Advertisement

Anak Muda Rentan Gagal Ginjal, Dokter Ingatkan Bahaya Minuman Manis

Angela Merici Andriani Uto Keraf
Senin, 16 Februari 2026 - 20:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Anak Muda Rentan Gagal Ginjal, Dokter Ingatkan Bahaya Minuman Manis Ilustrasi ginjal. - Foto ini dibuat oleh AI - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus penyakit ginjal kronis di Indonesia menunjukkan tren peningkatan dan mulai banyak menyerang kelompok usia produktif. Data Kementerian Kesehatan mencatat, sepanjang 2023 terdapat lebih dari 42.000 kematian akibat penyakit ginjal kronis.

Lonjakan kasus ini sejalan dengan meningkatnya prevalensi diabetes, hipertensi, dan obesitas. Yang mengkhawatirkan, pasien gagal ginjal kini tidak lagi didominasi kelompok lanjut usia. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak anak muda berusia 20-an tahun yang harus menjalani terapi hemodialisis atau cuci darah secara rutin.

Advertisement

Dokter Kelompok Staf Medis (KSM) Penyakit Dalam RSU Persahabatan, Dita Gemiana, menilai kondisi ini menjadi alarm serius bagi kesehatan generasi produktif.

“Ini benar-benar fenomena yang sangat mengkhawatirkan. Jika dibiarkan lima sampai 10 tahun ke depan, tak terbayangkan generasi muda Indonesia akan seperti apa,” katanya.

Minuman Manis dan Risiko Ginjal

Salah satu faktor yang mendapat sorotan adalah kebiasaan mengonsumsi minuman manis kemasan. Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Network Open menunjukkan, konsumsi lebih dari satu porsi minuman manis per hari dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis hingga 19 persen.

Bahkan, minuman dengan pemanis buatan tetap dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan ginjal sebesar 10 hingga 26 persen, bergantung pada jumlah konsumsinya.

Secara medis, asupan gula berlebih dapat memicu tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes. Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama terjadinya gagal ginjal kronis.

Dita menjelaskan, banyak anak muda belum menyadari dampak jangka panjang dari kebiasaan tersebut. “Ginjal berfungsi menyaring racun dari darah, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Ketika minuman kemasan dikonsumsi terus-menerus, ginjal dipaksa bekerja ekstra keras,” ujarnya.

Batas Aman Konsumsi Gula

Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan adalah maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per orang per hari. Namun, dalam praktiknya, satu botol minuman manis kemasan kerap mengandung gula mendekati bahkan melampaui batas tersebut.

Selain gula, kandungan natrium dan fosfor dalam sejumlah produk juga berpotensi meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko gangguan ginjal.

Menurut Dita, menjaga kesehatan ginjal bukan hanya soal mencegah penyakit, tetapi juga investasi kualitas hidup jangka panjang. “Kesehatan ginjal adalah kunci produktivitas masa depan. Jangan sampai kenikmatan sesaat dari minuman manis merenggut kualitas hidup kita di kemudian hari,” tegasnya.

Langkah Pencegahan

Untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah sederhana, antara lain:

Membatasi konsumsi minuman manis kemasan

Mengutamakan konsumsi air putih sekitar 1,5–2 liter per hari sesuai kebutuhan

Membaca label kandungan gula dan natrium sebelum membeli produk

Rutin memeriksa tekanan darah dan fungsi ginjal, terutama bagi yang memiliki faktor risiko

Menjaga berat badan ideal dan tetap aktif bergerak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ekspor Perikanan 2025 Tembus US$6,27 Miliar, AS Jadi Pasar Terbesar

Ekspor Perikanan 2025 Tembus US$6,27 Miliar, AS Jadi Pasar Terbesar

News
| Senin, 16 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Jadwal Kembang Api Ramadhan 2026 Dubai Lengkap

Jadwal Kembang Api Ramadhan 2026 Dubai Lengkap

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement