Perokok Wajib Tahu! Ini Cara Rokok Memicu Kanker Mulut

Newswire
Newswire Rabu, 13 Mei 2026 17:47 WIB
Perokok Wajib Tahu! Ini Cara Rokok Memicu Kanker Mulut

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan merokok kembali menjadi sorotan karena dampaknya yang serius terhadap kesehatan, khususnya risiko kanker mulut. Penyakit ini dapat menyerang berbagai bagian, mulai dari lidah, gusi, pipi bagian dalam, hingga tenggorokan.

Dokter gigi kosmetik dan restoratif Yev Davydov, D.D.S menegaskan bahwa produk sampingan dari rokok menciptakan lingkungan beracun di dalam rongga mulut.

"Paparan yang sering dan dalam jangka waktu lama sangat berkaitan dengan peningkatan risiko kanker mulut," katanya.

Kandungan Berbahaya Rokok Rusak DNA

Asap rokok diketahui mengandung lebih dari 70 zat kimia karsinogenik yang dapat memicu kanker. Zat-zat ini secara langsung menempel pada jaringan lunak di dalam mulut.

Dokter gigi estetik Pia Lieb, D.D.S menjelaskan bagaimana proses tersebut terjadi dalam tubuh.

"Saat Anda merokok, bahan kimia tersebut melapisi lidah, pipi, gusi, dan dasar mulut, merusak DNA dalam sel-sel tersebut selama bertahun-tahun," ujarnya.

Kerusakan DNA inilah yang kemudian memicu pertumbuhan sel abnormal.

"Sel-sel dengan DNA yang rusak mulai membelah secara abnormal, dan di situlah kanker dimulai," tambahnya.

Peradangan Kronis Percepat Risiko Kanker

Selain merusak DNA, kebiasaan merokok juga menyebabkan peradangan kronis di jaringan mulut. Kondisi ini membuat sel-sel normal sulit berfungsi dengan baik dan meningkatkan peluang mutasi.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat perkembangan kanker tanpa gejala yang jelas di tahap awal.

Risiko kanker mulut akan meningkat drastis jika kebiasaan merokok disertai konsumsi alkohol. Kedua faktor ini bekerja saling memperkuat.

Alkohol berperan sebagai pelarut yang memudahkan zat karsinogen dari asap rokok menembus jaringan mulut dan tenggorokan lebih dalam.

Akibatnya, paparan zat berbahaya menjadi lebih intens dan berisiko tinggi memicu kanker.

Berhenti Merokok Turunkan Risiko Secara Signifikan

Kabar baiknya, risiko kanker mulut dapat menurun jika seseorang berhenti merokok. Perubahan ini bahkan bisa terlihat dalam beberapa tahun.

Lima tahun setelah berhenti, risiko kanker mulut, tenggorokan, dan kerongkongan bisa berkurang hingga 50 persen.

"Dalam waktu 10 hingga 20 tahun, risiko mantan perokok mendekati risiko seseorang yang tidak pernah merokok. Mulut memiliki kemampuan luar biasa untuk sembuh begitu serangan berhenti," kata Lieb.

Cara Melindungi Kesehatan Mulut

Selain berhenti merokok, menjaga kebersihan mulut menjadi langkah penting dalam pencegahan kanker. Rutin menyikat gigi dua kali sehari dan melakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara berkala dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini.

Selain itu, vaksinasi juga dianjurkan untuk mencegah infeksi HPV, yang diketahui dapat menjadi salah satu penyebab kanker mulut.

Kanker mulut sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Oleh karena itu, kesadaran akan faktor risiko seperti merokok menjadi kunci utama pencegahan.

Menghentikan kebiasaan merokok bukan hanya memperbaiki kesehatan secara umum, tetapi juga menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari risiko kanker yang mematikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online