Orang Tua Tak Suka Teman Anak? Studi Ungkap Dampak Mengejutkan

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Sabtu, 23 Mei 2026 16:07 WIB
Orang Tua Tak Suka Teman Anak? Studi Ungkap Dampak Mengejutkan

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA — Sikap orang tua yang tidak menyukai teman anak ternyata bisa membawa dampak besar terhadap kehidupan sosial mereka. Penelitian terbaru mengungkap, ketidaksetujuan orang tua mampu meningkatkan peluang putusnya hubungan pertemanan anak—meski efek jangka panjangnya justru bisa merugikan.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology ini dilakukan oleh peneliti dari Florida Atlantic University dan Mykolas Romeris University, Lithuania. Penelitian melibatkan 394 siswa berusia 9 hingga 14 tahun selama tiga semester untuk mengamati dinamika pertemanan dan pengaruh keluarga.

Hasilnya cukup mencengangkan. Sekitar sepertiga hubungan pertemanan anak tidak bertahan hingga tahun ajaran berikutnya, bahkan ketika mereka masih berada di lingkungan sekolah yang sama.

Peneliti senior, Dr. Brett Laursen, menyebut intervensi orang tua—terutama ibu—terbukti efektif dalam memengaruhi hubungan sosial anak.

“Sebagian besar persahabatan tidak bertahan setelah mendapat penolakan dari ibu,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (23/5/2026)

Hubungan Renggang, Lalu Berakhir

Penelitian ini menemukan bahwa larangan orang tua tidak selalu langsung memutus hubungan. Namun, dampaknya terasa secara bertahap—dimulai dari menurunnya kualitas hubungan, berkurangnya rasa dukungan emosional, hingga akhirnya persahabatan merenggang dan berakhir.

Anak-anak dalam studi tersebut mengaku sering kali memilih menjauh dari temannya demi menjaga hubungan dengan orang tua atau karena tekanan dari rumah membuat hubungan itu sulit dipertahankan.

Peneliti utama, Dr. Goda Kaniušonytė, menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh keluarga terhadap kehidupan sosial anak.

Dampak Berbeda Berdasarkan Usia

Efek larangan orang tua juga berbeda tergantung usia. Pada anak usia sekolah dasar, ketidaksetujuan orang tua lebih memengaruhi persepsi dukungan dalam hubungan pertemanan.

Sementara pada remaja, hubungan yang sudah kehilangan kualitas emosional akan lebih cepat berakhir.

Meski berbeda fase, pola yang terjadi tetap sama: penolakan orang tua memicu penurunan kualitas hubungan yang berujung pada putusnya persahabatan.

Bukan Solusi Jangka Panjang

Meski terlihat efektif, peneliti mengingatkan bahwa melarang anak berteman bukanlah solusi ideal. Anak yang kehilangan teman justru berisiko mengalami kesulitan sosial di kemudian hari.

Mereka yang memiliki lingkar pertemanan terbatas lebih rentan mengalami tekanan sosial, kesepian, hingga masalah emosional. Bahkan, dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat memicu perilaku memberontak atau meningkatkan risiko perundungan.

Selain itu, campur tangan berlebihan juga bisa merusak hubungan antara orang tua dan anak.

Sebagai solusi, peneliti menyarankan pendekatan yang lebih sehat, yakni menciptakan lingkungan keluarga yang hangat dan suportif. Dengan cara ini, anak akan lebih mampu memilah pengaruh dari lingkungan pertemanan tanpa merasa ditekan.

Kesimpulannya, peran orang tua memang penting, tetapi pendekatan yang tepat jauh lebih menentukan daripada sekadar melarang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online