PKB Kumpulkan 250 Pesantren, Bahas Kasus Kekerasan Seksual
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Minuman Berpemanis dalam Kemasan di supermarket. - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Generasi muda diminta lebih waspada terhadap tren konsumsi minuman manis yang semakin marak di era modern.
Dokter internal Klinik Bumame Cabang Cideng, Jakarta Pusat, dr Gilbert Golhi, menyampaikan bahwa penyakit kronis kini banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. “Kalau dulu penyakit kronis seperti diabetes atau jantung baru terlihat di usia 40 tahun, sekarang usia 20-an sudah banyak yang kena,” ujarnya dalam diskusi kesehatan di Klinik Bumame Cabang Cideng, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, tren kopi kekinian maupun minuman boba dapat menambah beban tubuh karena kandungan gula, susu, dan topping yang tinggi kalori. “Kalorinya bisa ratusan dalam satu gelas, ini membebani tubuh jika diminum terus-menerus,” jelasnya.
Selain membatasi konsumsi minuman manis, dr Gilbert juga mendorong anak muda untuk menjaga keseimbangan gaya hidup sehat, salah satunya dengan rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu sesuai rekomendasi WHO.
Ia menambahkan, olahraga tidak akan efektif bila asupan kalori melebihi energi yang dibakar.
BACA JUGA: Ini 6 Bank Akan Digelontor Rp200 Triliun Menkeu Purbaya
Dia menilai kebiasaan makan cepat saji, porsi berlebih, hingga jarang melakukan pemeriksaan kesehatan turut meningkatkan risiko penyakit tidak menular. “Kalau diperiksa rutin, penanganan bisa lebih cepat dan sederhana,” katanya.
Menurutnya, membangun pola hidup sehat sejak muda, termasuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan vaksinasi sesuai anjuran, menjadi kunci agar terhindar dari penyakit kronis di masa depan.
“Imun yang kuat adalah kunci. Kalau kita sudah sadar sejak muda, beban kesehatan di masa depan bisa lebih ringan,” ujar dr Gilbert.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.