarakat dan memperkuat layanan publik yang inklusif.
KKO SMP Negeri 2 Temanggung membuka peluang bagi atlet muda untuk meraih prestasi olahraga tanpa mengabaikan pendidikan formal dan pembinaan karakter.
PLN kembali menghadirkan promo diskon tambah daya listrik 50 persen mulai 14-27 Juli 2026 melalui PLN Mobile. Simak syarat dan cara mendapatkannya.