Guru PPPK Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027, Ini Penjelasan Istana
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.
Harianjogja.com, JAKARTA - Manusia harus membuang cairan sisa metabolisme tubuh melalui buang air kecil. Buang air kecil umumnya sering terjadi jika kita minum terlalu banyak.
Tapi apakah Anda termasuk orang yang sering ingin buang air kecil begitu tiba di rumah? Jika ya, ahli kesehatan mengatakan hal ini juga dirasakan sebagian orang.
"Ini adalah fenomena nyata," Sandip Vasavada, MD, seorang ahli urologi di Cleveland Clinic, seperti dilansir Health.
Menurut dia, berbagai perilaku yang kita lakukan dalam perjalanan dapat memicu perasaan ingin buang air, bahkan membuka pintu ke rumah sekalipun.
Vasada mengatakan, beberapa pasiennya mengaku ingin buang air kecil saat membuka pintu garasi. Menurut dia, fenomena ini sangat umum dan kerap disebut "inkontinensia latchkey" — menurut satu studi tahun 2015 dalam jurnal Biomedical Research.
Lebih lanjut, ini tanda sindrom kandung kemih yang terlalu aktif (OAB). Belum diketahui penyebab pasti hal ini namun penelitian pada tahun 2015 menunjukkan itu mungkin semacam "pengondisian" keinginan kuat untuk buang air kecil dan kehilangan urin saat tiba di rumah.
Ada beberapa skenario yang biasanya memicu hal ini yakni mencuci tangan atau mandi menggunakan air hangat dan cuaca dingin.
Tentu saja, gejala OAB lebih dari kebutuhan darurat untuk buang air kecil, karena pemicu tertentu. Sering buang air kecil sepanjang hari termasuk malam hari, kandung kemih yang terlalu aktif bisa jadi tanda "kebocoran," atau inkontinensia (sulit menahan buang air kecil).
Namun, inkontinensia secara umum juga dapat disebabkan oleh berbagai masalah lain, termasuk kerusakan saraf, sembelit dan operasi.
Kebanyakan orang memandang OAB sebagai efek samping penuaan, daripada kondisi yang membutuhkan perawatan, menurut National Association for Continence (NAFC).
Beberapa orang mengubah pola makan, termasuk asupan cairan untuk mengontrol kondisi mereka. Menurut ahli urologi dari Mount Sinai, Sovrin M Shah, Anda perlu memantau asupan kafein dan alkohol ketika memiliki kandung kemih yang terlalu aktif.
Selain itu, beberapa obat dapat digunakan untuk mengontrol saraf kandung kemih, dan dalam kasus yang ekstrem, dokter mungkin mempertimbangkan pembedahan untuk memperbesar kandung kemih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.
Pieter Huistra absen latihan PSS Sleman karena menghadiri rapat PSSI di Jakarta. Demerson memimpin latihan jelang laga kontra Bali United.
Mentan Amran Sulaiman memecat 13 pejabat Kementan karena terlibat judi online dan pelanggaran disiplin setelah peringatan diabaikan.
UU PDP mengatur denda administratif hingga 2% pendapatan tahunan perusahaan. Simak jenis sanksi dan mekanisme pengaduannya.
Muka air Waduk Sermo Kulonprogo turun hingga 132,2 mdpl. Meski debit sungai 0 m3 per detik, cadangan air masih aman.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan kesiapan anak masuk SD bukan hanya soal membaca, menulis, dan berhitung.