Advertisement

Dokter Sebut Gaya Hidup Mager Jadi Musuh Terbesar Jantung

Maya Herawati
Senin, 19 Januari 2026 - 13:07 WIB
Maya Herawati
Dokter Sebut Gaya Hidup Mager Jadi Musuh Terbesar Jantung Mager atau malas bergerak. / Foto ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Banyak orang merasa sudah menjaga kesehatan jantung dengan makan bergizi dan tidur cukup, tetapi tanpa disadari tetap menempatkan organ vital ini dalam bahaya. Kebiasaan malas bergerak (mager) disebut dokter sebagai kesalahan paling fatal yang sering dianggap sepele.

Dokter bedah kardiovaskular bersertifikat asal Amerika Serikat, Dr. Jeremy London, membagikan peringatan medis penting berdasarkan pengalamannya lebih dari 25 tahun menangani pasien jantung. Seperti dikutip dari Hindustan Times, Senin (19/1/2026) ia menegaskan bahwa ancaman terbesar bagi kesehatan jantung bukan semata makanan tidak sehat, melainkan gaya hidup yang minim aktivitas fisik.

Advertisement

Gaya Hidup Sedenter atau Kurang Bergerak

Menurut Dr. London, gaya hidup sedenter—yakni kebiasaan duduk terlalu lama dan jarang bergerak—merupakan faktor paling merusak bagi kekuatan jantung. Hal ini disebabkan jantung pada dasarnya adalah otot yang membutuhkan stimulasi rutin agar tetap kuat dan efisien.

"Satu hal yang harus Anda hindari adalah hidup sedenter. Telah terbukti bahwa istirahat di tempat tidur (bed rest) dalam waktu singkat saja dapat menurunkan fungsi jantung. Jantung hanyalah sebuah otot. Jika Anda tidak menggunakannya, Anda akan kehilangan kemampuannya (If you don't use it, you lose it)," jelas Dr. London.

Jantung Kuat Berkaitan Langsung dengan Umur Panjang

Dr. London menekankan bahwa kekuatan jantung memiliki hubungan erat dengan tingkat kelangsungan hidup seseorang. Pasien dengan kondisi jantung yang kuat terbukti memiliki peluang bertahan hidup yang lebih baik dibandingkan mereka yang fungsi jantungnya lemah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam jangka pendek, jantung yang kuat mempercepat proses pemulihan pascaoperasi. Sementara dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko kematian atau mortalitas secara keseluruhan.

Aktif Bergerak Setiap Hari

Kabar baiknya, Dr. London menyebut bahwa fungsi jantung tidak bersifat statis. Kesehatan dan kekuatannya dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan terukur.

Saat seseorang berolahraga dan memacu tubuhnya, ia sebenarnya sedang mengirimkan “sinyal” kepada jantung agar bekerja lebih efisien dan semakin kuat. Investasi ini tidak hanya berdampak pada kebugaran, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap potensi umur panjang.

Pesan Penutup Dr. London: "Jangan terjebak dalam gaya hidup sedenter. Bergeraklah setiap hari, berlatihlah dengan tujuan, dan ingatlah bahwa jantung Anda akan membalas setiap upaya yang Anda berikan."

Catatan untuk pembaca: Artikel ini bertujuan sebagai informasi kesehatan dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter jika memiliki pertanyaan atau kondisi medis tertentu terkait kesehatan jantung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Hindustan Times

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Korban Kedua Pesawat ATR Ditemukan di Jurang Bulusaraung

Korban Kedua Pesawat ATR Ditemukan di Jurang Bulusaraung

News
| Senin, 19 Januari 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Wisata
| Sabtu, 17 Januari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement