Label Baked Tak Menjamin Keripik Lebih Sehat, Ini Faktanya
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Kesurupan. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Kesurupan massal adalah fenomena di mana sekelompok orang tiba-tiba menunjukkan perilaku aneh atau tidak biasa, sering kali diiringi dengan gejala fisik dan psikologis yang menyerupai kesurupan.
Kejadian ini dapat terjadi di berbagai tempat, seperti sekolah, pabrik, atau komunitas. Dalam banyak kasus, individu yang terlibat dapat mengalami halusinasi, berbicara dalam bahasa yang tidak dikenali, atau menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan emosional.
Penyebab Kesurupan Massal
Salah satu penyebab utama kesurupan massal adalah stres psikologis. Situasi yang menekan, seperti ujian di sekolah atau konflik di lingkungan kerja, dapat memicu reaksi kolektif yang ekstrem di antara individu-individu yang terpengaruh.
Sugesti sosial dapat berperan penting dalam fenomena ini. Ketika seseorang menunjukkan perilaku aneh, orang lain di sekitarnya bisa terpengaruh dan ikut mengalami gejala yang sama. Ini sering kali terjadi dalam situasi kelompok di mana individu merasa terhubung satu sama lain.
Lingkungan fisik, seperti kondisi cuaca atau atmosfer di suatu tempat, juga bisa mempengaruhi keadaan mental individu. Misalnya, suara atau aroma tertentu yang mengganggu dapat memicu respons yang tidak biasa.
Di banyak masyarakat, kesurupan massal sering kali dihubungkan dengan aspek spiritual. Kepercayaan akan makhluk halus atau roh yang mengganggu dapat memperkuat keyakinan bahwa kesurupan adalah hasil dari pengaruh luar.
BACA JUGA: Lagu Baru Jennie Blackpink Masuk Posisi Puncak iTunes di Seluruh Dunia
Mitos yang Beredar di Masyarakat
Banyak yang percaya bahwa kesurupan massal adalah tanda bahwa roh atau makhluk halus ingin berkomunikasi. Mitos ini sering kali menyebabkan ketakutan dan keengganan untuk mencari penjelasan ilmiah.
Ada anggapan bahwa kesurupan dapat menular seperti penyakit. Masyarakat sering kali beranggapan bahwa jika satu orang kesurupan, orang-orang di sekitarnya juga akan mengalaminya, menambah ketegangan dalam situasi tersebut.
Beberapa mitos menyebutkan bahwa ritual atau tindakan spiritual tertentu dapat menyebabkan kesurupan. Misalnya, mengadakan acara tanpa persiapan yang tepat bisa dianggap sebagai pemicu kesurupan massal.
Mitos lain yang berkembang adalah bahwa pemberitaan di media sosial dapat memicu kesurupan massal. Informasi yang menyebar cepat sering kali menambah ketakutan dan kecemasan, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya fenomena ini.
Kesurupan massal adalah fenomena yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, sosial, dan budaya.
Meskipun banyak mitos yang beredar di masyarakat, penting untuk mendekati fenomena ini dengan sikap kritis dan pemahaman yang lebih baik.
Mengedukasi masyarakat tentang penyebab dan dampak kesurupan massal dapat membantu mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Kompilasi beragam sumber
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
ESDM anggarkan Rp9,7 triliun untuk listrik desa 2027, target ribuan lokasi belum berlistrik hingga wilayah terpencil.
Cara merawat baterai mobil listrik agar lebih awet. Hindari kesalahan pengisian, suhu panas, dan kerusakan fisik pada kendaraan listrik.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Elkan Baggott dikaitkan dengan Bolton Wanderers jelang musim Championship 2026/2027. Namun bek Timnas Indonesia itu masih terikat kontrak di Ipswich Town.