Kemenhut Selidiki Dugaan Pidana Karhutla di Gunung Bromo
Kemenhut menurunkan dua ahli IPB untuk mendalami dugaan pidana karhutla Bromo. Luas lahan terdampak mencapai 1.120,3 hektare.
Buah-buahan sumber vitamin C - StokCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Ada dua jenis vitamin yang penting untuk Anda konsumsi saat musim hujan. Dua vitamin ini adalah Vitamin A dan C.
“Untuk menjaga kekebalan tubuh saat musim hujan, kita perlu mengonsumsi vitamin C yang didapat dari buah-buahan dan vitamin A dari sejumlah sayuran,” kata Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Fitri Hudayani di Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Menanggapi telah tibanya musim hujan, Fitri mengatakan vitamin A dapat diperoleh dari wortel, jambu merah, tomat dan paprika merah. Sedangkan dari bahan makanan lain vitamin A terkandung di dalam telur, daging ayam dan daging sapi.
Vitamin A membantu menjaga daya tahan tubuh dan memperkuat jaringan mukosa yang berperan sebagai jaringan yang melapisi rongga tubuh dan organ internal.
Kemudian untuk vitamin C dapat ditemukan di dalam banyak jenis buah-buahan, misalnya seperti jeruk, mangga, stroberi, nanas, kiwi atau beri-berian.
Manfaat vitamin C yakni menaikkan sistem kekebalan hingga membantu tubuh pulih dari sakit. “Makanan ini juga jika dikonsumsi dapat menjaga mineral tubuh,” ucap dia.
Lebih lanjut Fitri menganjurkan makanan lain yang perlu dikonsumsi adalah herbal seperti jahe, sereh, kayu manis dan temulawak yang memberikan efek menghangatkan tubuh serta menenangkan.
Herbal juga membantu tubuh terhindar dari penyakit yang sering muncul di musim hujan seperti influenza dan batuk-pilek karena mengandung antioksidan yang amat baik bagi daya tahan tubuh.
BACA JUGA: Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Parangtritis, Pemuda Tabrak Pedagang Pasar
Sejumlah herbal tersebut dapat dikonsumsi menjadi air seduhan yang hangat dengan ditambahkan pemanis alami seperti madu.
Menurutnya bagi seseorang yang dalam kesehariannya sudah memiliki pola makan gizi seimbang serta tercukupi asupan sayur dan buahnya, suplemen vitamin tidak diperlukan lagi.
Namun, jika seseorang tidak memiliki kebiasaan pola makan yang seimbang, kurang asupan sayur dan buah atau adanya kondisi peningkatan kebutuhan zat gizi tertentu, maka diperlukan tambahan suplemen vitamin karena dikhawatirkan akan kurang dan dapat memengaruhi ketahanan tubuh dalam melawan penyakit khususnya penyakit infeksi yang sering timbul di musim hujan. “Hal ini berlaku baik bagi usia anak-anak maupun orang dewasa,” ujarnya.
Fitri mengingatkan selain kecukupan vitamin dari buah dan sayur, mengonsumsi makanan bergizi serta herbal, masyarakat perlu menjaga kebersihan diri termasuk cara mengelola makanan agar tidak terkena penyakit.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah membatasi konsumsi gula, garam dan lemak (GGL), sehingga kondisi kesehatan didapat lebih optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhut menurunkan dua ahli IPB untuk mendalami dugaan pidana karhutla Bromo. Luas lahan terdampak mencapai 1.120,3 hektare.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.