O+ dan O- Bisa Donor ke Siapa? Ini Aturan Transfusi Darah O

Jumali
Jumali Kamis, 24 September 2026 20:47 WIB
O+ dan O- Bisa Donor ke Siapa? Ini Aturan Transfusi Darah O

Ilustrasi. /Everypixel

Harianjogja.com, JOGJA— Golongan darah O memiliki peran penting dalam transfusi darah. Namun, golongan darah O tidak otomatis bisa menerima darah dari semua jenis golongan darah.

Dalam sistem transfusi sel darah merah, golongan darah O terbagi menjadi O positif (O+) dan O negatif (O-). Keduanya sama-sama tidak memiliki antigen A dan B pada permukaan sel darah merah, tetapi memiliki perbedaan pada faktor Rh.

Perbedaan tersebut membuat aturan donor dan penerimaan darah O+ dan O- tidak sama. Bahkan, O- yang dapat menjadi donor sel darah merah untuk semua golongan justru hanya dapat menerima darah dari O-.

Lantas, mengapa hal itu bisa terjadi?

Mengenal Golongan Darah ABO dan Rh

Sistem golongan darah ABO membagi darah menjadi empat kelompok utama, yakni A, B, AB, dan O. Setiap kelompok tersebut kemudian dapat memiliki faktor Rhesus (Rh) positif atau negatif sehingga dikenal delapan golongan darah yang umum, yaitu A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+, dan O-.

Perbedaan golongan darah ditentukan antara lain oleh antigen pada permukaan sel darah merah. Golongan A memiliki antigen A, golongan B memiliki antigen B, sedangkan golongan AB memiliki antigen A dan B.

Sementara itu, sel darah merah golongan O tidak memiliki antigen A maupun B. Adapun tanda positif atau negatif menunjukkan ada atau tidaknya faktor Rh pada sel darah merah.

Jika faktor Rh terdapat pada permukaan sel darah merah, golongan tersebut disebut Rh positif. Sebaliknya, jika tidak terdapat faktor RhD, golongan darah disebut Rh negatif.

Karena itu, O+ dan O- memiliki karakteristik yang berbeda dalam transfusi meski sama-sama termasuk golongan O.

Mengapa O- Disebut Donor Universal?

O- sering disebut sebagai donor universal untuk sel darah merah. Hal ini karena sel darah merah O- tidak memiliki antigen A, B, maupun RhD.

Karakteristik tersebut membuat sel darah merah O- dapat diberikan kepada penerima dari berbagai golongan ABO dan Rh. Karena itu, O- sangat penting dalam situasi darurat ketika golongan darah pasien belum diketahui atau pemeriksaan kompatibilitas belum dapat dilakukan secara lengkap.

Namun, istilah donor universal perlu dipahami secara tepat. Sebutan tersebut berlaku untuk sel darah merah, bukan berarti semua komponen darah dari O- dapat diberikan kepada siapa saja. Aturan transfusi plasma, misalnya, berbeda dengan sel darah merah.

O+ Bisa Donor ke Golongan Apa?

O+ juga dapat mendonorkan sel darah merah kepada sejumlah golongan. Namun, jangkauannya lebih terbatas dibandingkan O-.

Sel darah merah O+ dapat diberikan kepada penerima dengan golongan O+, A+, B+, dan AB+. Artinya, O+ dapat mendonorkan sel darah merah kepada penerima yang memiliki faktor Rh positif, tetapi tidak kepada penerima Rh negatif dalam aturan transfusi sel darah merah rutin.

Karena itu, O+ bukan donor universal. Meski demikian, golongan ini memiliki peran besar dalam persediaan darah karena termasuk golongan darah yang paling banyak ditemukan.

Mengapa Pemilik O- Hanya Bisa Menerima O-?

Kemampuan mendonorkan darah ke banyak golongan tidak berarti seseorang dengan golongan O- dapat menerima darah dari semua golongan.

Dalam transfusi sel darah merah, penerima O- umumnya hanya dapat menerima sel darah merah O-. Pasalnya, memasukkan sel darah merah yang membawa antigen A, B, atau RhD yang tidak sesuai dapat memicu reaksi imun.

Inilah yang membuat posisi O- terlihat berbeda. Sel darah merahnya dapat digunakan untuk berbagai golongan penerima, tetapi ketika pemilik O- membutuhkan transfusi, pilihan donor yang kompatibel sangat terbatas.

Karakteristik tersebut juga menjadi alasan persediaan O- perlu dijaga, terutama untuk kebutuhan transfusi darurat.

Bagaimana dengan O+?

Pemilik golongan darah O+ memiliki pilihan donor yang sedikit lebih luas dibandingkan O-.

Seseorang dengan golongan O+ dapat menerima sel darah merah dari O+ maupun O-. Sebaliknya, sel darah merah O+ dapat diberikan kepada O+, A+, B+, dan AB+.

Perbedaan ini berkaitan dengan faktor Rh. Pemilik O+ memiliki faktor Rh, sehingga dalam transfusi sel darah merah mereka dapat menerima darah O+ maupun O-.

Dengan demikian, mengetahui golongan darah sebaiknya tidak berhenti pada huruf O. Tanda positif atau negatif juga penting untuk menentukan kecocokan transfusi.

Antigen dan Antibodi Berperan dalam Transfusi

Kecocokan darah berkaitan dengan antigen dan antibodi. Antigen berada pada permukaan sel darah merah, sedangkan antibodi terdapat dalam plasma.

Pada sistem ABO, seseorang dengan golongan O tidak memiliki antigen A dan B pada sel darah merah. Sebaliknya, plasma golongan O memiliki antibodi terhadap antigen A dan B.

Jika darah yang tidak sesuai diberikan, antibodi dapat mengenali antigen tertentu sebagai benda asing dan memicu reaksi transfusi. Karena itu, kecocokan darah harus diperiksa sebelum transfusi dilakukan.

Selain sistem ABO dan Rh, terdapat banyak antigen darah lain yang juga dapat berpengaruh terhadap kecocokan transfusi. Oleh sebab itu, keputusan mengenai darah yang akan diberikan tetap dilakukan oleh tenaga medis berdasarkan pemeriksaan dan kondisi pasien.

O+ dan O- Termasuk Golongan yang Banyak Dibutuhkan

Golongan darah O termasuk yang paling banyak ditemukan. Berdasarkan data Vitalant, sekitar 39% populasi yang menjadi rujukannya memiliki golongan O+, sedangkan sekitar 7% memiliki O-.

Tingginya jumlah O+ membuat darah tersebut banyak digunakan dalam transfusi. Sementara itu, O- memiliki nilai penting dalam kondisi darurat karena sel darah merahnya dapat diberikan kepada berbagai golongan ketika golongan darah pasien belum diketahui.

Karena kebutuhan tersebut, ketersediaan donor O+ maupun O- tetap penting untuk menjaga persediaan darah.

Bagaimana Cara Mengetahui Golongan Darah?

Seseorang dapat mengetahui golongan darah melalui pemeriksaan sampel darah. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di fasilitas layanan kesehatan.

Golongan darah juga dapat diketahui ketika seseorang melakukan donor darah. Lembaga donor akan melakukan pemeriksaan terhadap darah yang didonasikan dan memberikan informasi mengenai golongan darah pendonor.

Mengetahui golongan darah sejak awal dapat menjadi informasi penting apabila seseorang suatu saat membutuhkan transfusi atau ingin menjadi pendonor.

Yang perlu diingat, aturan di atas terutama membahas kecocokan transfusi sel darah merah. Untuk plasma dan komponen darah lainnya, aturan kompatibilitas dapat berbeda.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online