Advertisement

Udara Tercemar Mengancam Kesuburan Pria

Newswire
Senin, 19 Januari 2026 - 15:07 WIB
Maya Herawati
Udara Tercemar Mengancam Kesuburan Pria Polusi udara / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Polusi udara tidak hanya merusak paru-paru dan jantung, tetapi kini terbukti berdampak pada kesuburan pria. Studi terbaru mengungkap bahwa polutan lingkungan dapat menurunkan kualitas sperma hingga memengaruhi kemampuan konsepsi alami maupun berbantuan medis.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa polutan seperti PM10, PM2.5, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, dan karbon monoksida dapat merusak DNA serta memengaruhi konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma.

Menurut siaran Hindustan Times pada 15 Januari 2026, para ilmuwan mengamati adanya penurunan bertahap pada kualitas sperma pria yang tinggal di wilayah perkotaan. "Paparan lingkungan jangka panjang terhadap udara tercemar telah dikaitkan dengan air mani berkualitas rendah, yang berdampak pada konsepsi alami maupun konsepsi yang dibantu melalui IVF," ujar dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta ahli bedah laparoskopi, Isha Nandal, dari Yellow Fertility di Rohtak, India.

Akar masalah ini terkait dengan stres oksidatif, di mana polusi udara memicu lonjakan radikal bebas yang melebihi pertahanan antioksidan tubuh. "Ketika racun melebihi pertahanan antioksidan alami tubuh, mereka mulai menyerang sel, termasuk sel sperma," kata dr. Nandal. Selain itu, paparan polusi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, termasuk kadar testosteron yang berfluktuasi dan memengaruhi produksi sperma.

Studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Endocrinology menunjukkan paparan polutan lingkungan bisa menurunkan kadar sperma hingga 50 persen. "Kesehatan sperma mencerminkan gaya hidup dan paparan lingkungan dari 2-3 bulan terakhir, artinya apa yang dihirup pria hari ini dapat memengaruhi hasil kesuburan beberapa bulan kemudian," ungkap dr. Nandal.

Ia menekankan pentingnya memperluas diskusi seputar kesuburan, yang selama ini lebih banyak fokus pada faktor biologis wanita, stres, berat badan, dan gaya hidup. "Perubahan kecil dalam pilihan hidup sehari-hari, seperti menghindari area dengan lalu lintas padat, menggunakan pembersih udara di dalam ruangan, memastikan ventilasi yang baik, serta menghindari merokok, dapat sangat membantu menjaga kesehatan sperma," katanya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BMKG Uji Nowcasting Berbasis AI untuk Data Lebih Akurat

BMKG Uji Nowcasting Berbasis AI untuk Data Lebih Akurat

News
| Senin, 19 Januari 2026, 16:27 WIB

Advertisement

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Wisata
| Sabtu, 17 Januari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement