Advertisement

Res Harris Suarakan Keresahan Sosial Lewat Drawing Hitam Putih

Ariq Fajar Hidayat
Selasa, 17 Februari 2026 - 03:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Res Harris Suarakan Keresahan Sosial Lewat Drawing Hitam Putih Res Harris menunjukkan karya-karyanya dalam pameran tunggal bertajuk Never Mind The Borok: Heres The Res Harris di Nomore Gallery, Panembahan, Kraton, Kota Jogja. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA —Seniman asal Jogja, Muhammad Harris Syahpuja atau yang dikenal dengan nama Res Harris, mengekspresikan keresahan sosial masyarakat melalui puluhan karya drawing hitam putih dalam pameran tunggal bertajuk Never Mind The Borok: Here’s The Res Harris.

Pameran tersebut digelar di Nomore Gallery dan berlangsung mulai 3 Februari hingga 3 Maret 2026. Sebanyak 22 karya drawing tinta di atas kertas dipamerkan, dengan tema yang berangkat dari realitas keseharian masyarakat.

Advertisement

Res Harris menjelaskan, isu yang diangkat dalam karya-karyanya cukup luas, mulai dari persoalan sosial, politik, asmara, hingga ekonomi. Seluruh tema tersebut dirangkum sebagai refleksi atas kehidupan sehari-hari yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

“Temanya sebenarnya luas, tapi secara garis besar ini tentang sosial dan kehidupan sehari-hari. Ada bau-bau politik, asmara, sampai persoalan ekonomi,” ujar Res Harris saat ditemui di Nomore Gallery, Senin (16/2/2026).

Sejumlah karya dalam pameran ini menampilkan figur politisi nasional dengan gaya khas sketsa wajah tidak mirip yang selama ini menjadi identitas Res Harris. Ia menuturkan, penggambaran tersebut lahir dari keresahan kolektif yang dirasakan masyarakat luas terhadap kondisi sosial dan kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

“Keresahan itu bukan cuma saya yang merasakan. Hampir semua orang punya keresahan masing-masing, apalagi dampaknya tidak hanya di satu daerah, tapi dirasakan banyak orang,” katanya.

Res Harris mengaku telah menekuni dunia seni gambar sejak usia dini. Latar belakang pendidikan seni rupa, mulai dari SMK hingga perguruan tinggi, membuatnya konsisten berkarier di jalur seni gambar dengan tetap mempertahankan medium tinta hitam putih sebagai ciri khas.

“Saya memang suka gambar dari kecil. Sekolah SMK seni rupa, lanjut kuliah juga pendidikan seni rupa. Jadi saya menjaga tetap berkarier di dunia seni gambar,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai guru di salah satu SMK di Jogja tersebut.

Gaya sketsa wajah tidak mirip yang kini melekat pada karyanya justru lahir secara tidak disengaja saat masa kuliah. Keterbatasan teknis dalam menggambar realis mendorongnya mencari pendekatan visual lain yang kemudian berkembang menjadi identitas artistik.

“Waktu itu saya berpikir, masa iya sih gambar cuma harus seperti itu? Karena kemampuan saya tidak ke arah realis, akhirnya saya mencoba pendekatan lain dan lahirlah sketsa wajah tidak mirip,” jelasnya.

Selain berpameran, Res Harris juga aktif mengerjakan artwork untuk kebutuhan dunia musik, seperti sampul album, single, hingga merchandise band. Tarif karyanya bervariasi, tergantung tingkat kerumitan dan kebutuhan, bahkan kerap digratiskan untuk kegiatan sosial.

“Ratenya masih terjangkau, dari ratusan ribu sampai jutaan, tergantung kebutuhan. Untuk kegiatan sosial, kadang juga tidak saya pasang tarif,” ujarnya.

Sebagai pengajar seni rupa, pengalaman berkarya di luar kelas turut ia bagikan kepada siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran. Meski begitu, ia mencatat minat generasi muda saat ini mulai bergeser ke karya berbasis digital.

“Pengalaman saya di luar kelas biasanya saya ceritakan ke murid. Itu jadi daya tarik tersendiri, meskipun sekarang anak-anak lebih banyak tertarik ke karya digital,” katanya.

Masyarakat yang ingin menyaksikan langsung karya-karya Res Harris dapat mengunjungi pameran di Nomore Gallery hingga 3 Maret 2026. Karyanya juga dapat diakses melalui akun Instagram @resharis serta situs web blhdnkcomix.con yang ia kelola.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Padang Laksanakan Tarawih Perdana

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah Padang Laksanakan Tarawih Perdana

News
| Senin, 16 Februari 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement