Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Terbatas
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-- Saat terlalu lama duduk atau tidak bergerak, ada orang yang kemudian menggerakkan tulangnya hingga berbunyi kretek. Sebagian orang juga terkadang sengaja membunyikan jari kakinya saat terasa pegal. Amankah melakukan hal tersebut.
Menurut, Andrew Goldberg, konsultan ahli bedah kaki dan pergelangan kaki ortopedi di Rumah Sakit Wellington, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari hal tersebut. Bunyi \'Kretek\' atau \'click\' adalah normal dan sangat umum.
Hal itu juga sering digunakan oleh terapis pijat dan ahli refleksi untuk menunjukkan pengobatan yang efektif. Beberapa orang juga merasa puas saat membunyikan jari atau ketika kaki ditarik.
Andrew mengatakan bahwa jika bunyi \'kretek\' tidak menyakitkan, kemungkinan akan baik-baik saja. Dia menambahkan, bahwa penyebab bunyi itu rumit, tetapi entah karena perubahan tekanan atau tendon patah.
"Semua sendi manusia memiliki sedikit cairan, yang disebut cairan sinovial, yang bertindak sebagai pelumas untuk mencegah gesekan dan kekakuan. Sendi dikelilingi oleh kapsul yang seperti segel vakum," kata dia seperti dilansir dari Metro UK.
Suatu bunyi \'kretek\' dianggap berasal dari perubahan tekanan dan volume sendi ketika gelembung-gelembung kecil oksigen atau nitrogen terbentuk dan pecah menyebabkan suara patah.
‘Selain itu, persendian disatukan oleh ligamen dan digerakkan oleh tendon. Baik ligamen dan tendon dapat menggosok ke tulang kaki Anda sehingga menyebabkan suara patah juga," kata dia.
Namun Andrew menekankan bahwa jari-jari kaki yang menekan tidak normal harus diperiksa. Dia menambahkan, jika merasakan sakit ketika jari-jari kaki berbunyi atau melihat adanya kemerahan atau bengkak, maka itu bisa menunjukkan masalah seperti kerusakan sendi atau jaringan lunak.
Umumnya orang mengira bahwa membunyikan jari dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius, seperti radang sendi, tetapi Andrew mengingkari kepercayaan ini.
Dia mengatakan:, penelitian yang mencoba menemukan hubungan antara membunyikan jari kaki dan radang sendi pada jari kaki tidak menunjukkan hubungan di antara mereka sama sekali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.
Kemenhaj verifikasi ulang 400.000 data antrean haji yang berpotensi mengurangi daftar tunggu dan memangkas waktu keberangkatan.
Ratusan santri Ponpes Mambai'ul Hikam Sidoarjo diduga keracunan setelah menyantap MBG. Sampel makanan diperiksa di laboratorium.
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.