Heboh Isu PHK Massal Sopir Tangki Sumut, Begini Penjelasan Pertamina
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Harianjogja.com, JAKARTA - Manusia harus membuang cairan sisa metabolisme tubuh melalui buang air kecil. Buang air kecil umumnya sering terjadi jika kita minum terlalu banyak.
Tapi apakah Anda termasuk orang yang sering ingin buang air kecil begitu tiba di rumah? Jika ya, ahli kesehatan mengatakan hal ini juga dirasakan sebagian orang.
"Ini adalah fenomena nyata," Sandip Vasavada, MD, seorang ahli urologi di Cleveland Clinic, seperti dilansir Health.
Menurut dia, berbagai perilaku yang kita lakukan dalam perjalanan dapat memicu perasaan ingin buang air, bahkan membuka pintu ke rumah sekalipun.
Vasada mengatakan, beberapa pasiennya mengaku ingin buang air kecil saat membuka pintu garasi. Menurut dia, fenomena ini sangat umum dan kerap disebut "inkontinensia latchkey" — menurut satu studi tahun 2015 dalam jurnal Biomedical Research.
Lebih lanjut, ini tanda sindrom kandung kemih yang terlalu aktif (OAB). Belum diketahui penyebab pasti hal ini namun penelitian pada tahun 2015 menunjukkan itu mungkin semacam "pengondisian" keinginan kuat untuk buang air kecil dan kehilangan urin saat tiba di rumah.
Ada beberapa skenario yang biasanya memicu hal ini yakni mencuci tangan atau mandi menggunakan air hangat dan cuaca dingin.
Tentu saja, gejala OAB lebih dari kebutuhan darurat untuk buang air kecil, karena pemicu tertentu. Sering buang air kecil sepanjang hari termasuk malam hari, kandung kemih yang terlalu aktif bisa jadi tanda "kebocoran," atau inkontinensia (sulit menahan buang air kecil).
Namun, inkontinensia secara umum juga dapat disebabkan oleh berbagai masalah lain, termasuk kerusakan saraf, sembelit dan operasi.
Kebanyakan orang memandang OAB sebagai efek samping penuaan, daripada kondisi yang membutuhkan perawatan, menurut National Association for Continence (NAFC).
Beberapa orang mengubah pola makan, termasuk asupan cairan untuk mengontrol kondisi mereka. Menurut ahli urologi dari Mount Sinai, Sovrin M Shah, Anda perlu memantau asupan kafein dan alkohol ketika memiliki kandung kemih yang terlalu aktif.
Selain itu, beberapa obat dapat digunakan untuk mengontrol saraf kandung kemih, dan dalam kasus yang ekstrem, dokter mungkin mempertimbangkan pembedahan untuk memperbesar kandung kemih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Realme hengkang dari China! Pabrikan smartphone ini fokus ekspansi global dan ganti Realme UI dengan ColorOS. Simak alasan dan dampaknya bagi pengguna setia.
Persaingan Golden Boot Piala Dunia 2026 belum berakhir. Kylian Mbappe masih berpeluang menyalip Lionel Messi lewat laga perebutan tempat ketiga Prancis vs Inggr
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengancam sanksi hingga pidana bagi pelaku usaha yang merugikan peternak ayam dan telur. Pengawasan distribusi diperket
Wasit Slovenia Slavko Vincic ditunjuk FIFA pimpin final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina. Laga di New Jersey, Senin dini hari. Simak profilnya di sini.
Timnas Voli U-18 Indonesia vs Bahrain di klasifikasi AVC Championship 2026. Pelatih Odyk Hermanto: kunci kemenangan ada di kepercayaan diri! Saksikan Jumat sore