Advertisement

Pemulangan Fosil Manusia Jawa Tegaskan Peran Kunci Indonesia

Maya Herawati
Sabtu, 03 Januari 2026 - 14:07 WIB
Maya Herawati
Pemulangan Fosil Manusia Jawa Tegaskan Peran Kunci Indonesia Fosil Java Man yang telah dikembalikan ke Indonesia dan dipamerkan di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (17/12 - 2025).

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia memulangkan fosil Manusia Jawa dari Belanda dan memamerkannya di Museum Nasional Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat posisi Nusantara dalam sejarah evolusi manusia dunia.

Pemulangan fosil Manusia Jawa menjadi tonggak penting dalam upaya repatriasi warisan ilmiah sekaligus penegasan peran Indonesia sebagai wilayah kunci dalam kajian asal-usul manusia. Fosil Homo erectus yang selama lebih dari satu abad tersimpan di Belanda kini kembali ke tanah tempat temuan itu pertama kali ditemukan.

Advertisement

Menurut laporan National Geographic berjudul The ‘Java Man’, the first fossil evidence of Homo erectus, is now home, seperti dikutip dari The Times of India, fosil tersebut telah resmi dikembalikan ke Indonesia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengonfirmasi pemulangan itu melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, @fadlizon.

Penemuan Manusia Jawa merupakan salah satu tonggak terpenting dalam sejarah paleoantropologi dunia. Fosil ini ditemukan pada akhir abad ke-19 di sepanjang Sungai Solo, wilayah yang kini masuk Provinsi Jawa Timur. Temuan berupa tempurung kepala dan tulang paha tersebut menjadi bukti awal keberadaan Homo erectus yang hidup hampir satu juta tahun lalu.

Penemuan tersebut mengubah pemahaman ilmiah global tentang persebaran awal manusia purba, karena menunjukkan bahwa proses evolusi tidak hanya berpusat di Eropa. Tak lama setelah ditemukan, fosil Manusia Jawa dibawa ke Belanda dan selama puluhan tahun menjadi bagian penting dari koleksi riset dan museum di Eropa.

Proses pemulangan fosil Manusia Jawa merupakan hasil negosiasi panjang antara pemerintah Indonesia dan lembaga terkait di Belanda. Upaya ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran internasional mengenai pentingnya pengembalian koleksi era kolonial ke negara asal sebagai bagian dari keadilan sejarah dan etika ilmiah.

Saat ini, fosil Homo erectus tersebut telah dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, dan menjadi bagian dari koleksi tetap yang dapat diakses masyarakat. Penempatan ini memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi sejarah dan kebudayaan nasional.

Dari sisi ilmiah, Homo erectus memiliki nilai yang sangat penting. Spesies manusia purba ini dikenal sebagai salah satu yang paling berhasil karena mampu bertahan dan menyebar luas di Afrika dan Asia selama hampir satu juta tahun.

Beberapa temuan utama dari fosil Manusia Jawa meliputi:
- Struktur tulang paha yang menunjukkan kemampuan berjalan tegak.
- Ukuran tempurung kepala yang mencerminkan kapasitas otak lebih besar dibanding hominin sebelumnya, meskipun masih lebih kecil dari manusia modern.
- Dengan kembalinya fosil tersebut, peneliti Indonesia diharapkan memiliki ruang dan peran yang lebih besar dalam penelitian lanjutan mengenai evolusi manusia, termasuk pengembangan kajian arkeologi, antropologi, dan biologi evolusioner.

Pemulangan fosil Manusia Jawa juga memiliki makna budaya dan pendidikan yang kuat. Peristiwa ini menegaskan kembali posisi Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sebagai wilayah penting dalam sejarah manusia purba. Fosil tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi publik serta daya tarik ilmiah bagi pengunjung dari dalam dan luar negeri.

Dalam konferensi pers di Jakarta, pekan lalu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa Marc Beukenboom selaku Direktur Naturalis Biodiversity Center Belanda turut menyerahkan artefak Manusia Jawa kepada pemerintah Indonesia.
Fosil Homo erectus koleksi paleoantropolog dan geolog Eugene Dubois yang telah dipulangkan terdiri atas tulang paha, gigi geraham, dan tengkorak.

“Hari ini kita menandai momen bersejarah, kepulangan Manusia Jawa ke Nusantara. Kembalinya mahakarya dari 28.131 fosil koleksi Dubois ini mengembalikan akar budaya ke tanah tempat kisah itu bermula,” kata Menteri Kebudayaan.

Ia menyampaikan bahwa fosil koleksi Dubois akan dipamerkan secara permanen di Museum Nasional Indonesia.

Fosil Homo erectus tersebut ditampilkan dalam pameran tetap Sejarah Awal di Ruang Kertajasa, Gedung A Museum Nasional Indonesia.

“Koleksi lainnya akan kami kaji penempatannya, sebagian kemungkinan ditempatkan di Sangiran,” ujar Menteri Kebudayaan, seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, Marc Beukenboom menyatakan bahwa artefak koleksi Dubois memiliki peran penting dalam memahami sejarah manusia.

“Benda-benda ini memberi pengetahuan baru tentang asal-usul kita dan memainkan peran besar dalam cara kita memahami evolusi manusia,” katanya.

Ia berharap pemulangan artefak asal Indonesia ini dapat memperkuat kerja sama bilateral di bidang sains dan budaya.

“Saya percaya ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi berkelanjutan dalam penelitian serta penguatan hubungan budaya dan ilmiah kedua negara,” ujarnya.

Dengan dipulangkannya fosil Manusia Jawa, perjalanan panjang artefak berusia hampir satu juta tahun itu kini kembali ke tempat asalnya dan membuka babak baru bagi riset, pendidikan, serta pemahaman sejarah evolusi manusia di Indonesia.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : The Times of India/Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

China Kutuk Keras Serangan AS dan Penangkapan Presiden Venezuela

China Kutuk Keras Serangan AS dan Penangkapan Presiden Venezuela

News
| Minggu, 04 Januari 2026, 01:17 WIB

Advertisement

Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang

Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang

Wisata
| Sabtu, 03 Januari 2026, 05:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement