Label Baked Tak Menjamin Keripik Lebih Sehat, Ini Faktanya
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Diabetes - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kontrol gula darah saja tidak cukup untuk mencegah komplikasi diabetes seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga kerusakan saraf. Hal ini ditegaskan para dokter yang menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam pengelolaan diabetes guna melindungi organ tubuh dalam jangka panjang.
Para ahli medis menjelaskan bahwa komplikasi diabetes dapat muncul secara diam-diam meski kadar glukosa terlihat normal, karena dipengaruhi berbagai faktor risiko metabolik lain di luar gula darah.
Mengelola kadar gula hanyalah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan penderita diabetes. Banyak orang berasumsi menjaga gula darah tetap terkendali sudah cukup untuk menghindari komplikasi, padahal kondisi seperti penyakit jantung, masalah ginjal, kerusakan saraf, dan gangguan mata tetap dapat terjadi tanpa gejala awal yang jelas.
HT Lifestyle menghubungi para ahli medis untuk memahami mengapa kontrol gula saja tidak cukup serta pendekatan holistik apa yang diperlukan dalam pengelolaan diabetes.
Kontrol Gula Tidak Cukup untuk Mencegah Komplikasi
"Kontrol gula saja tidak cukup untuk mencegah komplikasi, dan ini adalah sesuatu yang belum sepenuhnya disadari oleh banyak pasien. Saat ini, penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, penyakit ginjal kronis, osteoporosis, osteoartritis, penyakit paru kronis, gangguan hati, dan kondisi peradangan usus semakin umum terjadi. Banyak dari penyakit ini terkait erat dengan masalah metabolik seperti obesitas dan diabetes. Mencegah komplikasi memerlukan pendekatan kesehatan yang lebih luas dan terstruktur," ujar Dr. Debalina Dutta, Senior Dietitian di CK Birla Hospitals, Kolkata, India, seperti dikutip dari Hindustan Times.
Ia menjelaskan pola makan memiliki peran sentral dalam menekan risiko komplikasi.
"Alih-alih hanya fokus pada pengurangan gula, penting untuk memilih sereal kompleks non-tepung dan meningkatkan asupan serat melalui buah-buahan musiman utuh, sayuran, dan biji-bijian. Diet seimbang yang rendah karbohidrat olahan dan mencakup jumlah protein yang moderat membantu mendukung kontrol metabolik dan kesehatan keseluruhan yang lebih baik. Hidrasi yang cukup juga sama pentingnya, tetapi sering kali diabaikan."
Perubahan Gaya Hidup Berperan Besar
Dr. Dutta menekankan perubahan pola makan tidak boleh dilakukan secara terpisah dari kondisi kesehatan lain.
"Sebelum melakukan perubahan besar seperti memotong asupan gula secara drastis, penting untuk menilai berat badan, lingkar pinggang, indeks massa tubuh (BMI), dan komorbiditas (penyakit penyerta) yang ada. Indikator-indikator ini membantu dokter mempersonalisasi saran dan mengurangi risiko komplikasi secara lebih efektif."
Faktor gaya hidup lain juga memiliki pengaruh signifikan.
"Mendapatkan setidaknya tujuh hingga delapan jam tidur berkualitas membantu mengatur hormon seperti ghrelin dan leptin, yang mengontrol rasa lapar dan kenyang, serta memainkan peran penting dalam pengaturan berat badan dan glukosa," tambah Dr. Dutta. "Oleh karena itu, mencegah komplikasi membutuhkan cara pandang yang melampaui angka glukosa semata dan mengadopsi pendekatan komprehensif terhadap kesehatan jangka panjang."
Faktor Risiko Selain Gula Darah
"Kontrol gula yang baik memang esensial, tetapi itu hanyalah satu bagian dalam mencegah komplikasi terkait diabetes. Banyak pasien terkejut saat mengalami penyakit jantung, masalah ginjal, atau kerusakan saraf meskipun hasil pembacaan gula mereka 'normal'.
Hal ini terjadi karena komplikasi dipicu bukan hanya oleh glukosa, melainkan oleh kombinasi faktor lain seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), kolesterol abnormal, obesitas, merokok, kurangnya aktivitas fisik, diet buruk, peradangan kronis, stres, dan bahkan pola tidur yang tidak teratur," jelas Dr. Ankur Gahlot, Additional Director, Diabetes dan Endokrinologi di CK Birla Hospitals, Jaipur.
Ia menegaskan diabetes merupakan penyakit yang berkaitan erat dengan kerusakan pembuluh darah dalam jangka panjang.
"Diabetes pada dasarnya adalah penyakit vaskular (pembuluh darah), yang berarti kerusakan jangka panjang terus berlanjut secara diam-diam jika faktor-faktor risiko ini diabaikan. Itulah sebabnya perawatan diabetes berfokus pada pengurangan risiko yang komprehensif, yang mencakup pengendalian tekanan darah, pengelolaan kadar kolesterol, mendorong penurunan berat badan, menjaga pola makan sehat, olahraga teratur, dan penggunaan awal obat-obatan pelindung organ bila diperlukan," tambah Dr. Gahlot.
Ia menekankan bahwa pengelolaan diabetes modern tidak lagi sekadar mengejar angka laboratorium.
"Mengelola diabetes bukan lagi sekadar mengejar angka pada laporan laboratorium. Ini tentang melindungi jantung, ginjal, mata, dan saraf sepanjang hidup. Pendekatan holistik yang berpusat pada pasien adalah hal yang benar-benar mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup."
Informasi ini menegaskan pentingnya pengelolaan diabetes secara menyeluruh, termasuk kontrol gula darah, tekanan darah, kolesterol, pola makan sehat, aktivitas fisik, serta pemantauan kesehatan rutin untuk menekan risiko komplikasi diabetes dalam jangka panjang.
Catatan untuk pembaca: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu mintalah saran dari dokter Anda jika ada pertanyaan mengenai kondisi medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Hindustan Times
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Persib Bandung di ambang juara Dewata Challenge Series 2026. Simak jadwal Bali United vs Persib dan peluang Maung Bandung meraih trofi.
Daftar bansos PKH dan BPNT kini bisa dilakukan secara mandiri melalui portal perlinsos Kemensos. Cukup pakai HP dan IKD aktif. Simak langkah-langkah dan syarat
Lamborghini menegaskan belum berencana menghadirkan mobil transmisi manual dan memilih fokus pada pengembangan supercar hybrid berperforma tinggi.
BPBD NTT mencatat 7.968 rumah dan 744 fasilitas umum rusak akibat gempa magnitudo 7,7 di Nagekeo. Pendataan masih terus dilakukan.
Penelitian terbaru mengungkap AI membantu industri minyak dan gas meningkatkan produksi, memicu emisi karbon lebih besar dibanding dampak pusat data.