Studi: Kucing Lebih Sehat Jika Punya Akses Luar

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Selasa, 07 Juli 2026 11:07 WIB
Studi: Kucing Lebih Sehat Jika Punya Akses Luar

Kucing - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA — Memelihara lebih dari satu kucing di rumah ternyata tidak selalu berdampak positif bagi kesejahteraan hewan tersebut. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Animal Behaviour Science mengungkap bahwa kucing yang tinggal di lingkungan dengan banyak kucing berisiko mengalami stres hingga gangguan kesehatan, terutama jika tidak memiliki akses ke ruang tambahan.

Dilansir dari Psychology Today, Selasa (7/7/2026) penelitian yang dilakukan terhadap pemilik kucing di Denmark ini menemukan bahwa akses aman ke area luar rumah dapat menjadi salah satu solusi penting untuk menjaga kesejahteraan kucing, khususnya yang hidup bersama kucing lain.

Peneliti utama, Peter Sandøe, menjelaskan bahwa secara alami kucing merupakan hewan soliter yang cenderung mempertahankan wilayahnya sendiri. Kondisi ini membuat tidak semua kucing mampu beradaptasi dengan baik saat harus berbagi ruang dengan kucing lain dalam satu rumah.

Dalam survei tersebut, sebanyak 51% kucing hidup sebagai satu-satunya hewan peliharaan di rumah. Sementara 39% tinggal bersama satu kucing lain, dan sekitar 9% hidup dengan dua kucing atau lebih. Data ini menunjukkan bahwa praktik memelihara lebih dari satu kucing cukup umum, namun memiliki tantangan tersendiri.

Hasil penelitian mengungkap bahwa semakin banyak jumlah kucing dalam satu rumah, semakin tinggi pula risiko munculnya masalah perilaku dan kesehatan. Beberapa masalah yang sering ditemukan antara lain buang air di luar kotak pasir, perilaku menyemprotkan urine untuk menandai wilayah, hingga gangguan kesehatan seperti radang kandung kemih. Risiko ini meningkat signifikan pada rumah dengan tiga kucing atau lebih.

Meski begitu, studi ini juga menemukan faktor kunci yang dapat menekan risiko tersebut, yakni ketersediaan akses ke area luar rumah. Kucing yang memiliki ruang tambahan seperti halaman atau teras berpagar cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah karena dapat menjauh sementara dari kucing lain.

“Ruang tambahan memberi kesempatan bagi kucing untuk mengatur jarak sosialnya, yang sangat penting bagi hewan dengan sifat teritorial,” tulis peneliti dalam laporan tersebut.

Selain faktor lingkungan, karakter individu kucing juga berperan besar. Kucing yang aktif, suka bermain, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi cenderung menunjukkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik, terutama di rumah dengan banyak kucing. Sebaliknya, kucing yang pasif, mudah takut, atau pemalu lebih rentan mengalami stres.

Menariknya, pada rumah dengan satu kucing, sifat penakut atau mudah gugup justru dikaitkan dengan kesejahteraan yang lebih rendah. Peneliti menilai kondisi ini bisa menjadi indikator stres, bukan sekadar kepribadian bawaan.

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa akses ke luar rumah tidak harus berarti membiarkan kucing berkeliaran bebas. Risiko seperti kecelakaan lalu lintas, serangan hewan lain, hingga penularan penyakit tetap perlu diantisipasi. Oleh karena itu, solusi seperti halaman tertutup, catio (patio khusus kucing), atau area luar yang aman menjadi pilihan ideal.

Sebagai catatan, penelitian ini bersifat observasional sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Namun, temuan ini memperkuat pentingnya menyediakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan alami kucing.

Dalam tren terbaru perawatan hewan peliharaan global, konsep “enrichment environment” atau pengayaan lingkungan semakin banyak diterapkan, termasuk menyediakan ruang eksplorasi, mainan interaktif, hingga akses udara luar yang aman. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup kucing secara signifikan.

Bagi para pemilik, memahami perilaku alami kucing dan menyediakan ruang yang memadai bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan fisik dan mental hewan peliharaan.

.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online