Gudang Amunisi TNI di Madiun Meledak, Satu Prajurit Tewas dan 6 Luka
TNI AD membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab ledakan Gudang Pusat Amunisi di Madiun yang menewaskan satu prajurit.
Ilustrasi mencuci tangan. /REUTERS-Mariana Bazo
Harianjogja.com, JAKARTA-- Di pasaran saat ini beredar sedikitnya dua macam sabun untuk tubuh, yaitu sabun batang dan sabun cair.
Memiliki fungsi serupa, penasaran nggak sih menurut dokter lebih baik mana di antara keduanya apakah sabun batangan ataukah sabun cair?
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Pondok Indah dr. Susie Rendra, Sp.KK, FINSDV mengatakan ia tidak setuju sabun dikelompokkan menurut bentuknya. Untuk melihat sabun mana yang lebih baik, cara terbaik dengan melihat ingridience atau kandungan di dalamnya, khususnya sabun yang bisa membersihkan sekaligus melembabkan.
"Kalau bicara sabun batang dan sabun cair yang lebih penting itu menilai isi dari si sabunnya itu. Jadi misalnya sabun A kita mau carinya apanya nih. Artinya yang penting adalah isinya bukan bentuk-bentuk, kita nggak terlalu konsen ke bentuknya," jelas dr. Susie di Menteng, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2020).
Sedangkan jika berdasarkan kadar pH dr. Susie menyebut sabun batangan cenderung memiliki pH yang lebih netral, dibanding dengan sabun cair yang cenderung basa. pH yang netral biasanya cenderung mudah diterima kulit karena tidak menimbulkan efek berlebih.
"Jadi misalnya sabun batang atau sabun cair itu basicly nggak terlalu masalah, cuman biasanya sabun batang itu biasanya punya pH yang lebih netral dan sabunnya sifatnya lebih basa," ungkapnya.
Di sisi lain, semakin dewasa manusia maka kulitnya akan cenderung asam. Sehingga buat mereka yang ingin menetralkan kulit maka bisa dipilih sabun cair yang cenderung punya pH basa.
Tapi yang jadi perdebatan, banyak orang menganggap sabun batangan lebih mudah kotor karena terpapar udara di luar, dr. Susie tidak sependapat dengan hal itu. Kata dia, sabun batangan memiliki kandungan yang bisa mematikan kuman, meski terpapar udara sekalipun seperti sabun cair.
"Di dalam sabun ada sifat yang bisa mematikan bakteri. Dan toh kulit kita nggak harus bebas kuman kok. Kita hampir nggak bisa membuat kulit kita sama sekali nggak ada bakteri, nggak bisa," jelasnya.
Perihal anggapan sabun batangan mudah kotor, dr. Susie berdalih itu terjadi hanya karena bahasa marketing, atau agar orang lebih tertarik membeli sabun dalam bentuk cair.
"Sebetulnya nggak. Kalau sabun batang lebih kotor lebih terbuka karena terekspose, sebetulnya nggak. Itu mungkin bahasa marketing," bantahnya mantap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
TNI AD membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab ledakan Gudang Pusat Amunisi di Madiun yang menewaskan satu prajurit.
AI Claude prediksi Spanyol juara Piala Dunia 2026 setelah 50.000 simulasi. Argentina menjadi lawan final terkuat. Simak hasil analisis dan data di balik prediks
KPK menyatakan laporan gratifikasi amplop uang yang dilaporkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni selesai diproses di ranah pencegahan.
Pilur Serentak Gunungkidul 2026 memasuki tahap pendataan pemilih di 31 kalurahan. DPS dijadwalkan ditetapkan 31 Juli, sedangkan DPT pada 24 Agustus 2026.
Program Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 TVRI dan TNI AD menjangkau 1,13 juta penonton di 25.912 titik serta mendorong ekonomi daerah.
DPR meminta ledakan Gudang Pusat Munisi TNI di Madiun menjadi momentum evaluasi sistem keselamatan, manajemen risiko, dan keamanan aset pertahanan nasional.