Hujan Intensitas Tinggi Guyur Merapi Sabtu Siang, Waspada Lahar
Hujan intensitas tinggi di lereng barat daya Merapi picu potensi lahar dan awan panas, warga diminta waspada.
Foto ilustrasi tempe sumber protein nabati. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebutuhan protein bagi masyarakat yang menjalani pola makan tanpa daging kerap dianggap sulit terpenuhi. Namun, ahli gizi menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena banyak pilihan sumber protein nabati yang mudah ditemukan, termasuk yang dekat dengan keseharian masyarakat di Jogja.
Perubahan pola konsumsi kini mulai terlihat, dari yang sebelumnya hanya mengandalkan tahu dan tempe, menjadi lebih beragam dengan memanfaatkan bahan pangan lain yang tak kalah bergizi.
Ahli gizi kesehatan holistik Khushi Chhabra asal India, seperti dikutip dari Hindustan Times, Senin (30/3/2026) menjelaskan bahwa banyak orang masih terjebak pada pilihan protein yang itu-itu saja, padahal tubuh membutuhkan variasi untuk memenuhi kebutuhan asam amino esensial.
Menurutnya, pola makan yang beragam justru menjadi kunci agar manfaat protein dapat dirasakan secara optimal oleh tubuh.
Variasi Protein Penting untuk Tubuh
Khushi menekankan bahwa mengandalkan satu jenis makanan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Ia menyebut diet vegetarian yang sehat seharusnya menggabungkan berbagai sumber protein agar kualitas asupan lebih baik dan mendukung metabolisme tubuh.
Keberagaman ini juga membantu tubuh mendapatkan kombinasi asam amino yang lebih lengkap, yang penting untuk fungsi otot dan energi.
Banyak Pilihan yang Mudah Ditemukan
Selain tahu dan tempe yang sudah akrab di dapur rumah tangga di Jogja, terdapat sejumlah sumber protein nabati lain yang bisa dikonsumsi.
Edamame atau kedelai muda menjadi salah satu pilihan karena mengandung protein lengkap dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Quinoa dan amaranth juga mulai dikenal sebagai biji-bijian tinggi protein yang dapat menjadi alternatif nasi atau campuran menu harian.
Sementara itu, biji rami atau hemp seeds dikenal kaya protein sekaligus mengandung lemak sehat seperti omega-3.
Produk olahan susu seperti yoghurt, termasuk yoghurt kental, juga dapat menjadi pilihan karena mengandung protein sekaligus probiotik yang baik untuk pencernaan.
Dampaknya Terasa pada Energi dan Metabolisme
Asupan protein nabati yang beragam tidak hanya membantu pembentukan otot, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme.
Kondisi ini dapat membantu tubuh lebih bertenaga, meningkatkan rasa kenyang lebih lama, hingga mendukung pengelolaan berat badan.
Khushi menegaskan bahwa pola makan sehat bukan tentang satu jenis makanan tertentu, melainkan bagaimana menyusun menu yang beragam dan seimbang setiap hari.
Dengan pilihan bahan yang semakin mudah ditemukan di pasar maupun swalayan di Jogja, masyarakat kini memiliki lebih banyak opsi untuk memenuhi kebutuhan protein tanpa harus bergantung pada satu sumber saja.
Catatan: Informasi ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga medis ahli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Hindustan Times
Hujan intensitas tinggi di lereng barat daya Merapi picu potensi lahar dan awan panas, warga diminta waspada.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.