LLDikti V Jogja Perkuat Integritas Menuju WBBM 2026, Cegah Gratifikasi
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Kelelahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kekurangan zat besi masih menjadi persoalan kesehatan yang sering luput dikenali karena gejalanya muncul perlahan dan kerap tidak terasa. Padahal, kondisi ini dapat berdampak pada kualitas aktivitas harian hingga berkembang menjadi anemia jika tidak ditangani sejak dini.
Dikutip dari Eatingwell, defisiensi zat besi dapat terjadi dalam spektrum yang luas, mulai dari gejala ringan, menengah, hingga anemia sebagai kondisi paling berat. Dalam tahap lanjut, kekurangan zat besi berpotensi mengganggu fungsi tubuh secara menyeluruh dan memengaruhi produktivitas sehari-hari.
Sejumlah tanda fisik dan psikologis berikut perlu diwaspadai sebagai indikasi tubuh kekurangan zat besi. Mengenali gejala sejak awal dapat membantu mencegah kondisi berkembang lebih serius.
Gejala paling umum adalah rasa lelah yang muncul terus-menerus. Jika tubuh kerap merasa kelelahan dalam beberapa waktu terakhir tanpa sebab yang jelas, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal defisiensi zat besi dan sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan.
Rasa mudah kedinginan juga dapat menjadi petunjuk. Kekurangan zat besi dapat menghambat kerja tiroid serta hormon tiroid yang berperan penting dalam mengatur suhu tubuh, sehingga penderita lebih sensitif terhadap udara dingin.
Sesak napas saat beraktivitas, termasuk ketika rutin berolahraga, juga patut diperhatikan. Zat besi berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, sehingga kadar zat besi yang rendah membuat tubuh kesulitan memenuhi kebutuhan oksigen saat menjalani aktivitas kardio.
Perubahan emosi berupa mudah tersinggung menjadi gejala lain yang kerap terabaikan. Sebuah penelitian menunjukkan remaja dengan defisiensi zat besi atau anemia cenderung mengalami tingkat iritabilitas lebih tinggi dibandingkan remaja dengan kondisi kesehatan normal.
Dari sisi fisik, rambut yang menipis dan rapuh dapat menjadi tanda lanjutan. Rontok sebanyak 50–100 helai per hari masih tergolong normal, namun jika jumlahnya melebihi itu, kondisi tersebut bisa mengindikasikan kekurangan zat besi.
Gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan juga dikaitkan dengan rendahnya kadar zat besi. Zat besi berperan sebagai komponen penting dalam kerja neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, sehingga kekurangannya dapat memengaruhi kestabilan emosi.
Selain itu, kekurangan zat besi juga berkaitan dengan kondisi peradangan tertentu. Bagi individu yang memiliki gangguan radang usus, konsultasi mengenai kadar zat besi menjadi langkah penting karena kondisi tersebut dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dan memperparah defisiensi zat besi yang dialami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.
YouTube menambah fitur AI untuk kreator, mulai dari mencari ide, mengedit video, membuat thumbnail, hingga menguji tiga versi konten.
Thailand menang 4-0 atas Pakistan di FIFA ASEAN Cup 2026. Duel melawan Vietnam pada 29 September menjadi laga penting Grup B.
The Thao 247 menyoroti starting XI Timnas Indonesia yang seluruhnya lahir di luar Indonesia saat mengalahkan Singapura 2-0.