Advertisement
Mainan Plastik Disorot, Risiko Tersembunyi Ini yang Perlu Diperhatikan
Foto ilustrasi mainan anak. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Orang tua diingatkan lebih waspada saat memilih mainan anak, terutama yang berbahan plastik. Paparan mikroplastik dan zat berbahaya dari mainan dinilai berpotensi berdampak pada kesehatan anak jika tidak disaring dengan baik.
Imbauan ini disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia yang menekankan pentingnya ketelitian orang tua dalam memastikan keamanan produk yang digunakan anak sehari-hari.
Advertisement
Orang Tua Diminta Lebih Teliti
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan orang tua perlu membiasakan diri memeriksa kandungan dan bahan dalam mainan.
BACA JUGA
“Biasakan membaca konten dari mainan yang digunakan oleh anak-anak kita,” kata dr. Piprim usai media briefing di Balai Budaya di Jakarta, Senin.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan adanya standar keamanan yang jelas dari produsen, terutama untuk produk berbahan plastik.
“Pastikan standar keamanannya seperti apa, apakah ada jaminan keamanan dari produsen secara tertulis,” ujarnya.
Risiko dari Paparan Plastik
Menurutnya, bahan plastik dapat mengalami perubahan saat terpapar suhu tinggi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko paparan zat berbahaya bagi anak.
“Kalau plastik dipanaskan, itu tentu bisa berbahaya,” katanya.
Paparan ini menjadi perhatian karena anak-anak cenderung berinteraksi langsung dengan mainan dalam waktu lama, sehingga potensi paparan bisa terjadi secara berulang.
Alternatif Bahan Lebih Aman
Sebagai solusi, orang tua disarankan mempertimbangkan mainan dari bahan alami. Pilihan seperti kayu atau tanah liat dinilai lebih aman dan minim risiko paparan zat berbahaya.
“Kalau bisa, alat permainan anak itu dari bahan yang lebih alami seperti kayu atau tanah liat,” ujarnya.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan mainan berbahan alami karena ketersediaan bahan baku yang melimpah.
Dorong Kreativitas Anak
Penggunaan bahan alami tidak hanya soal keamanan, tetapi juga berdampak pada perkembangan anak. Bermain dengan bahan seperti tanah atau kayu dinilai dapat merangsang kreativitas.
“Jangan takut anak kotor, karena itu bisa merangsang kreativitas,” kata dia.
Produsen Didorong Berinovasi
Selain peran orang tua, produsen juga didorong untuk berinovasi dalam menciptakan mainan yang lebih aman dan tidak bergantung pada plastik.
“Perlu inovasi agar tidak terus bergantung pada bahan plastik yang berpotensi berbahaya,” ujar dr. Piprim.
Dengan meningkatnya kesadaran akan risiko mikroplastik, pemilihan mainan kini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak sekaligus mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hujan Tahun Ini Diprediksi Lebih Sedikit Dibanding Rerata 30 Tahun
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





