Libur Sekolah, Penumpang Whoosh Tembus 573.780 Orang
KCIC mencatat 573.780 penumpang menggunakan Whoosh selama libur sekolah 13 Juni-12 Juli 2026. Volume harian naik 26,5 persen.
Ilustrasi buka puasa - Google
Harianjogja.com, JAKARTA—Ahli gizi mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi makanan manis dan makanan berlemak tinggi saat buka puasa agar kesehatan tubuh tetap terjaga
"Kebiasaan dan makanan yang perlu dihindari saat berbuka puasa bersama teman-teman itu makanan manis, makanan yang berlemak dan tinggi kalori. Itu sebaiknya dibatasi saat berbuka puasa," kata Ketua Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Cabang Banten dr. Dian Permatasari, MGizi, SpGK, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (3/3/2025).
Menurut Dian meskipun ajaran Islam menganjurkan berbuka dengan makanan manis, umat Muslim tetap harus memilih sumber gula yang lebih sehat. Hal ini bertujuan menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Sebagai alternatif, Dian menyarankan takjil berupa tiga butir kurma, potongan buah, atau air kelapa tanpa tambahan gula. Untuk minuman teh manis, cukup gunakan 1-2 sendok teh gula agar konsumsi gula tetap terkontrol.
"Takjil seperti kolak, gorengan, atau lontong sebaiknya dibatasi. Lebih baik langsung mengonsumsi makanan utama agar asupan gizi lebih seimbang," lanjutnya.
Jika merasa lapar setelah tarawih, Dian menyarankan untuk mengonsumsi potongan buah, sayur, atau yogurt tanpa tambahan nasi.
"Kalau masih ingin makan, cukup dengan lauk dan sayuran saja," tambahnya.
BACA JUGA: TNI Buka Rekrutmen Taruna Akmil 2025, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
Ahli Gizi dari RSCM Fitri Hudayani menekankan bahwa dalam menjalankan puasa yang paling penting adalah menjaga keseimbangan jadwal, jenis, dan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Makanan tinggi gula dan lemak seperti minuman manis, kudapan manis, dan gorengan banyak ditemui saat Ramadhan dan mengonsumsinya berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan serat dari sayur dan buah dalam setiap waktu makan agar kesehatan pencernaan tetap terjaga. Takjil sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil, kemudian dilanjutkan dengan makan utama setelah sholat Maghrib.
Selain itu, asupan cairan juga harus diperhatikan. Meskipun banyak minuman manis tersedia saat bukber, Fitri menyarankan untuk tetap memenuhi kebutuhan air harian sebanyak 2-2,5 liter.
"Saat berbuka, minumlah 1-2 gelas air putih, diikuti dengan buah yang kaya air. Lanjutkan dengan satu gelas air saat makan utama, dan setelah tarawih tambahkan dua gelas lagi. Saat sahur, pastikan minum 2-3 gelas untuk menghindari dehidrasi.
Ia juga menyarankan agar konsumsi cairan tidak hanya dari air putih, tetapi juga dari makanan berkuah dan buah yang mengandung air.
"Batasi konsumsi air minum yang manis. Gunakan selama waktu berbuka sampai dengan sahur untuk memenuhi kebutuhan cair dengan optimal," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KCIC mencatat 573.780 penumpang menggunakan Whoosh selama libur sekolah 13 Juni-12 Juli 2026. Volume harian naik 26,5 persen.
Umbulharjo menjadi percontohan pengelolaan sampah organik di Jogja. Warga dilatih mengolah sisa dapur dengan metode Losida Vermicompos.
Psikolog menegaskan perlindungan anak harus melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar anak tidak menjadi korban kesalahan orang dewasa.
UAD menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada mahasiswa ACR terkait kasus kekerasan seksual saat KKN berdasarkan rekomendasi Satgas PPKPT.
Workshop P4GN di Kelurahan Gowongan mengajak warga mengenali gejala awal penyalahgunaan narkoba agar penanganan dan pemulihan bisa dilakukan lebih cepat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.