Jamasan Pusaka Lestarikan Tradisi
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali menggelar tradisi jamasan atau pencucian pusaka Tombak Kiai Kanjeng Wijaya Mukti di Balai Kota Jogja, Kamis (17/7)
Foto ilustrasi. /Reuters-Srdjan Zivulovic
Harianjogja.com, JOGJA-- Obat tradisional merupakan alternatif yang dapat dipilih masyarakat selain obat kimia dalam mengatasi gejala penyakit. Obat tradisional biasanya diminati masyarakat karena minim efek samping.
Idha Wahyu Windarti, staf di BBPOM di Yogyakarta menjelaskan definisi obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sari, atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan dan diterapkan oleh masyarakat.
Obat tradisional digolongkan menjadi tiga menurut klaim dan cara penggunaannya, yaitu jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Jamu adalah obat tradisional Indonesia yang pembuktian khasiatnya secara empiris turun temurun, memiliki logo lingkaran hijau bergambar daun. Obat herbal terstandar adalah sediaan obat yang berasal dari bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah distandardisasi, memiliki logo.
Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melaluiuji praklinik dan uji klinik, serta bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi.
"Setelah mengetahui beberapa macam obat tradisional, diharapkan konsumen dapat lebih cermat lagi terhadap produk-produk obat tradisional yang beredar di pasaran," jelasnya, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (10/1/2020).
Penyalahgunaan yang marak terjadi adalah penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) ke dalam obat tradisional. Padahal seperti yang kita ketahui, obat tradisional harusnya hanya dibuat dari bahan-bahan alam tanpa ada tambahan senyawa kimia.
Produsen obat tradisional menambahkan BKO dengan tujuan untuk meningkatkan khasiat yang disertakan pada obat tradisional. Namun disisi lain penambahan BKO merupakan hal berbahaya karena dapat menjadi racun di tubuh konsumen.
Penambahan bahan kimia tanpa memperhatikan kondisi fisik, interaksi dan juga masa kadaluwarsa bahan juga sangat beresiko terhadap kesehatan konsumen. Efek samping yang dapat ditimbulkan dengan penggunaan BKO antara lain mual, sakit kepala, nyeri perut, diare, mulut kering bahkan kematian.
"Apabila obat tradisional digunakan dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan kerusakan hati, gangguan penglihatan, stroke, gangguan seksual, gagal ginjal, moon face, maupun hipertensi," jelas Idha.
Langkah cermat terhindar dari obat tradisional yang mengandung BKO adalah pilih produk yang memiliki izin edar dari Badan POM. Obat tradisional memiliki nomor izin edar POM TR (produk dalam negeri) atau POM TI/TL (produk luar negeri) diikuti 9 digit angka.
Cara cek izin edar bisa menggunakan HP android dengan membuka aplikasi Cek BPOM di google play atau melalui website resmi Badan POM ceknie.pom.go.id.
Selain itu pastikan kemasan produk terdapat label nama dan alamat produsen, tanggal kadaluwarsa dan kode produksi. Konsumen juga harus lebih waspada terhadap produk yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit dalam waktu singkat maupun dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
"Terakhir, berhati-hatilah dengan testimoni pelanggan karena kesembuhan tergantung dari berbagai faktor," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali menggelar tradisi jamasan atau pencucian pusaka Tombak Kiai Kanjeng Wijaya Mukti di Balai Kota Jogja, Kamis (17/7)
Lando Norris kena penalti 10 grid di GP Belgia karena ganti baterai keempat. McLaren pilih Spa karena mudah menyalip. Simak strategi dan optimisme Norris.
Jepang luncurkan AI Factory pertama di dunia dengan NVIDIA! 140 MW, 27.500 GPU, target 30% pasar robotika global. Simak selengkapnya di Harianjogja.
Putri KW kejutkan Japan Open 2026! Kalahkan unggulan 2 China, Wang Zhi Yi, dengan skor 21-4 di gim penentuan. Simak jalannya pertandingan selengkapnya.
Post Malone, Robbie Williams, Tom Cruise, dan IShowSpeed siap meriahkan final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol. Simak lineup hiburan spektakuler dari FIFA.
BRIN membuka Program Pemagangan Nasional 2026 bagi lulusan D4 dan S1. Tersedia hingga 375 formasi dengan uang saku UMK, mentor profesional, dan sertifikasi BNSP