Advertisement

Kenali Pola Child Grooming agar Anak Terhindar dari Bahaya

Newswire
Selasa, 13 Januari 2026 - 14:07 WIB
Maya Herawati
Kenali Pola Child Grooming agar Anak Terhindar dari Bahaya Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus child grooming kembali viral di media sosial dan menjadi peringatan serius bagi orang tua bahwa ancaman terhadap anak tidak selalu datang dari orang asing, tetapi bisa muncul dari lingkungan terdekat yang tampak aman.

Fenomena child grooming kembali menyita perhatian publik setelah sejumlah kasus viral di berbagai platform media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Situasi ini menjadi alarm bagi para orang tua bahwa bahaya terhadap anak tidak selalu berasal dari orang asing, melainkan bisa datang dari orang-orang terdekat yang selama ini dipercaya.

Advertisement

Seperti dikutip dari Antara, child grooming merupakan upaya terencana yang dilakukan orang dewasa untuk membangun kedekatan emosional dan kepercayaan anak dengan tujuan memanipulasi serta mengeksploitasi mereka. Proses ini berlangsung perlahan dan sering kali tidak disadari korban.

Di tengah maraknya penggunaan gawai dan media sosial oleh anak, kewaspadaan orang tua menjadi kunci utama pencegahan. Memahami apa itu child grooming sekaligus mengenali sikap yang tepat untuk mengantisipasi pelakunya sangat penting agar perlindungan terhadap anak dapat dilakukan sejak dini.

Dengan mengenali pola-pola perilaku pelaku, orang tua diharapkan tidak terlambat menyadari tanda-tanda yang muncul. Berikut sejumlah sikap kewaspadaan yang perlu dicermati sebagai indikasi adanya ancaman child grooming pada anak.

Tanda-Tanda Pelaku Child Grooming

Mengenali pelaku child grooming bukan perkara mudah. Dalam banyak kasus, pelaku justru berasal dari lingkungan terdekat dan telah mendapat kepercayaan keluarga.

Karena itu, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan apabila terdapat orang dewasa di sekitar anak yang menunjukkan perilaku tertentu secara berulang dan terasa tidak wajar. Langkah ini bukan bentuk kecurigaan berlebihan, melainkan upaya perlindungan.

Berikut sejumlah tanda yang patut diwaspadai sebagai indikasi adanya pelaku child grooming pada anak:

1. Sering memberikan hadiah kepada anak dan keluarga
Pemberian hadiah yang terlalu sering atau berlebihan, terlebih tanpa alasan jelas, patut dicurigai. Cara ini kerap digunakan pelaku untuk mengambil hati anak sekaligus membangun ketergantungan emosional.

2. Menunjukkan perhatian berlebihan terhadap aktivitas anak
Pelaku biasanya tampak sangat antusias mengikuti keseharian anak, mulai dari kegiatan sekolah hingga hobi pribadi. Perhatian yang terlalu intens bertujuan menciptakan kedekatan dan membuat anak merasa istimewa.

3. Melanggar batas sosial yang seharusnya
Misalnya sering datang ke rumah tanpa keperluan jelas, hadir dalam acara keluarga meski tidak diundang, atau selalu berusaha berada di sekitar anak. Pola ini dapat menjadi tanda keinginan pelaku memperkuat kontrol dan kedekatan dengan korban.

4. Sering melakukan kontak fisik
Sentuhan seperti mengelus kepala, memeluk, memangku, atau memegang anak yang dilakukan berulang kali dan tanpa persetujuan patut diwaspadai. Kontak fisik ini kerap digunakan untuk mengaburkan batas antara perilaku wajar dan tidak pantas.

5. Menawarkan bimbingan atau pengasuhan dengan cara tidak wajar
Tawaran membantu belajar, mengasuh, atau menemani anak perlu dicermati jika dilakukan secara berlebihan atau tanpa melibatkan orang tua. Hal ini bisa menjadi cara pelaku memperoleh akses lebih dekat dan privat dengan anak.

Agar situasi tidak berkembang lebih jauh, orang tua perlu membekali anak dengan pemahaman tentang batasan dalam bersosialisasi. Anak harus mengetahui bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh orang lain serta siapa saja yang diperbolehkan membantu, misalnya dalam konteks medis dengan pendampingan orang tua.

Selain itu, dorong anak untuk berani bercerita apabila mengalami pengalaman yang membuatnya tidak nyaman, seperti mendengar lelucon bernuansa seksual, melihat konten pornografi, atau mendapatkan perlakuan tidak pantas dari orang dewasa.

Perlu dipahami, banyak anak tidak menyadari dirinya sedang menjadi korban child grooming. Oleh karena itu, ketika anak mulai terbuka dan menceritakan pengalamannya, orang tua harus merespons dengan sikap tenang, penuh empati, dan tidak menyalahkan, agar anak merasa aman dan terlindungi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem

BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem

News
| Selasa, 13 Januari 2026, 14:17 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement