Klasemen Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 22 Medali
Klasemen Asian Games 2026 Jumat 25 September pukul 11.00 WIB. Indonesia mengoleksi 22 medali setelah tambahan dua perunggu dari sepak takraw dan sepeda gunung.
Foto ilustrasi kopi hitam, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Ampas kopi biasanya berakhir di tempat sampah atau kompos. Namun, tren di media sosial kini mendorong orang menggunakan sisa seduhan kopi untuk membersihkan kloset.
Cara tersebut disebut dapat membantu mengurangi bau sekaligus mengikis noda ringan pada permukaan kloset. Tren ini dilaporkan menyebar dari Jerman ke sejumlah negara Eropa hingga Amerika Serikat.
Caranya sederhana. Ampas kopi bekas seduhan ditaburkan ke dalam mangkuk kloset, kemudian digosok menggunakan sikat sebelum disiram.
Daya tarik metode tersebut terletak pada anggapan bahwa ampas kopi merupakan bahan alami yang murah dan dapat menggantikan sebagian produk pembersih berbahan kimia.
Ada dasar ilmiah untuk klaim bahwa ampas kopi memiliki kemampuan menyerap atau menjerap senyawa tertentu. Penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed, misalnya, menemukan bahwa ampas kopi bekas seduhan dapat mengadsorpsi sejumlah senyawa organik volatil (VOC).
Penelitian lain mengenai pemanfaatan ampas kopi juga menemukan potensi pengurangan senyawa penyebab bau dalam kondisi tertentu. Namun, penelitian tersebut tidak berarti bahwa memasukkan ampas kopi ke dalam kloset lalu membilasnya merupakan metode pembersihan toilet yang telah terbukti efektif.
Dengan kata lain, kemampuan ampas kopi menyerap bau tidak bisa langsung disamakan dengan efektivitasnya sebagai pembersih kloset.
Butiran ampas kopi memiliki tekstur yang dapat memberikan efek abrasif ketika digunakan untuk menggosok permukaan. Karena itu, secara kasatmata metode tersebut mungkin membuat sebagian noda ringan terangkat.
Persoalannya muncul setelah ampas kopi ikut masuk ke saluran pembuangan.
Berbeda dengan bahan yang larut dalam air, ampas kopi tetap berupa partikel padat setelah diseduh. Ketika masuk ke sistem perpipaan, material tersebut dapat mengendap di bagian tertentu dan menggumpal, terutama jika bercampur dengan endapan atau material lain.
Risiko serupa telah diketahui pada saluran pembuangan rumah tangga. Ampas kopi yang masuk ke pipa dapat menumpuk dan menghambat aliran air.
Karena itu, meskipun kloset memiliki saluran yang berbeda dengan wastafel dapur, membuang ampas kopi secara sengaja ke dalam sistem pembuangan tetap bukan pilihan yang aman untuk menjaga perpipaan.
Penggunaan bahan alami tidak otomatis membuat sebuah metode aman bagi infrastruktur rumah.
Ampas kopi memang dapat dimanfaatkan kembali. Namun, tempat penggunaannya perlu disesuaikan. Memasukkannya ke saluran pembuangan justru menghilangkan salah satu manfaat utama dari pemanfaatan limbah tersebut.
Sejumlah sumber menyarankan ampas kopi digunakan sebagai bahan kompos atau dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga lain, bukan dibuang melalui saluran air.
Jika tujuan utamanya membersihkan kloset, gunakan produk atau metode yang memang diperuntukkan bagi permukaan dan sistem sanitasi toilet. Sementara itu, ampas kopi bekas seduhan dapat dipisahkan untuk kompos atau pengelolaan sampah organik.
Jadi, persoalannya bukan semata-mata apakah ampas kopi memiliki manfaat. Ampas kopi memang memiliki sejumlah potensi, termasuk dalam penyerapan bau, tetapi membuangnya ke kloset dapat menimbulkan persoalan pada saluran pembuangan.
Tren media sosial sebaiknya tidak langsung diikuti sebelum mempertimbangkan apa yang terjadi setelah bahan tersebut disiram dan masuk ke dalam pipa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klasemen Asian Games 2026 Jumat 25 September pukul 11.00 WIB. Indonesia mengoleksi 22 medali setelah tambahan dua perunggu dari sepak takraw dan sepeda gunung.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.