Menabung Sejak Dini Jadi Kunci Kurban Tanpa Tekanan Keuangan

Jumali
Jumali Selasa, 19 Mei 2026 17:47 WIB
Menabung Sejak Dini Jadi Kunci Kurban Tanpa Tekanan Keuangan

Hewan Kurban - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Momen Iduladha setiap tahunnya selalu menghadirkan semangat berkurban sekaligus tantangan finansial bagi sebagian masyarakat. Banyak keluarga kerap kewalahan karena dana kurban baru disiapkan secara mendadak menjelang hari pelaksanaan, sehingga mengganggu stabilitas keuangan bulanan.

Padahal, kebutuhan berkurban merupakan agenda rutin tahunan yang sebenarnya dapat direncanakan sejak jauh hari. Dengan perencanaan yang matang, pengeluaran untuk ibadah ini bisa diatur layaknya pos keuangan wajib lainnya sehingga tidak menimbulkan beban besar dalam waktu singkat.

Sebagai gambaran, harga seekor kambing atau domba dengan kualitas standar saat ini berada di kisaran sekitar Rp3 juta. Jika kebutuhan tersebut dipetakan dalam jangka waktu satu tahun, maka masyarakat dapat menabung secara ringan dan bertahap tanpa harus mengorbankan kebutuhan pokok lainnya.

Dengan rentang waktu 10 hingga 12 bulan, dana kurban tersebut dapat dicapai hanya dengan menyisihkan sekitar Rp250.000 hingga Rp300.000 setiap bulan. Pola ini dinilai lebih realistis dan ramah terhadap kondisi keuangan rumah tangga karena tidak menimbulkan tekanan di akhir periode.

Namun, kondisi berbeda terjadi bagi mereka yang baru memulai persiapan dalam waktu lebih singkat, misalnya lima hingga enam bulan sebelum Iduladha. Dalam situasi ini, jumlah tabungan bulanan perlu ditingkatkan menjadi sekitar Rp500.000 hingga Rp600.000 agar target tetap tercapai tepat waktu.

Meski terasa lebih berat, strategi tersebut tetap lebih aman dibandingkan harus mengumpulkan dana sekaligus dalam waktu singkat atau bahkan berutang. Dalam kondisi tertentu, masyarakat juga dapat mempertimbangkan alternatif lain seperti program kurban kolektif yang ditawarkan lembaga sosial atau komunitas.

Selain itu, pengelolaan keuangan yang disiplin menjadi faktor penting dalam keberhasilan perencanaan kurban. Pemisahan tabungan kurban dari rekening utama dapat membantu menghindari penggunaan dana untuk kebutuhan lain yang tidak direncanakan.

Saat ini, berbagai layanan perbankan digital juga menyediakan fitur kantong tabungan yang dapat dimanfaatkan khusus untuk dana kurban. Fitur ini memungkinkan pengguna memisahkan alokasi dana tanpa harus membuka rekening baru.

Strategi lain yang cukup efektif adalah mengaktifkan fitur auto-debet setiap kali menerima gaji bulanan. Dengan cara ini, proses menabung berjalan otomatis tanpa bergantung pada kedisiplinan manual, sehingga risiko dana terpakai untuk keperluan lain dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, perencanaan kurban tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah semata, tetapi juga mencerminkan kedewasaan dalam mengelola keuangan pribadi. Dengan strategi yang tepat, masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih tenang, terencana, dan tanpa tekanan finansial berlebihan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online