Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
BIGBANG/Getty Images
Harianjogja.com, JOGJA— Vokalis grup K-pop BIGBANG, Taeyang, resmi kembali ke industri musik dengan merilis album studio keempat bertajuk Quintessence pada Senin (18/5). Rilisan ini menjadi album penuh pertamanya setelah sembilan tahun, sejak White Night yang dirilis pada 2017.
Menariknya, peluncuran album tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Taeyang, menjadikannya momen spesial yang ia persembahkan untuk para penggemar yang telah menanti karya terbarunya selama bertahun-tahun.
Dalam acara listening showcase di Cube Convention Center, Seoul, Taeyang mengungkapkan bahwa dirinya menjalani tahun yang sangat padat. Ia bahkan terlibat dalam persiapan penampilan BIGBANG di Coachella sambil menyelesaikan album secara bersamaan.
“Saya belum mengambil hari libur sejak panggung Coachella, tapi saya lebih merasa bersemangat daripada cemas,” ujar Taeyang, dikutip dari laporan media Korea.
Penantian panjang selama sembilan tahun membuat comeback ini terasa lebih bermakna. Di tengah perubahan besar industri K-pop dengan munculnya generasi baru idol, Taeyang menyebut Quintessence sebagai refleksi perjalanan dirinya selama dua dekade di industri musik.
Menurutnya, album ini dirancang untuk menemukan kembali esensi dirinya sebagai musisi. Ia ingin menghadirkan karya yang tetap baru, namun tetap merepresentasikan identitas musikalnya yang paling autentik.
Album Quintessence berisi sepuluh lagu dengan single utama berjudul Live Fast Die Slow. Menariknya, lagu ini hadir dengan tempo lebih cepat dibanding karya-karya Taeyang sebelumnya, berbeda dari citra balada yang selama ini melekat padanya.
Judul lagu tersebut merupakan permainan kata dari ungkapan populer “live fast, die young”, yang kemudian ia reinterpretasikan sebagai dorongan untuk menjalani hidup dengan penuh semangat dan keteguhan prinsip.
Salah satu daya tarik album ini adalah kolaborasi lintas musisi global. Taeyang menggandeng Tablo dari Epik High untuk penulisan lirik beberapa lagu, serta musisi internasional The Kid LAROI dalam lagu Open Up.
Ia juga melibatkan Tarzzan dan Woochan dari ALLDAY PROJECT dalam lagu Would You, memperkuat nuansa kolaboratif lintas generasi dalam album ini.
Taeyang menceritakan bahwa kolaborasinya dengan The Kid LAROI terjadi secara spontan setelah pertemuan di Seoul, yang kemudian berlanjut ke studio hingga akhirnya menghasilkan kerja sama dalam lagu tersebut.
Sebagai bagian dari promosi, sebuah pameran bertema Quintessence akan digelar di Yongsan, Seoul, pada 18–31 Mei 2026. Pameran ini dirancang sebagai pengalaman imersif yang memperluas konsep album ke dalam bentuk visual dan ruang seni.
Sementara itu, BIGBANG juga tengah mempersiapkan proyek album grup untuk menandai 20 tahun debut mereka yang diperkirakan rilis pada Agustus mendatang, menandai fase baru perjalanan grup legendaris tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
RD Kongo umumkan skuad Piala Dunia 2026, Yoane Wissa jadi andalan. Simak daftar lengkap pemainnya di sini.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.