Advertisement
Diet DASH Terbukti Bantu Turunkan Hipertensi Secara Alami
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Gaya hidup modern yang serba cepat dan minim perhatian pada pola makan membuat tekanan darah tinggi kian menjadi ancaman lintas usia. Para ahli kesehatan menilai perubahan sederhana melalui pola makan terarah dapat menjadi kunci pengendalian hipertensi, salah satunya lewat penerapan Diet DASH yang telah teruji secara klinis.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan luas yang kerap dipicu oleh pola makan dan gaya hidup. Meski pada kondisi tertentu obat tetap dibutuhkan, para ahli sepakat bahwa perubahan kecil namun konsisten, termasuk penerapan Diet DASH, mampu memperbaiki kesehatan jantung secara signifikan.
Advertisement
DASH sendiri merupakan singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension, sebuah metode yang dikembangkan melalui uji klinis acak untuk menilai pengaruh pola makan terhadap tekanan darah. Berikut ini penjelasannya seperti dikutip dari The Times of India.
Apa Itu Diet DASH?
Diet DASH menekankan konsumsi buah dan sayur, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, protein tanpa lemak, serta produk susu rendah lemak. Fokus pada makanan padat nutrisi ini membantu mendukung sistem kardiovaskular secara alami.
Dr. Aastha Sharma, Kepala Ahli Diet di Yatharth Super Speciality Hospital, mengatakan kepada Health Shots bahwa Diet DASH terbukti secara ilmiah menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan. Namun, ia menegaskan setiap orang tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai pola makan baru agar sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing.
Cara Kerja Diet DASH Mengendalikan Hipertensi
Diet ini bekerja melalui beberapa mekanisme utama. Pertama, pola makan rendah natrium membantu mengurangi retensi cairan sehingga tekanan pada dinding pembuluh darah menurun. Kedua, peningkatan asupan kalium, magnesium, dan kalsium membantu merelaksasi pembuluh darah sekaligus menyeimbangkan efek natrium. Ketiga, fokus pada makanan utuh yang minim proses membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan menekan peradangan.
Studi klinis menunjukkan hasil yang relatif cepat. Mereka yang menjalani Diet DASH dapat mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik hanya dalam waktu sekitar dua minggu.
Komponen Utama Diet DASH
Diet DASH bukan diet ekstrem, melainkan rencana makan seimbang yang mendorong konsumsi sayuran dan buah-buahan kaya kalium serta antioksidan, biji-bijian utuh seperti beras merah dan gandum, produk susu rendah atau bebas lemak, protein tanpa lemak seperti ikan, unggas, dan kacang-kacangan, serta kacang dan biji sebagai sumber serat dan lemak sehat. Penggunaan minyak sehat seperti zaitun atau kanola dianjurkan dalam jumlah moderat.
Pedoman Asupan Natrium
Dalam praktiknya, Diet DASH memiliki dua batas natrium. Versi standar membatasi asupan hingga 2.300 miligram per hari atau setara satu sendok teh garam. Versi rendah natrium membatasi hingga 1.500 miligram per hari dan direkomendasikan bagi penderita hipertensi untuk manfaat yang lebih besar.
Makanan yang Perlu Dibatasi
Pola ini menyarankan pembatasan makanan asin dan olahan seperti sup kalengan, camilan kemasan, acar, serta makanan beku. Minuman manis dan gula, produk hewani tinggi lemak, makanan gorengan, lemak tidak sehat seperti mentega dan minyak sawit, serta konsumsi alkohol berlebihan juga perlu dihindari.
Contoh Menu Harian
Sarapan dapat berupa oatmeal dengan pisang dan susu rendah lemak, ditemani teh herbal atau kopi hitam. Camilan pagi berupa apel atau kecambah. Makan siang bisa terdiri atas beras merah atau roti gandum utuh dengan ikan atau ayam panggang, kari kacang-kacangan, serta salad besar. Camilan sore berupa makhana panggang tanpa garam. Makan malam dapat diisi sayuran kukus dan protein tanpa lemak dengan chapati gandum atau quinoa, lalu buah segar. Rempah alami dianjurkan sebagai pengganti garam, disertai konsumsi air putih yang cukup.
Siapa yang Perlu Berhati-hati
Diet DASH memerlukan penyesuaian khusus bagi penderita penyakit ginjal kronis karena asupan kalium, fosfor, dan protein bisa terlalu tinggi. Penderita gagal jantung lanjut, hipotensi, gangguan elektrolit, serta diabetes juga perlu pengawasan medis ketat karena diet ini dapat memengaruhi tekanan darah dan keseimbangan zat gizi.
Siapa yang Paling Disarankan
Diet ini sangat dianjurkan bagi penderita hipertensi, individu dengan risiko tinggi penyakit jantung, serta orang dewasa yang ingin menjaga kesehatan jantung jangka panjang dan mengontrol berat badan.
Artikel ini disusun sebagai informasi kesehatan dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Konsultasikan setiap perubahan pola makan dengan dokter Anda.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : The Times of India
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemerintah Siapkan Perpres AI sebagai Payung Regulasi Nasional
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DLH Gunungkidul Anggarkan Rp160 Juta untuk Pakan Monyet
- Hujan Angin Terjang Bantul, Puluhan Pohon Tumbang di 8 Wilayah
- Baru Ada 10 SPPG di Sleman Kantongi Sertifikat Laik Higiene
- Kolaborasi Driver Bajaj Maxride Perkuat Transportasi Wisata Jogja
- Murai Batu Rp150 Juta di Pleret Bantul Dicuri, Aksi Terekam CCTV
Advertisement
Advertisement




