Pendaki Asal Bogor Meninggal Saat Turun dari Gunung Merbabu
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
“Mundur! Ayo mundur!” perintah Pranacitra berkali-kali.
Tapi, mundur ke mana?!
“Ayo mundur. Serang bagian belakang. Cari jalan darah!” teriak Pranacitra yang seakan tidak memedulikan lengan kanannya tertusuk anak panah.
Sisa-sisa tentara berlaku nekat. Pikir masing-masing prajurit, daripada mati terbakar api, lebih gagah balik ke arah semula dan jika toh mereka kena panah itulah risiko peperangan. Saat mereka dekat dengan api yang berkobar-kobar, ternyata hanya dedaunan kering diikat menjadi satu, bukan pohon yang terbakar sebagaimana dugaan semula.
Dengan gagang tombak mereka berhasil memadamkan api, kemudian menerobos pohon dan hujan anak panah yang sekarang dibidikkan ke arah para prajurit balik badan. Lagi-lagi tak terhitung korban berjatuhan bersimbah darah. Sisa-sisa laskar itu akhirnya berhasil keluar dari “hutan pembantaian” itu kendati jumlahnya susut drastis.
“Semua berbaris rapi,” Pranacitra memberi komando. Lengannya sudah dibalut angkin, luka pun telah mampat.
Para prajurit tertib berbaris. Sesudah “sensus” ternyata yang berhasil menyelamatkan diri hanya lima puluh dua orang. Sebagian memang korban perang, sebagian lainnya justru melarikan diri, termasuk Dobleh dan kawan-kawan sejawatnya, para penyamun.
“Kumbo dan engkau Seteng, kalian balik ke Tembayat, lapor kepada Demang Suradipa, aku memerlukan bantuan seratus orang prajurit,” perintah Pranacitra yang langsung dijalankan. Seteng dan kawannya mencongklang kuda menuju kademangan Tembayat dalam gulita malam. Namun di tengah jalan mereka disergap Damar dan Dinar. Dua pemuda perkasa itu sekarang menggantikan posisi dua pesuruh itu. Ke mana mereka pergi?!
“Dinar, kita ke Tembayat!” ujar Damar singkat.
Sahabatnya mengangguk. Berdasar laporan telik sandi yang disebar di Tembayat, Damar tahu bahwa prajurit yang terpapar doktrin Demang Suradipa ada tiga ratus orang. Maka diaturlah siasat agar semua tentara bayaran itu terpancing masuk hutan Anjali.
Pada keesokan hari, Damar dan Dinar tiba di Tembayat. “Aku sudah dikenal oleh warga kademangan. Engkau saja yang memberi laporan,” usul Damar diangguki sahabatnya. Sedikit pun mereka tidak mengira, bahwa di kademangan terjadi peristiwa mengenaskan.
*******
PANGERAN Arumbinang dengan “support” habis-habisan dari pengendang Pardiman – malam itu juga sesudah wayah sepi wong dan jelang pagi buta setelah Demang Suradipa nyenyak dalam pelukan mimpi – berhasil mengadakan “kopi darat” dengan, siapa lagi, jika bukan Nimas Lembah. Keduanya sama muda, paling tiga tahun sang pengeran lebih tua;- Keduanya sama elok, yang satu tampan, satunya jelita; Keduanya, indah di kulit, namun kusam di moral;- Keduanya, sama-sama jatuh hati sekaligus jatuh berahi pada pandangan pertama. Atas “petunjuk” Pardiman, mereka mengadakan “langen swara” tembang sinom dan asmaradhana.
Lagi-lagi wicara pujangga lama benar adanya. Bahwa laku sesat merupakan awal petaka. Sang pangeran, dan sang sinden, tentu merasa “tersesat di jalan yang benar” toh mereka sukarela dalam mengumbar libido, lagipula tidak elok rasanya wanita sangat belia lama berada di dekapan lelaki menjelang malam macam Ki Suradipa.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 040
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Dua pekerja proyek ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencurian kabel instalasi listrik di pabrik tekstil Karanganyar usai memanfaatkan akses kerja.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.