Pajar Ariyana ke Final Asian Games 2026, Hadapi Kanoa Igarashi
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Polusi udara - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Polusi udara tidak hanya merusak paru-paru dan jantung, tetapi kini terbukti berdampak pada kesuburan pria. Studi terbaru mengungkap bahwa polutan lingkungan dapat menurunkan kualitas sperma hingga memengaruhi kemampuan konsepsi alami maupun berbantuan medis.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa polutan seperti PM10, PM2.5, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, dan karbon monoksida dapat merusak DNA serta memengaruhi konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma.
Menurut siaran Hindustan Times pada 15 Januari 2026, para ilmuwan mengamati adanya penurunan bertahap pada kualitas sperma pria yang tinggal di wilayah perkotaan. "Paparan lingkungan jangka panjang terhadap udara tercemar telah dikaitkan dengan air mani berkualitas rendah, yang berdampak pada konsepsi alami maupun konsepsi yang dibantu melalui IVF," ujar dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta ahli bedah laparoskopi, Isha Nandal, dari Yellow Fertility di Rohtak, India.
Akar masalah ini terkait dengan stres oksidatif, di mana polusi udara memicu lonjakan radikal bebas yang melebihi pertahanan antioksidan tubuh. "Ketika racun melebihi pertahanan antioksidan alami tubuh, mereka mulai menyerang sel, termasuk sel sperma," kata dr. Nandal. Selain itu, paparan polusi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, termasuk kadar testosteron yang berfluktuasi dan memengaruhi produksi sperma.
Studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Endocrinology menunjukkan paparan polutan lingkungan bisa menurunkan kadar sperma hingga 50 persen. "Kesehatan sperma mencerminkan gaya hidup dan paparan lingkungan dari 2-3 bulan terakhir, artinya apa yang dihirup pria hari ini dapat memengaruhi hasil kesuburan beberapa bulan kemudian," ungkap dr. Nandal.
Ia menekankan pentingnya memperluas diskusi seputar kesuburan, yang selama ini lebih banyak fokus pada faktor biologis wanita, stres, berat badan, dan gaya hidup. "Perubahan kecil dalam pilihan hidup sehari-hari, seperti menghindari area dengan lalu lintas padat, menggunakan pembersih udara di dalam ruangan, memastikan ventilasi yang baik, serta menghindari merokok, dapat sangat membantu menjaga kesehatan sperma," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.