Advertisement

Makna Mendalam di Balik Dominasi Merah dan Emas Saat Imlek

Jumali
Selasa, 17 Februari 2026 - 10:37 WIB
Jumali
Makna Mendalam di Balik Dominasi Merah dan Emas Saat Imlek Ilustrasi lampion yang identik saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh. - istockphoto\\r\\n

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan semarak warna merah dan emas yang menghiasi lampion, busana, hingga amplop angpao. Kombinasi dua warna ini bukan sekadar estetika, melainkan simbol keberuntungan, perlindungan, serta harapan akan kemakmuran dalam tradisi masyarakat Tionghoa.

Merah: Pelindung dari Energi Negatif

Advertisement

Menurut literatur budaya yang dipopulerkan berbagai lembaga kajian seperti Confucius Institute for Scotland, warna merah memiliki akar kuat dalam mitologi Tiongkok kuno, khususnya legenda tentang Nian.

Dalam kisah tersebut, Nian digambarkan sebagai makhluk buas yang muncul di akhir tahun untuk meneror penduduk desa. Konon, makhluk ini takut pada cahaya terang, suara keras, dan warna merah. Seorang pria tua berpakaian merah berhasil mengusirnya dengan menyalakan api dan petasan. Sejak saat itu, merah dipercaya sebagai warna pelindung dari roh jahat sekaligus simbol energi api dalam filosofi Wu Xing (Teori Lima Elemen).

Tak heran jika lampion, dekorasi rumah, hingga pakaian baru saat Imlek didominasi warna merah sebagai lambang keberanian, kebahagiaan, dan energi positif.

Emas: Simbol Kemakmuran dan Keagungan

Sementara itu, warna emas melambangkan kekayaan, kejayaan, dan harmoni. Dalam sejarah Tiongkok, emas identik dengan kekuasaan kaisar dan kemuliaan. Warna ini juga dikaitkan dengan keseimbangan Yin-Yang serta keberuntungan finansial.

Legenda lain menyebutkan sosok Sui, makhluk halus yang dipercaya mengganggu anak-anak saat malam tahun baru. Untuk melindungi mereka, orang tua membungkus delapan koin emas dalam kertas merah dan meletakkannya di bawah bantal. Tradisi inilah yang kemudian berkembang menjadi budaya angpao (hongbao), simbol doa akan rezeki dan perlindungan.

Harmoni Merah dan Emas

Perpaduan merah dan emas menciptakan simbolisme yang kuat:

- Merah → keberanian, perlindungan, kebahagiaan

- Emas → kemakmuran, kehormatan, keberuntungan

Kombinasi keduanya melambangkan harapan agar tahun baru membawa energi positif sekaligus kesejahteraan materi dan spiritual.

Warisan yang Tetap Hidup

Hingga kini, warna merah dan emas tetap menjadi identitas utama perayaan Imlek di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski desain dekorasi semakin modern, makna filosofisnya tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya yang telah diwariskan ribuan tahun.

Saat lampion merah dinyalakan dan angpao dibagikan, masyarakat Tionghoa di seluruh dunia memaknai momen tersebut sebagai simbol awal baru yang penuh optimisme, perlindungan, serta limpahan berkah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jalur Pantura Situbondo Banyak Lubang, Polisi Imbau Hati-Hati

Jalur Pantura Situbondo Banyak Lubang, Polisi Imbau Hati-Hati

News
| Selasa, 17 Februari 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement