Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang di Teluk Tomini
Speedboat yang membawa 11 wisatawan asing hilang kontak di perairan Teluk Tomini. Operasi pencarian ditunda akibat cuaca buruk.
Susu formula. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan memberikan susu sebagai pengganti makan utama dinilai berisiko mengganggu keseimbangan gizi anak. Ahli gizi menegaskan, susu seharusnya menjadi pelengkap pola makan, bukan menggantikan asupan makanan pokok yang dibutuhkan tubuh anak untuk tumbuh optimal.
Ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (Indonesian Sports Nutritionist Association/ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, mengingatkan bahwa susu tidak boleh diposisikan sebagai pengganti makanan utama anak.
Rita menjelaskan susu dapat dikonsumsi sebagai bagian dari makan lengkap, terutama pada pagi hari, atau dijadikan makanan selingan. Namun, perannya tetap sebagai pelengkap, bukan pengganti.
“Kalaupun anak suka susu, orang tua tetap harus mengondisikan bahwa anak harus makan lengkap ketika waktu makan utama, misalnya saat makan siang. Jangan sampai susu diposisikan menggantikan makan lengkap, tidak demikian,” ujar Rita, seperti dikutip dari Antara.
Rita menerangkan susu hanya melengkapi makanan utama karena berfungsi sebagai sumber protein dan kalsium. Jika seluruh kebutuhan makan anak digantikan dengan susu, justru berisiko memicu kekurangan gizi, terutama karbohidrat kompleks.
“Tidak ada seratnya dan juga keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien tidak akan tercipta jika anak hanya mengonsumsi makanan cair. Proses pencernaan di dalam tubuh juga tidak ideal bila hanya menerima makanan cair,” tuturnya.
Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan itu menekankan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode penting pembentukan kebiasaan makan. Pada fase ini, anak belajar mengenali pola makan yang sehat dan seimbang.
Karena itu, peran orang tua sangat menentukan dalam mengajarkan serta melatih anak membangun kebiasaan makan yang benar sejak dini.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama. Pendekatan yang bisa dilakukan antara lain menyepakati menu bersama anak dan memodifikasi hidangan agar sesuai selera sekaligus tetap bernilai gizi.
“Berikanlah makan utama terlebih dahulu. Ketika waktu selingan, jika ada zat gizi yang masih kurang, misalnya kalsium atau protein, maka susu dapat diberikan sebagai pelengkap bersama makanan lain, seperti buah,” jelas ahli gizi lulusan Universitas Indonesia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Speedboat yang membawa 11 wisatawan asing hilang kontak di perairan Teluk Tomini. Operasi pencarian ditunda akibat cuaca buruk.
Transaksi emas digital di ICDX mencapai Rp172,7 triliun pada semester I 2026, melonjak 601% seiring meningkatnya minat investasi masyarakat.
Harga pangan nasional hari ini mencatat cabai rawit merah Rp54.400 per kg dan telur ayam ras Rp29.600 per kg. Simak daftar harga terbaru.
Harga emas perhiasan hari ini Sabtu 25 Juli 2026 naik tipis. Simak daftar harga emas 24 karat hingga 5 karat di Lakuemas dan Rajaemas.
Subandi Giyanto tetap melestarikan lukisan kaca dan tatah sungging di Bantul sambil mencetak generasi baru lewat pelatihan gratis.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 25 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.