RI Siapkan Langkah Darurat usai WNI Dicegat Israel di Laut Mediterania
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Anak di tempat tidur - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Anak-anak yang mengompol atau mengalami enuresis nokturnal primer kemungkingan kekurangan vitamin D dan vitamin B12. Hal ini diungkapkan dalam studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam Annals of Medicine.
Menurut hasil studi yang dikutip oleh Medical Daily pada Rabu (2/10/2024), seorang anak dianggap mengalami enuresis nokturnal primer ketika mereka buang air kecil tanpa sadar pada malam hari.
Masalah ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk kandung kemih yang kecil, pola tidur yang tidak normal, peningkatan produksi urine pada malam hari, dan keterlambatan perkembangan sistem saraf pusat.
Faktor lain seperti stres, kecemasan, dan riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko anak mengalami enuresis nokturnal primer.
Hasil penelitian yang baru menunjukkan indikasi ketidakcukupan atau kekurangan vitamin D serta vitamin B12 pada anak yang mengompol pada malam hari.
Temuan ini didapat dari analisis terhadap 288 anak yang mengunjungi klinik rawat jalan di Rumah Sakit Anak Universitas Kairo, Mesir, karena enuresis nokturnal.
Berdasarkan hasil analisis, sebanyak 48,3% dari mereka mengalami insufisiensi vitamin D, sebanyak 31,3 persen mengalami defisiensi vitamin D, dan 25 persen mengalami kekurangan vitamin B12.
Studi tersebut mendapati kadar vitamin D yang lebih rendah memiliki hubungan yang lebih kuat dengan lebih banyak episode mengompol dibandingkan dengan kadar vitamin B12 yang rendah.
Secara spesifik, jika kadar vitamin D anak berada di bawah 13,7 ng/mL, mereka lebih mungkin mengalami kesulitan karena mengompol.
BACA JUGA: Gunungkidul Night Carnival Digelar Akhir Pekan Ini, Berikut Peta Penutupan Jalur
Para peneliti menyampaikan bahwa insufisiensi vitamin D mungkin merupakan abnormalitas vitamin D yang paling umum pada anak-anak dengan enuresis nokturnal primer.
"Insufisiensi vitamin D mungkin lebih umum terjadi pada anak-anak dengan enuresis parah dibandingkan dengan kekurangan vitamin B12," kata para peneliti.
Hasil studi ini dapat mendorong penelitian lebih lanjut untuk memeriksa kemungkinan penggunaan vitamin D dan vitamin B12 dalam terapi adjuvan potensial bagi anak-anak yang mengompol.
Studi juga menjelaskan bagaimana vitamin D mempengaruhi fungsi kandung kemih. Reseptor vitamin D terdapat pada otot kandung kemih maupun lapisan dalamnya, yang berarti vitamin D berperan dalam bagaimana kandung kemih berfungsi.
Kadar vitamin D cukup akan membantu mengurangi kontraksi kandung kemih yang tidak diinginkan dengan menenangkan sinyal sensorik saat kandung kemih terisi.
Anak dengan kadar vitamin D yang rendah mungkin mengalami kontraksi kandung kemih yang tidak terkontrol.
Kadar vitamin D yang rendah juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih berulang, yang dapat menyebabkan masalah pada kandung kemih.
Berdasarkan hasil studi, para peneliti merekomendasikan pemeriksaan kadar vitamin D dan vitamin B12 pada anak-anak yang mengompol pada malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.