Advertisement

Simbol Keberuntungan Imlek dari Fu hingga Caishen

Newswire
Selasa, 17 Februari 2026 - 12:17 WIB
Maya Herawati
Simbol Keberuntungan Imlek dari Fu hingga Caishen Yulius Fang menunjukkan pajangan tulisan Fu dalam bahasa Tionghoa di kediamannya di Jakarta, Rabu (11/2/2026). ANTARA - Fitra Ashari.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Perayaan Imlek identik dengan berbagai simbol keberuntungan yang dipercaya membawa rezeki, kemakmuran, dan perlindungan bagi keluarga. Hal ini ditegaskan pakar Feng Shui yang menjelaskan makna hiasan khas Imlek yang umum dipajang di rumah masyarakat Tionghoa.

Tulisan Fu hingga patung dewa rezeki menjadi bagian penting dekorasi Imlek karena diyakini merepresentasikan harapan keberuntungan sepanjang tahun, sekaligus tradisi budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Advertisement

Pakar Feng Shui Yulius Fang menyampaikan bahwa sejumlah hiasan dan benda simbol keberuntungan biasanya dipasang di rumah keluarga keturunan Tionghoa selama perayaan Tahun Baru Imlek.

"Jadi, semua orang, tanpa kecuali, mau dari muda sampai tua, mau laki maupun wanita, kita butuh satu keberuntungan dalam hidup kita. Makanya Feng Shui Astrologi, bazi, dan kawan-kawan ini berusaha keras untuk menghadirkan keberuntungan di dalam diri kita," katanya, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan tulisan Fu, simbol dalam bahasa Tionghoa yang berarti beruntung atau hoki, sering dipajang di rumah dengan harapan pemilik hunian memperoleh keberuntungan sepanjang tahun.

Menurut dia, keberuntungan tetap harus diiringi kerja keras sehingga usaha dan doa berjalan seiring.

Selain dipasang saat Imlek, simbol Fu juga kerap dijadikan dekorasi permanen di rumah sebagai harapan usaha pemiliknya selalu mendatangkan hasil baik.

Di kalangan masyarakat Tionghoa juga terdapat kepercayaan bahwa memasang tulisan Fu secara terbalik dapat “menumpahkan” keberuntungan atau rezeki agar bisa diterima pemilik rumah.

Selain tulisan Fu, Yulius menyebut pajangan seperti koin emas kuno atau kotak harta di meja dianggap sebagai simbol kemakmuran serta rezeki melimpah.

Menurut dia, buah jeruk dan apel juga berkaitan dengan simbol keberuntungan serta kesejahteraan.

"Apel itu melambangkan Ping an, artinya aman, sentosa, selamat, damai, harmoni, seperti itu. Jadi, kedua buah ini biasanya juga sering di display baik sincia ataupun tidak sincia," ia menjelaskan.

Hiasan lain yang lazim ditemukan di rumah warga Tionghoa adalah Fu Lu Shou, patung tiga dewa yang dipercaya membawa keberuntungan (Fu), kesuksesan karier (Lu), dan umur panjang (Shou).

Caishen atau Dewa Harta juga termasuk simbol kekayaan yang kerap dijadikan pajangan di rumah saat Imlek.

Untuk “mengundang” Dewa Harta ke rumah, masyarakat Tionghoa biasanya membuka pintu dan jendela serta menyalakan seluruh lampu rumah pada malam awal tahun atau sincia.

Yulius juga menyoroti munculnya sejumlah kepercayaan yang sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan tradisi masyarakat Tionghoa, seperti anggapan bahwa hujan saat sincia membawa keberuntungan atau menaruh benda tajam di rumah saat Imlek dapat mendatangkan kesialan. Penjelasan ini menunjukkan pentingnya memahami simbol keberuntungan Imlek secara tepat sesuai budaya aslinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Israel Daftarkan Tanah Tepi Barat Jadi Wilayahnya, Ini Reaksi PBB

Israel Daftarkan Tanah Tepi Barat Jadi Wilayahnya, Ini Reaksi PBB

News
| Selasa, 17 Februari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement