Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September, Cek Jam Berangkat
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Ilustrasi. /Everypixel
Harianjogja.com, JOGJA— Golongan darah O memiliki peran penting dalam transfusi darah. Namun, golongan darah O tidak otomatis bisa menerima darah dari semua jenis golongan darah.
Dalam sistem transfusi sel darah merah, golongan darah O terbagi menjadi O positif (O+) dan O negatif (O-). Keduanya sama-sama tidak memiliki antigen A dan B pada permukaan sel darah merah, tetapi memiliki perbedaan pada faktor Rh.
Perbedaan tersebut membuat aturan donor dan penerimaan darah O+ dan O- tidak sama. Bahkan, O- yang dapat menjadi donor sel darah merah untuk semua golongan justru hanya dapat menerima darah dari O-.
Lantas, mengapa hal itu bisa terjadi?
Sistem golongan darah ABO membagi darah menjadi empat kelompok utama, yakni A, B, AB, dan O. Setiap kelompok tersebut kemudian dapat memiliki faktor Rhesus (Rh) positif atau negatif sehingga dikenal delapan golongan darah yang umum, yaitu A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+, dan O-.
Perbedaan golongan darah ditentukan antara lain oleh antigen pada permukaan sel darah merah. Golongan A memiliki antigen A, golongan B memiliki antigen B, sedangkan golongan AB memiliki antigen A dan B.
Sementara itu, sel darah merah golongan O tidak memiliki antigen A maupun B. Adapun tanda positif atau negatif menunjukkan ada atau tidaknya faktor Rh pada sel darah merah.
Jika faktor Rh terdapat pada permukaan sel darah merah, golongan tersebut disebut Rh positif. Sebaliknya, jika tidak terdapat faktor RhD, golongan darah disebut Rh negatif.
Karena itu, O+ dan O- memiliki karakteristik yang berbeda dalam transfusi meski sama-sama termasuk golongan O.
O- sering disebut sebagai donor universal untuk sel darah merah. Hal ini karena sel darah merah O- tidak memiliki antigen A, B, maupun RhD.
Karakteristik tersebut membuat sel darah merah O- dapat diberikan kepada penerima dari berbagai golongan ABO dan Rh. Karena itu, O- sangat penting dalam situasi darurat ketika golongan darah pasien belum diketahui atau pemeriksaan kompatibilitas belum dapat dilakukan secara lengkap.
Namun, istilah donor universal perlu dipahami secara tepat. Sebutan tersebut berlaku untuk sel darah merah, bukan berarti semua komponen darah dari O- dapat diberikan kepada siapa saja. Aturan transfusi plasma, misalnya, berbeda dengan sel darah merah.
O+ juga dapat mendonorkan sel darah merah kepada sejumlah golongan. Namun, jangkauannya lebih terbatas dibandingkan O-.
Sel darah merah O+ dapat diberikan kepada penerima dengan golongan O+, A+, B+, dan AB+. Artinya, O+ dapat mendonorkan sel darah merah kepada penerima yang memiliki faktor Rh positif, tetapi tidak kepada penerima Rh negatif dalam aturan transfusi sel darah merah rutin.
Karena itu, O+ bukan donor universal. Meski demikian, golongan ini memiliki peran besar dalam persediaan darah karena termasuk golongan darah yang paling banyak ditemukan.
Kemampuan mendonorkan darah ke banyak golongan tidak berarti seseorang dengan golongan O- dapat menerima darah dari semua golongan.
Dalam transfusi sel darah merah, penerima O- umumnya hanya dapat menerima sel darah merah O-. Pasalnya, memasukkan sel darah merah yang membawa antigen A, B, atau RhD yang tidak sesuai dapat memicu reaksi imun.
Inilah yang membuat posisi O- terlihat berbeda. Sel darah merahnya dapat digunakan untuk berbagai golongan penerima, tetapi ketika pemilik O- membutuhkan transfusi, pilihan donor yang kompatibel sangat terbatas.
Karakteristik tersebut juga menjadi alasan persediaan O- perlu dijaga, terutama untuk kebutuhan transfusi darurat.
Pemilik golongan darah O+ memiliki pilihan donor yang sedikit lebih luas dibandingkan O-.
Seseorang dengan golongan O+ dapat menerima sel darah merah dari O+ maupun O-. Sebaliknya, sel darah merah O+ dapat diberikan kepada O+, A+, B+, dan AB+.
Perbedaan ini berkaitan dengan faktor Rh. Pemilik O+ memiliki faktor Rh, sehingga dalam transfusi sel darah merah mereka dapat menerima darah O+ maupun O-.
Dengan demikian, mengetahui golongan darah sebaiknya tidak berhenti pada huruf O. Tanda positif atau negatif juga penting untuk menentukan kecocokan transfusi.
Kecocokan darah berkaitan dengan antigen dan antibodi. Antigen berada pada permukaan sel darah merah, sedangkan antibodi terdapat dalam plasma.
Pada sistem ABO, seseorang dengan golongan O tidak memiliki antigen A dan B pada sel darah merah. Sebaliknya, plasma golongan O memiliki antibodi terhadap antigen A dan B.
Jika darah yang tidak sesuai diberikan, antibodi dapat mengenali antigen tertentu sebagai benda asing dan memicu reaksi transfusi. Karena itu, kecocokan darah harus diperiksa sebelum transfusi dilakukan.
Selain sistem ABO dan Rh, terdapat banyak antigen darah lain yang juga dapat berpengaruh terhadap kecocokan transfusi. Oleh sebab itu, keputusan mengenai darah yang akan diberikan tetap dilakukan oleh tenaga medis berdasarkan pemeriksaan dan kondisi pasien.
Golongan darah O termasuk yang paling banyak ditemukan. Berdasarkan data Vitalant, sekitar 39% populasi yang menjadi rujukannya memiliki golongan O+, sedangkan sekitar 7% memiliki O-.
Tingginya jumlah O+ membuat darah tersebut banyak digunakan dalam transfusi. Sementara itu, O- memiliki nilai penting dalam kondisi darurat karena sel darah merahnya dapat diberikan kepada berbagai golongan ketika golongan darah pasien belum diketahui.
Karena kebutuhan tersebut, ketersediaan donor O+ maupun O- tetap penting untuk menjaga persediaan darah.
Seseorang dapat mengetahui golongan darah melalui pemeriksaan sampel darah. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di fasilitas layanan kesehatan.
Golongan darah juga dapat diketahui ketika seseorang melakukan donor darah. Lembaga donor akan melakukan pemeriksaan terhadap darah yang didonasikan dan memberikan informasi mengenai golongan darah pendonor.
Mengetahui golongan darah sejak awal dapat menjadi informasi penting apabila seseorang suatu saat membutuhkan transfusi atau ingin menjadi pendonor.
Yang perlu diingat, aturan di atas terutama membahas kecocokan transfusi sel darah merah. Untuk plasma dan komponen darah lainnya, aturan kompatibilitas dapat berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Tren menggunakan ampas kopi untuk membersihkan kloset viral di media sosial. Benarkah efektif? Ini manfaat dan risiko ampas kopi bagi saluran pembuangan.
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Cristiano Ronaldo mengejar 1.000 gol karier dan ingin membawa Portugal menjuarai UEFA Nations League 2026/2027 bersama Jorge Jesus.
Cari mobil Jerman bekas dengan harga terjangkau? Ini 9 pilihan BMW, Mercedes-Benz, Volkswagen, dan Audi mulai Rp50 jutaan hingga di bawah Rp200 juta.
Ditjenpas Jabar mendalami dugaan pungutan Rp150.000 per pekan di Lapas Cibinong serta temuan fasilitas mirip apartemen dan dugaan minuman beralkohol.