Harga Sembako Banyumas Stabil Jelang Iduladha, Sapi Naik
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Sebuah studi menjelaskan perbedaan batuk dan demam sebagai gejala Covid-19 dengan batuk demam sebagai gejala flu biasa.
Melansir dari Healthline, peneliti dari University of Southern California (USC) berhasil menentukan bahwa ada urutan tertentu dalam kemunculan gejala pada Covid-19 yang berbeda dengan flu biasa.
"Urutan ini sangat penting diketahui ketika kita memiliki siklus penyakit yang tumpang tindih seperti flu yang bertepatan dengan infeksi Covid-19," kata Peter Kuhn, PhD, salah satu penulis studi yang juga profesor kedokteran, teknik biomedis, kedirgantaraan dan teknik mesin di USC.
"Dokter dapat menentukan langkah apa yang harus diambil untuk merawat pasien dan mencegah kondisi pasien memburuk," imbuhnya.
Baca Juga: Melahirkan Bayi Berat 4 Kg secara Normal Bisa Berefek Buruk ke Vagina
Guna memprediksi urutan gejala, para peneliti menganalisis tingkat kejadian gejala yang dikumpulkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan lebih dari 55.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di China.
Mereka juga melihat kumpulan data dari hampir 1.100 kasus yang dikumpulkan antara Desember dan Januari oleh China Medical Treatment Expert Group.
Untuk membandingkan urutan gejala Covid-19 dengan influenza, para peneliti menganalisis data lebih dari 2.000 kasus Covid-19 dan influenza di Amerika Utara dan Eropa yang dilaporkan ke otoritas kesehatan antara tahun 1994 dan 1998.
Lalu, apa bedanya batuk demam karena flu dengan gejala Covid-19?
Berdasarkan temuan penelitian, pasien Covid-19 cenderung demam terlebih dahulu kemudian mengalami batuk dan nyeri otot, lalu mual atau muntah hingga diare.
Sementara pada flu musiman, gejala yang muncul lebih dulu biasanya batuk yang kemudian disusul dengan demam.
Baca Juga: Hasil Penelitian, Menulis Tujuan Besar Ternyata Bisa Dorong Penghasilan Lebih Tinggi
"Studi ini menemukan bahwa pasien flu musiman lebih umum mengembangkan batuk sebelum timbulnya demam," kata Dr. Robert Glatter, dokter darurat, Rumah Sakit Lenox Hill, di New York, kepada Healthline.
"Pada kenyataannya, ini mungkin sulit untuk dilihat karena flu sering kali dimulai secara tiba-tiba dengan tiga serangkai gejala, termasuk sakit punggung, menggigil, bersama dengan batuk kering," imbuhnya.
"Hasil kami mendukung gagasan bahwa demam yang terjadi lebih dulu harus digunakan untuk menyaring kedatangan orang ke fasilitas umum," catat para penulis penelitian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
Jenis garam untuk hipertensi, perbandingan sodium, dan pilihan lebih aman bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Elon Musk sebut Neuralink "teknologi level Yesus". Klaim ambisius ini tuai kritik pakar karena kurangnya bukti ilmiah. Simak fakta selengkapnya di sini.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.