Jembatan Garuda Hubungkan 7.371 Desa
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Kelelahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kekurangan zat besi masih menjadi persoalan kesehatan yang sering luput dikenali karena gejalanya muncul perlahan dan kerap tidak terasa. Padahal, kondisi ini dapat berdampak pada kualitas aktivitas harian hingga berkembang menjadi anemia jika tidak ditangani sejak dini.
Dikutip dari Eatingwell, defisiensi zat besi dapat terjadi dalam spektrum yang luas, mulai dari gejala ringan, menengah, hingga anemia sebagai kondisi paling berat. Dalam tahap lanjut, kekurangan zat besi berpotensi mengganggu fungsi tubuh secara menyeluruh dan memengaruhi produktivitas sehari-hari.
Sejumlah tanda fisik dan psikologis berikut perlu diwaspadai sebagai indikasi tubuh kekurangan zat besi. Mengenali gejala sejak awal dapat membantu mencegah kondisi berkembang lebih serius.
Gejala paling umum adalah rasa lelah yang muncul terus-menerus. Jika tubuh kerap merasa kelelahan dalam beberapa waktu terakhir tanpa sebab yang jelas, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal defisiensi zat besi dan sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan.
Rasa mudah kedinginan juga dapat menjadi petunjuk. Kekurangan zat besi dapat menghambat kerja tiroid serta hormon tiroid yang berperan penting dalam mengatur suhu tubuh, sehingga penderita lebih sensitif terhadap udara dingin.
Sesak napas saat beraktivitas, termasuk ketika rutin berolahraga, juga patut diperhatikan. Zat besi berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, sehingga kadar zat besi yang rendah membuat tubuh kesulitan memenuhi kebutuhan oksigen saat menjalani aktivitas kardio.
Perubahan emosi berupa mudah tersinggung menjadi gejala lain yang kerap terabaikan. Sebuah penelitian menunjukkan remaja dengan defisiensi zat besi atau anemia cenderung mengalami tingkat iritabilitas lebih tinggi dibandingkan remaja dengan kondisi kesehatan normal.
Dari sisi fisik, rambut yang menipis dan rapuh dapat menjadi tanda lanjutan. Rontok sebanyak 50–100 helai per hari masih tergolong normal, namun jika jumlahnya melebihi itu, kondisi tersebut bisa mengindikasikan kekurangan zat besi.
Gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan juga dikaitkan dengan rendahnya kadar zat besi. Zat besi berperan sebagai komponen penting dalam kerja neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, sehingga kekurangannya dapat memengaruhi kestabilan emosi.
Selain itu, kekurangan zat besi juga berkaitan dengan kondisi peradangan tertentu. Bagi individu yang memiliki gangguan radang usus, konsultasi mengenai kadar zat besi menjadi langkah penting karena kondisi tersebut dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dan memperparah defisiensi zat besi yang dialami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Jorge Martin memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 240 poin, tapi tak peduli gelar juara. Ia fokus ke pengembangan motor dan kemenangan. Simak pernyataan lengkap
Lazio resmi putus kontrak sponsor Rp360 miliar dengan Polymarket setelah platform dinyatakan ilegal di Italia. Klub tetap terima pembayaran penuh musim ini, tap
Rio de Janeiro terpilih jadi tuan rumah peluncuran MotoGP 2027 di Pantai Botafogo, 21 Februari. Seluruh tim dan pembalap hadir, sambut era mesin 850cc.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.