Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Sayuran hijau. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Dietisien asal India Sonal Sureka menyarankan tiga jenis asupan makanan penuh antioksidan, vitamin, serat, dan omega 3 guna menjaga tubuh dari dampak polusi tinggi.
Dilaporkan Hindustan Times, Selasa, secara keseluruhan ahli gizi itu menganjurkan agar dalam menghadapi lingkungan berpolusi seseorang perlu memilih makanan yang kaya antioksidan dan anti-inflamasi sehingga dapat memperkuat pertahanan tubuh dari dalam.
Adapun saran nutrisi pertama yang direkomendasikan untuk menghadapi lingkungan berpolusi tinggi adalah memastikan konsumsi bahan makanan yang penuh vitamin, mineral, serat, serta protein rendah lemak.
Untuk bahan makanan yang penuh vitamin, mineral, dan serat di antaranya berasal dari buah-buahan dan sayur segar, biji-biji utuh, serta kacang-kacangan. Bahan makanan ini penting untuk dikonsumsi karena dapat memperbaiki sel dan daya tahan tubuh.
Sementara protein rendah lemak di antaranya bisa terdiri dari dada ayam tanpa kulit, putih telur, ikan, daging sapi tanpa lemak, serta olahan kedelai.
"Protein rendah lemak membantu menjaga kekuatan otot pernapasan," kata Sonal.
Saran nutrisi kedua yang dianjurkan Sonal yang berpraktek di Practo Bengalur India itu adalah memastikan konsumsi bahan-bahan yang penuh zat antioksidan untuk melawan stres oksidatif.
Stres oksidatif merupakan kondisi tubuh yang tidak seimbang akibat serangan radikal bebas yang merusak sel dan jaringan. Polusi tinggi menjadi salah satu pemicu stres oksidatif.
Maka dari itu zat antioksidan yang terbukti dapat menangkal serangan radikal bebas ada baiknya ditingkatkan konsumsinya lewat makanan-makanan.
Beberapa bahan makanan yang tinggi dengan zat antioksidan di antaranya jeruk, kacang-kacangan, wortel, paprika, bayam, almond, oat, biji bunga matahari, telur, hingga gandum.
“Mengonsumsi aneka bahan makan dengan warna setiap hari akan memastikan perlindungan antioksidan Anda tetap kuat,” ujar Sonal.
Saran nutrisi terakhir untuk menghadapi kondisi lingkungan berpolusi tinggi ialah meningkatkan konsumsi bahan makanan yang memiliki asam lemak omega 3 dan bahan-bahan bersifat anti-inflamasi alami.
Kandungan ini penting untuk meredakan peradangan pada saluran napas yang mungkin terjadi akibat paparan polusi tinggi.
Beberapa contoh bahan makanan itu di antaranya kacang kenari, biji rami, kunyit, bawang putih, jahe, dan sayuran hijau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Instagram menghadirkan Pixel, fitur AI baru untuk menyamarkan wajah atau objek di Stories hanya dengan perintah teks.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian