Meta Didenda Rp395 Triliun, Ini Kasus Data Facebook
Meta dijatuhi penalti US$25 miliar oleh pengadilan New Mexico terkait pelanggaran privasi data Facebook. Perusahaan berencana mengajukan banding.
Ilustrasi lampion yang identik saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh./istockphoto\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan semarak warna merah dan emas yang menghiasi lampion, busana, hingga amplop angpao. Kombinasi dua warna ini bukan sekadar estetika, melainkan simbol keberuntungan, perlindungan, serta harapan akan kemakmuran dalam tradisi masyarakat Tionghoa.
Merah: Pelindung dari Energi Negatif
Menurut literatur budaya yang dipopulerkan berbagai lembaga kajian seperti Confucius Institute for Scotland, warna merah memiliki akar kuat dalam mitologi Tiongkok kuno, khususnya legenda tentang Nian.
Dalam kisah tersebut, Nian digambarkan sebagai makhluk buas yang muncul di akhir tahun untuk meneror penduduk desa. Konon, makhluk ini takut pada cahaya terang, suara keras, dan warna merah. Seorang pria tua berpakaian merah berhasil mengusirnya dengan menyalakan api dan petasan. Sejak saat itu, merah dipercaya sebagai warna pelindung dari roh jahat sekaligus simbol energi api dalam filosofi Wu Xing (Teori Lima Elemen).
Tak heran jika lampion, dekorasi rumah, hingga pakaian baru saat Imlek didominasi warna merah sebagai lambang keberanian, kebahagiaan, dan energi positif.
Emas: Simbol Kemakmuran dan Keagungan
Sementara itu, warna emas melambangkan kekayaan, kejayaan, dan harmoni. Dalam sejarah Tiongkok, emas identik dengan kekuasaan kaisar dan kemuliaan. Warna ini juga dikaitkan dengan keseimbangan Yin-Yang serta keberuntungan finansial.
Legenda lain menyebutkan sosok Sui, makhluk halus yang dipercaya mengganggu anak-anak saat malam tahun baru. Untuk melindungi mereka, orang tua membungkus delapan koin emas dalam kertas merah dan meletakkannya di bawah bantal. Tradisi inilah yang kemudian berkembang menjadi budaya angpao (hongbao), simbol doa akan rezeki dan perlindungan.
Harmoni Merah dan Emas
Perpaduan merah dan emas menciptakan simbolisme yang kuat:
- Merah → keberanian, perlindungan, kebahagiaan
- Emas → kemakmuran, kehormatan, keberuntungan
Kombinasi keduanya melambangkan harapan agar tahun baru membawa energi positif sekaligus kesejahteraan materi dan spiritual.
Warisan yang Tetap Hidup
Hingga kini, warna merah dan emas tetap menjadi identitas utama perayaan Imlek di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski desain dekorasi semakin modern, makna filosofisnya tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya yang telah diwariskan ribuan tahun.
Saat lampion merah dinyalakan dan angpao dibagikan, masyarakat Tionghoa di seluruh dunia memaknai momen tersebut sebagai simbol awal baru yang penuh optimisme, perlindungan, serta limpahan berkah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meta dijatuhi penalti US$25 miliar oleh pengadilan New Mexico terkait pelanggaran privasi data Facebook. Perusahaan berencana mengajukan banding.
Indonesia meloloskan sejumlah wakil ke perempat final French Open 2026. Alwi Farhan, Ubed, dan Putri KW ikut menjaga peluang Merah Putih.
Kemenhub mencatat 2.775 penerbangan domestik terdampak karhutla. Penumpang diminta mengecek jadwal dan menghubungi maskapai jika batal.
Jorge Martin percaya diri menghadapi MotoGP Australia 2026 setelah naik podium di Mandalika. Ia unggul dua poin atas Marc Marquez.
Ajax menang 2-0 atas Atalanta di UEFA Conference League. Tolu Arokodare dan Abdellah Ouazane mencetak gol pada akhir laga.
Veda Ega Pratama finis ketujuh pada FP1 Moto3 Australia 2026. Maximo Quiles menjadi yang tercepat di Sirkuit Phillip Island.