Advertisement
Tidur Larut Malam Hambat Penurunan Berat Badan
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan tidur larut malam dapat menghambat penurunan berat badan meski seseorang sudah menjalani diet sehat dan olahraga rutin. Hal ini ditegaskan dokter bahwa gangguan ritme biologis akibat begadang berdampak langsung pada metabolisme, hormon, dan sistem pencernaan tubuh.
Advertisement
Direktur penyakit dalam Jupiter Hospital India dr. Amit Saraf menjelaskan kebiasaan tidur larut malam bahkan memengaruhi orang yang disiplin menjalankan pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur, karena tubuh mengalami perubahan metabolik saat waktu istirahat terganggu.
Sebagaimana dikutip dari Hindustan Times pada Minggu (15/2/2026), ia menyebut tidur larut malam—terutama beberapa jam sebelum tengah malam, dapat mengacaukan jadwal biologis alami tubuh serta memengaruhi metabolisme, keseimbangan hormon, dan proses pencernaan.
BACA JUGA
"Setelah sekitar pukul 22.30, tubuh perlahan memasuki fase alami 'perlambatan pencernaan'. Jika seseorang tetap terjaga hingga larut, tubuh berada dalam kondisi stres, yang meningkatkan kadar kortisol," katanya.
Kortisol merupakan hormon stres yang dalam kondisi darurat membantu tubuh meningkatkan energi agar dapat merespons situasi cepat. Namun, peningkatan hormon ini juga dapat mengganggu proses metabolisme normal dalam tubuh.
"Ketika kortisol tetap tinggi di malam hari, penyimpanan lemak menjadi lebih mudah dan pembakaran lemak menjadi lebih lambat, tidak peduli seberapa sehat makanan yang dikonsumsi," kata dr. Saraf.
"Inilah sebabnya orang yang makan dengan baik pun masih kesulitan menurunkan berat badan...," ia menambahkan.
Ia menegaskan metabolisme memiliki peran penting dalam proses penurunan berat badan karena metabolisme yang optimal memungkinkan tubuh menggunakan kalori sebagai energi, bukan menyimpannya sebagai lemak.
Berkaitan dengan waktu tidur, tubuh memiliki ritme metabolisme tersendiri dengan fase perbaikan paling efisien terjadi antara pukul 23.00 hingga 03.00. Menunda waktu tidur hingga larut malam dapat memicu kondisi yang disebut sebagai fase kekacauan metabolisme.
"Kontrol gula menjadi lebih lemah, hormon lapar menjadi bingung, dan keinginan makan meningkat keesokan harinya," kata dia.
Dokter juga memperingatkan bahwa sarapan sehat setelah tidur larut malam dapat menyebabkan lonjakan insulin lebih tinggi dibandingkan jika seseorang tidur tepat waktu. Kondisi ini berpotensi mengganggu kontrol gula darah serta mempersulit pengelolaan berat badan.
Selain metabolisme, waktu tidur turut memengaruhi nafsu makan karena mengacaukan hormon lapar dan kenyang, sehingga seseorang cenderung merasa lebih lapar, menginginkan makanan tinggi karbohidrat, dan berpotensi makan berlebihan.
Kebiasaan tidur larut malam juga disebut dapat mengganggu proses detoksifikasi alami tubuh. Jika seseorang begadang melewati pukul 23.00, maka fase gangguan detoksifikasi dapat terjadi, ditandai pencernaan melambat, perut kembung lebih sering, serta proses pembersihan alami tubuh menjadi tidak optimal.
Untuk memperbaiki kualitas tidur, dr. Saraf menyarankan penyesuaian waktu tidur secara bertahap agar tidak melewati pukul 23.00, misalnya dengan memajukan waktu tidur sekitar 15 hingga 20 menit setiap malam selama beberapa hari.
Ia juga menambahkan bahwa menghindari makanan berat pada malam hari, menyelesaikan makan malam setidaknya tiga jam sebelum tidur, mengurangi paparan layar gawai, serta meredupkan pencahayaan ruangan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur sekaligus mendukung upaya penurunan berat badan secara lebih efektif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
China Bebaskan Visa Warga Inggris dan Kanada Mulai 17 Februari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di DIY Sore Ini
- Pemkab Gunungkidul Punya Utang Penyertaan Modal BUMD Rp216 Miliar
- Coast to Coast Night Trail Ultra Picu Lonjakan Wisatawan Pantai Bantul
- DP3 Sleman Siapkan Aplikasi Bank Data Pertanian, Ini Tujuannya
- Padusan Jelang Ramadan, SAR Siagakan Puluhan Personel di Pantai
Advertisement
Advertisement




