Kebiasaan Manis Berlebihan Bisa Ganggu Kinerja Otak
Konsumsi gula dan karbohidrat berlebih bisa ganggu otak dan picu masalah mental, ini penjelasannya.
Foto ilustrasi anak sarapan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pagi hari kerap menentukan ritme emosi dan fisik anak sepanjang hari. Awal hari yang berantakan bisa membuat anak gelisah dan kurang siap menghadapi aktivitas, sementara rutinitas yang teratur membantu mereka merasa aman, percaya diri, dan terkendali.
Para ahli menilai kebiasaan pagi yang baik akan tertanam hingga dewasa. Memulai hari dengan tenang dan terstruktur memberi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Berikut ini yang bisa Anda perhatikan seperti dikutip dari The Times of India, Rabu (14/1/2025).
Pagi Menentukan Ritme Emosi Anak
Cara anak mengawali pagi memengaruhi suasana hatinya sepanjang hari. Lingkungan yang tenang, alur kegiatan yang jelas, serta kehadiran orang tua membuat anak merasa diperhatikan. Ketika pagi berjalan tanpa tergesa, anak lebih siap menghadapi tantangan di sekolah maupun di rumah.
Bangun Tidur Tanpa Stres, Awal Hari Lebih Tenang
Momen bangun tidur sangat krusial. Menggunakan alarm bernada lembut atau sapaan hangat dari orang tua membantu anak bertransisi dari tidur tanpa kejutan. Tanpa suara keras yang mengejutkan, pikiran anak punya waktu untuk menyesuaikan diri sebelum memulai aktivitas.
Rutinitas Kebersihan Menumbuhkan Disiplin Sejak Dini
Kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi, mencuci muka, dan merapikan tempat tidur mengajarkan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Rutinitas yang dilakukan setiap pagi menanamkan kemandirian dan keteraturan. Anak belajar bahwa merawat tubuh adalah kebutuhan harian, bukan pilihan.
Sarapan Bergizi, Bahan Bakar Otak Anak
Sarapan memberi energi bagi tubuh dan otak. Menu seimbang berisi buah, protein, dan serat membantu anak fokus di sekolah. Makan bersama keluarga juga membentuk pola makan sehat sekaligus mempererat hubungan. Anak yang terbiasa sarapan cenderung lebih bertenaga dan mudah berkonsentrasi.
Pagi Tanpa Gawai, Pikiran Lebih Jernih
Menjauhkan gawai di pagi hari membantu anak fokus pada lingkungan sekitar. Daripada langsung menatap layar, anak bisa membaca, meregangkan tubuh, atau berbincang dengan keluarga. Pagi tanpa layar mengurangi stimulasi berlebih dan melatih rentang perhatian mereka.
Gerakan Ringan Mengaktifkan Tubuh
Peregangan, yoga sederhana, atau jalan santai mampu membangunkan tubuh secara alami. Aktivitas ringan meningkatkan aliran darah, memperbaiki suasana hati, dan mengurangi rasa malas. Bagi anak, gerakan pagi memberi dorongan energi untuk belajar.
Sentuhan Emosional, Bekal Psikologis Anak
Menutup rutinitas pagi dengan kata-kata positif, afirmasi, atau pelukan hangat menjadi jangkar emosional bagi anak. Dukungan kecil ini menumbuhkan rasa percaya diri. Anak yang berangkat dengan bekal emosi positif cenderung menjalani hari dengan lebih yakin dan optimistis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : The Times of India
Konsumsi gula dan karbohidrat berlebih bisa ganggu otak dan picu masalah mental, ini penjelasannya.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.