Advertisement
Enam Gejala di Kaki yang Berbahaya bagi Kesehatan
Ilustrasi kram otot kaki. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Sejumlah perubahan pada kaki bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan serius. Konsultan bedah vaskular dan endovaskular Aster RV Hospital India, Dr. A. Arun Kumar, mengungkapkan enam gejala yang patut diwaspadai, mulai dari kaki bengkak, kram malam hari, hingga mati rasa berkepanjangan. Penjelasan ini disampaikan melalui siaran Hindustan Times, Jumat (16/1/2026).
1. Kaki Membengkak
Pembengkakan pada telapak, pergelangan, atau betis dapat menandakan terganggunya aliran darah maupun limfa. Dr. Kumar menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gagal jantung, ketika jantung tidak memompa darah secara optimal sehingga cairan menumpuk di area kaki.
Advertisement
Selain gagal jantung, pembengkakan juga dapat berhubungan dengan bekuan darah, penyakit ginjal, atau sirosis. Bila bengkak muncul mendadak, memburuk, atau disertai sesak napas, pasien disarankan segera mencari pertolongan medis.
2. Kaki Terasa Dingin
Kaki yang tetap dingin meski sudah dihangatkan dapat menjadi tanda penyakit arteri perifer (PAD), yakni penyempitan arteri yang mengurangi suplai oksigen ke kaki. Kondisi ini tak hanya menyebabkan kaki dingin, tetapi juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
BACA JUGA
Mereka yang memiliki hipotiroidisme, anemia, serta perokok aktif lebih rentan mengalami masalah ini.
3. Kram Kaki di Malam Hari
Kram mendadak saat beristirahat juga bisa mencerminkan gangguan kesehatan tertentu. Menurut Dr. Kumar, kram dapat diperparah oleh dehidrasi, efek samping obat, atau ketidakseimbangan elektrolit.
Masalah lain seperti gangguan sirkulasi dan penyakit ginjal juga bisa memicu kram berulang. Jika kram sering mengganggu, pemeriksaan medis dianjurkan untuk mendeteksi kemungkinan gangguan pembuluh darah maupun saraf.
4. Kulit Menggelap atau Luka Lama Sembuh
Perubahan warna kulit pada kaki, mulai dari cokelat kemerahan hingga ungu atau gelap, dapat menjadi tanda dermatitis stasis vena akibat insufisiensi vena kronis. Kondisi ini terjadi ketika darah menumpuk pada vena yang melemah.
Sementara itu, luka kecil yang tak kunjung sembuh dalam 7–10 hari patut dicurigai sebagai gejala diabetes, kata Dr. Kumar, terutama pada pasien usia lanjut.
5. Mati Rasa dan Kesemutan
Mati rasa atau sensasi seperti ditusuk jarum di kaki bisa disebabkan oleh kurang bergerak. Namun jika menetap, kondisi ini dapat menandakan neuropati diabetik, kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang.
Dr. Kumar menegaskan bahwa neuropati diabetik bukan hanya komplikasi diabetes, tetapi juga indikator meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, meski tanpa keluhan nyeri.
6. Kemerahan Mendadak pada Kaki
Kemerahan tiba-tiba pada kaki jangan diabaikan karena bisa mengarah pada Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam. Bekuan darah ini memerlukan intervensi medis segera karena dapat berpindah ke paru-paru dan membahayakan nyawa.
Risiko DVT meningkat pada orang yang jarang bergerak dalam waktu lama, baru operasi, atau menempuh perjalanan jauh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Banjir Tak Halangi Ela dan Muhadi Gelar Resepsi Pernikahannya
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Hujan Guyur Sleman, Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Mobil
- Jadwal KA Bandara YIA-Tugu Beroperasi Normal Minggu 18 Januari 2026
- SIM Keliling Jogja Januari 2026, Ada Layanan Malam di Alun-Alun Kidul
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal SIM Keliling Bantul Januari 2026, Ini Lokasi dan Waktunya
Advertisement
Advertisement



