Mantan Masih Bisa Mengintai, Ini Cara Aman Putus Digital

Jumali
Jumali Senin, 27 Juli 2026 12:17 WIB
Mantan Masih Bisa Mengintai, Ini Cara Aman Putus Digital

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Putus cinta biasanya identik dengan proses memulihkan perasaan dan menata kembali kehidupan. Namun di era digital saat ini, berakhirnya hubungan tidak hanya soal memutus komunikasi atau menyimpan kenangan. Ada satu hal penting yang sering terlupakan, yakni memutus akses digital yang pernah dibagikan selama menjalin hubungan.

Perusahaan keamanan siber global Kaspersky mengingatkan bahwa banyak pasangan tanpa sadar berbagi berbagai akses digital, mulai dari akun streaming, layanan penyimpanan data, media sosial, hingga perangkat rumah pintar. Ketika hubungan berakhir, akses tersebut sering kali tetap aktif dan berpotensi menimbulkan masalah privasi maupun keamanan.

Menurut Kaspersky, risiko ini tidak boleh dianggap sepele. Akun yang masih terhubung dapat memberikan informasi mengenai aktivitas sehari-hari, lokasi, transaksi, hingga kebiasaan seseorang kepada mantan pasangan.

Salah satu contoh yang diangkat adalah pengalaman seorang klien konsultan hubungan Susan Winter. Meski hubungan telah berakhir, mantan pasangannya masih dapat melihat aktivitas reservasi restoran melalui akun OpenTable yang pernah digunakan bersama. Akibatnya, informasi mengenai lokasi, waktu reservasi, hingga jumlah orang yang hadir masih dapat dipantau oleh pihak yang seharusnya tidak lagi memiliki akses.

Kasus tersebut menunjukkan bahwa keamanan digital pasca-putus hubungan menjadi bagian penting dari perlindungan privasi. Sama seperti seseorang membereskan barang-barang pribadi setelah berpisah, akun dan layanan digital juga perlu ditata ulang.

Kaspersky menyarankan pengguna untuk segera memeriksa seluruh akun yang pernah digunakan bersama pasangan. Langkah pertama yang disarankan adalah keluar dari seluruh sesi aktif pada perangkat lain, termasuk akun email, media sosial, dan aplikasi perpesanan.

Penggantian kata sandi juga menjadi langkah yang sangat penting. Kata sandi baru sebaiknya berbeda dari yang pernah digunakan sebelumnya serta memiliki kombinasi huruf, angka, dan simbol yang kuat untuk mengurangi risiko akses tidak sah.

Selain itu, pengguna perlu memperbarui informasi pemulihan akun seperti alamat email cadangan dan nomor telepon. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada lagi pihak lain yang dapat mengambil alih akun melalui fitur pemulihan kata sandi.

Fitur autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) juga perlu diperiksa. Hapus perangkat yang tidak lagi digunakan atau perangkat yang sebelumnya dimiliki mantan pasangan dari daftar perangkat terpercaya.

Bagi pengguna layanan Apple maupun Google, Kaspersky mengingatkan pentingnya memeriksa fitur berbagi keluarga atau family sharing. Album foto bersama, penyimpanan cloud, hingga riwayat pembelian digital yang masih terhubung perlu dipisahkan untuk menjaga privasi masing-masing pihak.

Langganan digital yang digunakan bersama juga sebaiknya dievaluasi. Layanan seperti Netflix, Spotify, aplikasi kebugaran, atau platform digital lainnya perlu dipindahkan ke akun pribadi agar tidak menimbulkan masalah akses di kemudian hari.

Hal lain yang sering terlupakan adalah metode pembayaran. Pengguna dianjurkan memeriksa kartu kredit maupun kartu debit yang tersimpan di marketplace, aplikasi transportasi online, layanan pesan makanan, dan berbagai platform digital lainnya. Jika masih terdapat akses bersama, segera lakukan penghapusan atau pembaruan data.

Ancaman serupa juga dapat muncul dari perangkat rumah pintar atau Internet of Things (IoT). Kamera keamanan, speaker pintar, bel pintu digital, hingga pelacak lokasi dapat menjadi sumber kebocoran informasi apabila akses mantan pasangan belum dicabut.

Di media sosial, pengguna juga perlu meninjau ulang pengaturan privasi. Batasi informasi yang dapat dilihat publik dan periksa kembali siapa saja yang memiliki akses ke unggahan, lokasi, atau informasi pribadi lainnya.

Kaspersky turut mengingatkan masyarakat agar mewaspadai tanda-tanda penguntitan digital. Jika seseorang merasa mantan pasangan mengetahui terlalu banyak aktivitas pribadi atau muncul aktivitas mencurigakan pada akun tertentu, hal tersebut bisa menjadi sinyal adanya akses yang belum diputus.

Apabila menemukan indikasi pelacakan digital, pengguna disarankan segera meminta bantuan keluarga, teman terpercaya, atau pihak yang memiliki kompetensi di bidang keamanan siber. Langkah cepat dapat membantu mencegah penyalahgunaan data yang lebih serius.

Di tengah semakin terhubungnya kehidupan dengan teknologi, menjaga keamanan digital menjadi bagian penting dari perlindungan diri. Putus hubungan bukan hanya soal menata perasaan, tetapi juga memastikan seluruh akses digital yang pernah dibagikan telah benar-benar dipisahkan. Dengan demikian, seseorang dapat melangkah ke fase kehidupan berikutnya dengan lebih aman, nyaman, dan tetap menjaga privasi pribadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online