Advertisement
Makna Mendalam di Balik Dominasi Merah dan Emas Saat Imlek
Ilustrasi lampion yang identik saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh. - istockphoto\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan semarak warna merah dan emas yang menghiasi lampion, busana, hingga amplop angpao. Kombinasi dua warna ini bukan sekadar estetika, melainkan simbol keberuntungan, perlindungan, serta harapan akan kemakmuran dalam tradisi masyarakat Tionghoa.
Merah: Pelindung dari Energi Negatif
Advertisement
Menurut literatur budaya yang dipopulerkan berbagai lembaga kajian seperti Confucius Institute for Scotland, warna merah memiliki akar kuat dalam mitologi Tiongkok kuno, khususnya legenda tentang Nian.
Dalam kisah tersebut, Nian digambarkan sebagai makhluk buas yang muncul di akhir tahun untuk meneror penduduk desa. Konon, makhluk ini takut pada cahaya terang, suara keras, dan warna merah. Seorang pria tua berpakaian merah berhasil mengusirnya dengan menyalakan api dan petasan. Sejak saat itu, merah dipercaya sebagai warna pelindung dari roh jahat sekaligus simbol energi api dalam filosofi Wu Xing (Teori Lima Elemen).
BACA JUGA
Tak heran jika lampion, dekorasi rumah, hingga pakaian baru saat Imlek didominasi warna merah sebagai lambang keberanian, kebahagiaan, dan energi positif.
Emas: Simbol Kemakmuran dan Keagungan
Sementara itu, warna emas melambangkan kekayaan, kejayaan, dan harmoni. Dalam sejarah Tiongkok, emas identik dengan kekuasaan kaisar dan kemuliaan. Warna ini juga dikaitkan dengan keseimbangan Yin-Yang serta keberuntungan finansial.
Legenda lain menyebutkan sosok Sui, makhluk halus yang dipercaya mengganggu anak-anak saat malam tahun baru. Untuk melindungi mereka, orang tua membungkus delapan koin emas dalam kertas merah dan meletakkannya di bawah bantal. Tradisi inilah yang kemudian berkembang menjadi budaya angpao (hongbao), simbol doa akan rezeki dan perlindungan.
Harmoni Merah dan Emas
Perpaduan merah dan emas menciptakan simbolisme yang kuat:
- Merah → keberanian, perlindungan, kebahagiaan
- Emas → kemakmuran, kehormatan, keberuntungan
Kombinasi keduanya melambangkan harapan agar tahun baru membawa energi positif sekaligus kesejahteraan materi dan spiritual.
Warisan yang Tetap Hidup
Hingga kini, warna merah dan emas tetap menjadi identitas utama perayaan Imlek di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski desain dekorasi semakin modern, makna filosofisnya tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya yang telah diwariskan ribuan tahun.
Saat lampion merah dinyalakan dan angpao dibagikan, masyarakat Tionghoa di seluruh dunia memaknai momen tersebut sebagai simbol awal baru yang penuh optimisme, perlindungan, serta limpahan berkah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jalur Pantura Situbondo Banyak Lubang, Polisi Imbau Hati-Hati
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Kunjungan Wisata Bantul Naik Jelang Imlek, Pantai Jadi Magnet
- Warga Rejowinangun Jogja Dilatih Daur Ulang Sampah Jadi Kerajinan
- Antisipasi Padusan, SAR Siapkan 100 Personel di Pantai Parangtritis
- Bentrokan Remaja di Canden Bantul, Polisi Amankan 10 Orang
- Fenomena Swasensor Meluas, Akademisi UII Soroti Ancaman Ekspresi
Advertisement
Advertisement






