Jokowi: Saya Yakin Elon Musk Buka Pabrik Kendaraan Listrik di Indonesia
Meski masih dalam proses negosiasi, Presiden Jokowi meyakini Bos Tesla, Elon Musk, pada akhirnya akan memutuskan menggelontorkan investasi di Indonesia.
Daging merah berprotein/boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA -- Daging merupakan sumber protein hewani yang baik untuk tubuh, namun konsumsi berlebihan bisa berdampak buruk. Penelitian terbaru menemukan, konsumsi dua porsi daging merah, daging olahan atau unggas per minggu dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular 3 hingga 7 persen lebih tinggi.
Sedangkan makan dua porsi daging merah atau daging olahan saja per minggu dikaitkan dengan risiko 3% lebih tinggi dari semua penyebab kematian. Hasil penelitian ini diterbitkan JAMA Internal Medicine.
"Ini perbedaan kecil, tetapi ada baiknya mencoba mengurangi daging merah dan daging olahan seperti pepperoni, bologna dan daging deli," kata penulis senior Norrina Allen, profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg School of Medicine, dilansir Science Daily, Rabu (5/2/2020).
Dia melanjutkan, konsumsi daging merah juga secara konsisten dikaitkan dengan masalah kesehatan lain seperti kanker.
"Memodifikasi asupan makanan protein hewani mungkin menjadi strategi penting untuk membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini pada tingkat populasi," imbuh pemimpin penelitian Victor Zhong, asisten profesor ilmu gizi di Cornell.
Temuan baru ini muncul setelah sebuah meta-analisis kontroversial yang diterbitkan November lalu yang merekomendasikan orang untuk tidak mengurangi jumlah daging merah dan daging olahan yang mereka makan.
"Semua orang menafsirkan bahwa tidak apa-apa makan daging merah, tetapi saya tidak berpikir hal itu didukung fakta sains," kata Allen.
Lantas, apa yang harus dimakan untuk memenuhi kebutuhan protein?
Ikan, makanan laut dan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan dan polong-polongan, adalah alternatif yang sangat baik untuk menggantikan daging.
Studi ini menemukan hubungan positif antara asupan daging unggas seperti ayam atau bebek dengan penyakit kardiovaskular. Namun hasil penelitian sejauh ini tidak cukup untuk membuat rekomendasi yang jelas tentang asupan unggas.
Studi baru dikumpulkan bersama-sama sampel beragam besar dari enam kohort, termasuk data tindak lanjut yang panjang hingga tiga dekade, data diet yang diharmonisasikan untuk mengurangi heterogenitas, menyesuaikan satu set perancu yang komprehensif dan melakukan beberapa analisis sensitivitas.
Penelitian ini melibatkan 29.682 peserta (usia rata-rata 53,7 tahun pada awal, 44,4 persen pria dan 30,7 persen non-kulit putih). Data diet dilaporkan sendiri oleh peserta, yang ditanya daftar panjang tentang apa yang mereka makan untuk tahun atau bulan sebelumnya.
Keterbatasan penelitian ini adalah asupan makanan peserta dinilai satu kali, dan perilaku diet mungkin telah berubah dari waktu ke waktu. Selain itu, metode memasak tidak dipertimbangkan. Ayam goreng, terutama sumber lemak dalam yang menyumbang asam trans-lemak, dan asupan ikan goreng telah dikaitkan secara positif dengan penyakit kronis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Meski masih dalam proses negosiasi, Presiden Jokowi meyakini Bos Tesla, Elon Musk, pada akhirnya akan memutuskan menggelontorkan investasi di Indonesia.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)